Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
54. Siapa Dia?


__ADS_3

Beberapa hari pun berlalu, sekarang Gavin lebih banyak menghabiskan waktunya dikantor, terkadang Mona ikut, tetapi terkadang juga Mona memilih dirumah.


Beberapa hari ini pun Mona masih saja menerima perlakuan yang sama dari mama Vany yaitu cuek. Tetapi Gavin mengajarkan Mona untuk tidak mengambil hati atas apa yang diperbuat oleh mamanya dan meminta Mona untuk bersabar. Mona mengerti akan hal itu.


Tetapi entah memgapa hari ini mama Vany terlihat wajah yang berbeda, sangat bahagia.


Mona yang sedang berada dikamarnya merasa bosan dan ingin kedapur menemui para pelayan yang berada didapur hanya untuk sekedar bercengkrama.


Mona menurunin anak tangga dengan pelan-pelan. Sambil mengamati isi rumah ini, bagi Mona tidak ada bosan-bosannya melihat isi seluruh rumah ini sangat lah indah.


"Tante" suara manja seorang wanita.


"Iya sayang"


"Aduh tante senang sekali kamu datang"


"Kamu habis dari mana" tanya mama Vany.


Mona yang mendengar sedikit suara itu memfokuskan pengelihatannya seorang gadis dan mama Vany.


Mama vany nampak sangat bahagia menerima gadis itu, dan gadis itu sangat dekat dengan mama Vany.


"Coba aku bisa diterima begitu juga" batin Mona lirih.


"Gadis itu cantik" batin Mona terus menerus mengarahkan matanya kesana.


Mona kemudian berjalan kearah dapur.


"Dina" panggil Mona kepada pelayannya ini.


"Iya nona, ada apa?" Tanya pelayan Dina dan cepat-cepat dia menghampiri Mona.


"Kamu tau siapa yang berbicara dengan nyonya besar?" Tanya Mona yang penasaran.


"Apa tuan Gavin memiliki adik sepupu?" Tanya Mona.

__ADS_1


"Tidak nona" jawab pelayan Dina.


"Setau saya memang dia tidak memiliki adik sepupu" ucap Mona pelan.


"Agh sudah lah biarkan saja" ucap Mona lalu mengalihkan pembicaraan yang lain ke para pelayan, mereka disana ada 3 orang pelayan.


Sedangkan diruang tamu, mama Vany sangat-sangat bahagia dia mendapat hadiah dari gadis itu.


"Wah"


"Ini cantik sekali" kagum Mama Vany.


"Tante suka" tanya Gadis tersebut.


"Tentu sangat suka, tante belum ada yang ini!" Seru mama Vany.


"Tentu tante tidak ada, karena ini model terbaru tan, papa baru saja merilisnya" ucap Gadis tersebut riang.


"Oh, iya kamu tunggu Gavin pulang ya!" Bujuk mama Vany.


"Apa dia makin tampan tante?"


"Tentu, Gavin anak tante lho!" Bangga mama Vany.


Padahal Gavin sendiri tidak terlalu bangga terhadap mamanya.


Mama Vany dan gadis itu terlihat sangat santai dalam mengobrol, bercanda, bertawa riang, suara mereka hingga mencapai dapur.


"Oh iya tante, aku lihat berita Gavin sudah menikah ya?"


"Iya" ucap mama Vany kesal.


"Tapi kamu tenang saja, tante ingin memisahkan mereka, lihat saja Gavin sudah menikahinnya lama, sudah 1 tahun lebih tetapi dia belum juga hamil, bagaimana Gavin bisa punya keturunan macam itu!" Ucap mama Vany yang semangat dengan ide gilanya.


"Sungguh tante!" Gadis itu pun bersemangat.

__ADS_1


"Iya sayang, buat kamu! Tetapi apa tidak apa-apa kamu jadinya menikahi seorang duda?"


"Tidak apa-apa tante asalkan itu Gavin, menjadi istri kedua pun tidak apa-apa!" Ucap gadis itu dengan santai.


*****


Tidak berapa lama pun Gavin pulang dari kantor, dia segera memasuki istana mewah ini, dengan berjalan tegap, kokoh.


"Mana istri ku?" Tanya Gavin dengan nada dingin kepada kepala pelayan Gou.


"Nona, sedang berada didapur tuan!"


"Panggil istri ku" perintah Gavin.


"Baik tuan" kepala pelayan pun meminta salah seorang anggotanya untuk memberitahu jika tuan Gavin sudah pulang.


Sesampainya Gavin diruang tengah.


"Gaviinnnnn" ucap Gadis itu dengan manja lalu memeluk Gavin dan pada saat itu Mona tepat berjalan menuju arah Gavin, sedangkan mama Vany malah sangat senang melihat gadis itu langsung memeluk anaknya.


"Lepaskan" ucap Gavin dengan dingin, tajam dan suara menekan. Seketika gadis itu pun melepaskannya.


"Gavin, bersikap lah sopan pada Rebeca!" Marah mama Vany.


"Sayang sini" ucap Gavin dengan lembut ketika melihat Mona yang masih terdiam.


Gavin malah tidak menjawab atau merespon apa yang mamanya katakan.


"Tanteeeee" renggek Rebeca.


Ya, gadis yang dilihat Mona adalah Rebeca.


"Ternyata dia yang mau dijodohkan dengan Gavin" batin Mona.


Gavin langsung memeluk erat pinggang Mona dan mengajak Mona untuk langsung kekamarnya.

__ADS_1


Rebeca dan mama Vany merasa sangat kesal karena mereka dicuekin oleh Gavin.


__ADS_2