
Sudah beberapa bulan berlalu dari hari pesta rekan kerja Gavin.
Tante Sella pun telah kembali kerumahnya dan sempat berpesan kepada adiknya jika bisa sedikit menghargai menantunya.
Kondisi tubuh Mona juga masih sama saja, belum menampakkan dia hamil, setiap bulan dia selalu saja telat datang tamunya, kadang telat 2 bln dan bulan ini sudah telat 1 bulan. Hingga saat ini jika sudah telat datang tamunya pun, dia tidak akan melakukan pemeriksaan kehamilan atau menggunakan yang namanya testpack, karena dia sudah sangat kecewa dengan hasilnya. Dalam pikiran Mona hanya menunggu tamu bulannya datang saja.
Hari ini Mona juga hanya berada dirumah, dia tidak ingin menemani Gavin dikantor.
"Sayang, aku izin mau ketoko kue ya, tiba-tiba ingin makan kue" chat Mona ke Gavin.
Gavin yang sedang bersantai dikursinya sambil memegang hp pun segera membalas pesan istrinya.
"Suruh pelayan saja yang beli" balas Gavin.
"Ada-ada saja Mona ini" Gavin berdecak sendiri dikantornya.
"Enggak, aku mau pergi sendiri" balas Mona yang kian kuat ingin perginya.
"Ya sudah terserah, hati-hati dijalan saja, jangan lihat kanan kiri!" Balas Gavin.
"Kenapa jangan lihat kanan kiri?" Tanya Mona binggung.
"Biar kamu enggak melihat brondong-brondong ganteng diluaran sana!" Balas Gavin yang rasanya ingin menjewer telingga istrinya.
"Haha, iya balas Mona" kemudian dia meletakkan hpnya dan segera mengambil dompet dan pergi dengan salah satu supir yang memang stanby dirumah.
Diperjalanan, Mona memandang ke kanan ke kiri hanya melihat gedung-gedung saja yang tertata rapi.
"Nona, kita ke toko kue yang dimana?" Supir tersebut memecahkan keheningan yang berada dalam mobil.
__ADS_1
Mona langsung menoleh kearah supir dan menjawab apa yang ditanyakan oleh sang supir.
"Kita ke toko Cake's Mam's saja!" Ucap Mona dengan santainya.
"Baik" ucap sang supir kemudian menambah laju mobilnya karena sudah mengetahui arah tujuannya.
Tidak berapa lama mereka pun telah sampai ditoko kue yang mereka tuju, sang supir pun dengan cepat membuka pintunya dan keluar hanya untuk membukakan pintu mobil untuk Mona keluar.
Mona pun melangkah masuk kedalam toko kue dengan anggunnya.
"Silakan nona" ucap salah satu pelayan toko yang berdiri didepan pintu utama, kemudian pelayan lainnya menghampir Mona.
"Terima kasih" ucap Mona sambil tersenyum manis.
"Nona ingin mencari kue apa, silakan dipilih-pilih atau lainnya bisa saya bantu?" Tanya pelayan yang menghampiri Mona dengan santunnya.
"Aku ingin kue ini!?" Tunjuk Mona dengan jari telunjuknya, Mona yang melihat kue yang diinginkannya saja sudah menelan salivanya sendiri.
"Baik nona" pelayan tersebut pun segera berputar arah untuk mengambil kotak untuk mengisi kue itu.
"Dan satu lagi" ucap Mona terpotong.
"Ada kue ulang tahun terbaik untuk hari ini?" Tanya Mona.
"Ooh, ada nona! Toko ini selalu menyediakan kue ulang tahun yang terbaik dan kebetulan hari ini belum ada yang membelinya" jawab pelayan tersebut.
Toko ini menyediakan banyak kue ulang tahun, hanya Mona tidak tertarik maka dia menanyakan kue ulang tahun terbaik.
Tujuan Mona hari ini juga memang mencari kue ulang tahun, karena hari ini sebenarnya Gavin berulang tahun, hanya saja orang-orang sekitar Gavin tidak ada yang mengingatnya kecuali Mona, Gavin sendiri juga tidak mengingatnya.
__ADS_1
Hanya saat ini Mona berniat memberikan Gavin kejutan.
Ketika kuenya dan kue ulang tahun Mona sudah dibelinya, dia pun meminta supirnya membawa kedalam mobil.
"Andre, saya ingin kesana sebentar ya" ucap Mona menunjuk tempat menjual bunga. Yang dibuat seperti taman bunga.
"Baik nona" jawab supir tersebut, dia pun meminta izin Mona untuk mencari toilet umum, karena ingin membuang air kecil.
Mona pun berjalan kearah toko kue tersebut.
"Aduh!" Teriak Mona dengan nada kecil.
Mona melihat kearah bawah, ternyata kakinya tersandung batu yang entah kenapa bisa berada ditepi jalan begitu.
"Anda tidak apa-apa" ucap seorang pria yang tiba-tiba saja menolong Mona, menahan bahu Mona agar dia tidak terjatuh.
"Tidak, terima kasih" ucap Mona melihat ke arah pria yang berperawakan, ganteng, putih tapi tidak seganteng Gavin.
Kemudian pria itu pun membawa Mona untuk duduk dikursi dekat dengan toko bunga itu, pria itu duduk disamping Mona, pria itu menatap Mona dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Pria itu pun membantu Mona mengurut kakinya, hingga rasa sakit dikaki Mona hilang.
"Terima kasih, sudah tidak terasa sakit seperti tadi" ucap Mona.
"Baguslah kalau sudah tidak merasa sakitnya, anda bisa berjalan" ucap pria itu, kemudian pria itu pergi, meninggalkan Mona.
Mona pun membatalkan niatnya untuk melihat bunga-bunga yang cantik itu.
Kemudian Mona meminta supirnya untuk langsung pulang saja, sesampainya dirumah, Mona meminta para pelayan untuk merahasiakan kue ini terlebih dahulu, dan simpankan ditempat yang aman. Tentu saja para pelayan sangat mengerti akan hal itu.
__ADS_1