Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
35. Kemarahan Mona


__ADS_3

Sesampainya dirumah, Mona tidak seperti biasanya bagi semua orang penghuni rumah.


"Mas! Nona kita kenapa ya kog sepertinya dia lain dari biasanya" tanya Bik Surti kepada suaminya Pak Parto, dengan berbisik-bisik mereka.


"Mana toh aku tau eh, la h orangnya baru saja pulang, aku ya enggak tau masalahnya" jawab Pak Parto.


"Tanya Gavin saja yuk" ajak bik Surti.


"Ogah, minta dipenggal ya tanya Gavin, dia suaminya Nona" ucap sang suami yang enggan menuruti permintaan suaminya.


"Walah, aku wes lupa" ucap Bik Surti terkekeh.


"Sudah sana layanin nona" usir pak Parto lembut kepada istrinya bik Surti.


"Iya" Bik Surti pun segera menghampiri Mona.


Mona pun langsung melempar badannya ke sofa yang disampingnya dengan kasar, Gavin pun mengikuti Mona untuk duduk didepan Mona.


"Kamu kenapa?" Tanya Gavin mulai serius. Karena Gavin sendiri merasakan hal yang beda pada Mona. Walau belum sampai setahun dia bersama Mona, tapi dia sudah banyak mempelajari sifat Mona.


"Masih belum mau cerita?" Gavin yang melihat Mona yang masih terdiam hanya menatap kedepan dengan mata yang sangat tajam, tidak ada sedikit pun expresi yang ia tunjukkan, membuat orang yang berada didekat dia, penuh tanda tanya.


"Maaf, non, tuan apa ada yang perlu saya siapkan?" Tanya bik Surti dengan sopan disamping kanan Mona.


"Tidak bik, terima kasih" jawab Gavin.


"Baik tuan" bik Surti pun mengundurkan diri.


"Bik" panggil Mona.


"Iya non" dengan cepat Bik Surti menjawab dan mendekat lagi ke Mona.


"Tante Dewi apa sudah pulang?" Tanya Mona dengan nada tidak suka.

__ADS_1


"Belum non"


"Oh ya sudah bibi boleh kembali ke kerjaan bibi!"


"Baik non" Bik Surti pun dengan cepat pergi dari ruang tengah menuju dapur, tempat kesayangan dia.


Dimana Gavin dan Mona mereka berdua hanya terdiam ditempat saja.


Tiba-tiba bunyi sepatu wanita masuk kedalam rumah, dengan cepat Mona merubah raut wajahnya, membuat Gavin terheran dengan cepat Mona merubah raut wajahnya hanya karena tantenya pulang, tetapi raut wajah itu masih tidak seperti biasanya.


"Tante, sini deh Mona mau ngomong!" Ucap Mona ketika melihat tantenya dan Lukas datang bersama.


"Ada apa sayang?" Tanya Tante Dewi.


"Tante, langsung saja ya!"


"Tante, aku mau menyelidiki lagi soal kecelakaan papa dan mama ya!" Ucap Mona dengan nada santai.


"Hah"


Padahal Gavin saja yang disana mendengar jelas, tetapi Gavin juga menangkap raut yang berbeda diwajah Lukas laki-laki yang selama ini selalu bersama tante Dewi.


"Aku mau menyelidiki kecelakaan yang papa dan mama alami, aku mendapat rekomendasi dari teman kalau ada detektive hebat yang baru saja pulang dari luar negeri" ucap Mona dengan suara lebih keras.


"Ampun deh kamu Mona , sudah tante berapa kali bilang kalau itu kejadian sudah lama, untuk apa diungkit lagi, kasihan


dengan orang tua mu menjadi tidak tenang disana" ucap tante Dewi dengan nada yang sepertinya takut akan sesuatu.


"Sudah 3 tahun Mona, kakak ku meninggal untuk apa diungkit lagi?"


"Maaf ya, om potong" ucap Lukas tiba-tiba.


"Benar kata tante mu, om juga pernah alami begitu tetapi tidak om teruskan penyelidikan" ucap Lukas entah itu benar atau tidak.

__ADS_1


"Om jangan ikut campur ini urusan Mona" ucap Mona dengan tegas.


"Mona jaga bicara mu dengan om Lukas" tegur tante Dewi.


Gavin disana hanya terlihat mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Mau persetujuan tante atau tidak Mona akan menyelidikinya kembali" ucap Mona lebih keras.


"Tante bilang tidak perlu Mona, sudah lah itu juga sudah ditutup polisi penyelidikkannya!"


"Kenapa sih tante selalu melarang Mona menyelidiki kecelakaan papa dan mama?"


"Enggak tante hanya!" Ucap Tante Dewi terpotong.


"Hanya apa tan?" Hardik Mona.


"Hanya takut ketahuan kalau tante yang mengcelakai papa dan mama ku" teriak Mona dengan keras. Wajah Mona pun sudah memerah menahan emosinya dari tadi pagi.


Tante Dewi pun seakan seperti ditangkap basah mencuri. Wajah Lukas pun berubah menjadi ketakutan.


Dewi pun mencoba memberi isyarat ke Lukas harus bagaimana, tetap Lukas masih tidak meresponnya.


"Mona, mana mungkin tante melakukan itu!"


"Tante ini adik kandung papa mu loh!"


"Gideon itu kakak ku" ucap sang tante menyakinkan Mona.


"Iya, aku tau tan, tetapi tante adalah seorang penjahat" teriak Mona dengan keras dan matanya menyala tajam memandang benci ke arah tantennya.


"Mona, kamu tidak percaya tante mu sendiri?" Tante Dewi berusaha menyakinkan Mona.


"Aku sangat mempercayai tante, bahkan tante sudah menjadi orang tua ku juga semenjak papa dan mama pergi selamanya, hanya saja tante bukan orang yang baik" teriak Mona, dia meledakan emosinya terhadap sang tante.

__ADS_1


Gavin hanya duduk bersadar disofa sambil menonton pertunjukkan live depan matanya, dengan tersenyum smirk Sedangkan Mona dan tante Dewi sedang beradu mulut.


__ADS_2