Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
40. Pagi Hari Dikamar


__ADS_3

Beberapa hari berlalu suasana Gavin dan Mona kembali mencair seperti biasa.


Semenjak identitas Gavin diketahui oleh orang-orang yang berada dirumah Mona, semuanya benar-benar sangat menghormati Gavin, tetapi Gavin meminta mereka untuk bersikap biasa saja, karena dari awal yang mereka kenal itu Gavin seorang supir, bukan Gavin sih orang yang super kaya.


Hari ini adalah waktu libur bagi mereka yang bekerja, hari minggu.


Gavin dan Mona masih tertidur dalam kamar.


"Aghhhhh" teriak Mona yang berada dalam pelukkan Gavin, entah bagaimana caranya mereka bisa tidur berpelukkan.


"Kog bisa aku, berada disana" menunjuk dada Gavin yang bidan dengan pakaian putih tipis.


"Aku juga tidak tau, maaf" ucap Gavin.


Mona merasa sangat malu karena entah kenapa bisa berada dalam pelukkan Gavin.


"Apa selama ini aku begitu ya?" Tanya Mona pada hatinya sendiri. Dia sangat malu saat ini.


"Argggghhh enggak mungkin" teriak batin Mona.


Dia pun segera mengambil guling yang berada didepan dia dan Gavin.


"Tuk" suara kening mereka bertabrakkan.


"Aduhhhhhhh" teriak Mona memegang dahinya, Gavin pun begitu.


"Sakittt"


Mona mengosok-gosokkan tangannya dibagian yang sakit, Gavin dengan reflek cepat juga mengosokkan tangannya kebagian dahi Mona yang sakit, hingga dia melupakan dahinya sendiri.


Mata mereka berpandangan sangat lekat, masing-masing menatap dalam bola matannya.


"Mona memang sangat cantik, saat bangun tidur begini" batin Gavin hingga membuatnya terdiam tidak lagi mengosok dahi Mona, tetapi tangannya masih disana.

__ADS_1


"Hei, udah" ucap Mona menyadarkan Gavin, membuat Gavin salah tingkah.


"Maaf" ucap Gavin.


Mona tersenyum manis kearah Gavin.


"Tidak apa-apa, sudah enggak sakit kog" ucap Mona.


"Benaran?" Ucap Gavin menyakinkan Mona.


"Iya!" Jawab Mona.


"Mengapa kamu mau mengambil guling ku" ucap Gavin.


"Lho ini kan guling ku" ucap Mona.


"Tu punya mu sudah dilantai" Gavin menunjuk sebuah guling yang jatuh samping spring bed.


"Ya sudah ayo bangun makan pagi" ajak Gavin.


"Tidak nanti saja" jawab Mona.


"Kruuuuuuukkkkk" bunyi perut Mona.


"Haish perut ini" keluh Mona.


"Hai, bunyi perut siapa itu?" Tanya Gavin, membuat Mona malu.


Mona langsung memegang perutnya yang tidak dapat berkompromi.


Mona pun merasa malu.


"Telingga mu tajam sekali" ucap Mona kemudian menarik daun telingga Gavin.

__ADS_1


"Hei, aduh sakit" keluh Gavin.


"Eh maaf" ucap Mona.


Kemudian Gavin mengelitik Mona, hingga mereka malah bermain kelitikan, membuat keduanya tertawa bersama dipagi hari ini.


Akhirnya mereka memutuskan untuk segera turun makan.


******


Mona meminta Gavin untuk menemaninnya belanja bulanan disebuah Mall besar.


Mona terlihat sangat cantik dengan memakai rok pendek diatas lutut berwarna hitam yang dipadu padankan dengan baju bermodel kaos biasa, terlihat simple, tetapi cantik.


Gavin pun memakai celana pendek dan kaos biasa, dia pun terlihat sangat ganteng.


Mereka berjalan berdampingan dimall, rata-rata mata terpanah kearah mereka yang begitu mempesona.


"Mengapa mereka melihatin kita sih" sadar Mona sadar beberapa orang memandanginnya.


"Kamu cantik!" Seru Gavin.


Mona pun langsung melancarkan serangannya mencubitin perut Gavin, membuat Gavin terkikik geli.


"Ih, apaan sih kamu!"


Mereka berjalan sambil bercanda.


Mona dan Gavin memasuki sebuah stand perlengkapan makanan.


Mona mengambil sebuah sayur, dan tidak sengaja tangan Gavin juga ingin mengambil sayur itu, malah jadi Gavin yang mengambil tangan Mona, membuat keduanya merasa malu-malu.


Mona sangat menikmati pemandangan didepannya, wajah Gavin.

__ADS_1


__ADS_2