Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
85. Club Malam


__ADS_3

Dirgo yang saat ini sedang menyelesaikan tugas penting pun tidak langsung mencari keberadaan Gavin, hingga larut malam.


Kemudian Dirgo mendapat kabar dari salah satu temannya jika Gavin saat ini tengah berada di sebuah Club Malam yang memang menjadi tempat langganan mereka dan pemiliknya juga adalah teman mereka.


"Tuan, anda kenapa sih?" Batin Dirgo.


"Lagi-lagi masalah" ucap Dirgo. Kemudian dia menyetir mobilnya menuju club malam yang biasa mereka tuju.


Sesampainya Dirgo di club tersebut, dia pun segera berlari masuk dan menanyakan kepada temannya dimana Gavin berada. Disana kemerlap-kemerlip lampu berwarna-warni terlihat sangat heboh, dengan dentuman musik yang sangat kuat, tentunya bising, tetapi bagi penikmat club malam tersebut itu sangat menyenangkan.


"Lihat itu Gavin, sudah lama sekali dia tidak kesini?" Ucap pemilik club malam.


"Aku tidak tau mengapa dia begini, sudah berapa lama dia disini" Dirgo mengamati Gavin dari kejauhan, saat ini Gavin sudah di kelilingin dua orang wanita penghibur, yang memang sudah mengenal Gavin dari dulu.


"Apa kau ingin bergabung dengannya?" Tanya pemilik club sambil melihat kearah Gavin yang terlihat tertawa bersama kedua wanita itu, tetapi dengan raut wajah tidak nyaman.


"Tidak, aku hanya akan menjemputnya" ucap Dirgo, kalau sampai Dirgo ikutan maka, siapa yang akan mengurus Gavin begitu lah yang dia pikirkan.


*****


Waktu sudah menujukan tengah malam. Kepala pelayan Gou sedang dibuat ketakutan oleh Mona yang tidak pulang-pulang dari tadi dia bilang ingin keluar, setelah Gavin memarahinya.


Kemudian kepala pelayan Gou menelepon Dirgo.


Triinnggg!

__ADS_1


Bunyi ponsel Dirgo yang juga bergetar dalam saku celana, jika tidak bergetar maka Dirgo pun tidak tau ada yang meneleponnya. Karena suara musik tentunya.


Panggilan tersambung.


"Tuan Dirgo" panggil kepala pelayan Gou.


"Hah, halo, halo" teriak Dirgo yang tidak kedengaran karena suara detuman musik lebih kuat dari pada suara ditelepon.


Akhirnya Dirgo pun berlari keluar, mencari tempat yang suara musiknya tidak terlalu terdengar, memang club ini sangat Mewah, karena menyediakan tempat yang kedap suara musik, untuk mereka bagi penelepon, seperti yang Dirgo alami.


"Halo kepala pelayan Gou"


"Ada apa?"


"Maaf tuan Dirgo, saat ini tuan besar belum juga pulang dan satu lagi masalah besar nona muda!" Ucap Kepala pelayan Gou sambil ketakutan, jantungnya berdebar kencang.


"Apa lagi ini" batin Dirgo.


"Tunggu saya kesana" ucap Dirgo dengan nada dingin.


"Baik tuan" jawab kepala pelayan Gou. Sedangkan saat ini mama Vany sedang tidak berada dirumah, dia sedang berpesta bersama teman-teman sosialitanya.


Dirgo pun segera masuk kedalam club, melihat Gavin yang sudah sangat mabok akan minuman tidak bermanfaat itu, bahkan dapat merusak organ-organ dalam tubuh.


Dirgo mendekati Gavin, berusaha untuk memapah Gavin yang sudah sangat terkapar disofa tersebut, dengan kedua wanita yang sedang ingin mengarai Gavin.

__ADS_1


"Pergi kalian" usir Dirgo dengan nada tinggi.


Membuat kedua wanita itu ketakutan dan langsung pergi, padahal dulu juga Dirgo penikmatnya. Tetapi saat ini Dirgo sudah bertobat.


"Bau sekali anda tuan" ucap Dirgo yang memapah Gavin untuk segera keluar dari club malam tersebut.


Andaikan Gavin mendengar itu mungkin, Gavin akan mencubit mulut Dirgo.


Dengan tubuh Gavin yang lumayan besar, membuat Dirgo kewalahan membawanya, untungnya bisa sampai ke mobilnya.


Gavin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kebetulan saat itu jalanan sudah sepi, hanya beberapa mobil yang berlalu lalang.


Sesampainya dirumah Gavin, Dirgo berusaha membawa Gavin keluar dari mobil.


"Mona" panggil Gavin yang tiba-tiba bergerak lalu membelai wajah Dirgo pada saat Dirgo memapahnya. Dirgo merasa sangat geli dan jijik, karena itu sangat melenceng bagi Dirgo dan jika Gavin sadar akan yang dia lakukan, dia sendiri pun akan mengutuk dirinya.


"Tuan, sadar tuan, ini saya Dirgo bukan nona!" Sambil menepuk sedikit wajah Gavin, kemudian Gavin pun melemah lagi.


"Haduh, tuan sudah sangat mabok!"


"Merepotkan saja" gumam Dirgo.


Para pelayan dan kepala pelayan Gou pun segera membantu Dirgo memapah Gavin, malahan saat ini para pelayan la yang membawa Gavin.


"Dimana nyonya besar" tanya Dirgo ke kepala pelayan Gou.

__ADS_1


"Sedang berpesta dengan teman-temannya tuan Dirgo, besok baru pulang!" Ucap kepala pelayan Gou.


Dirgo hanya menanggapin dengan anggukkan kepala.


__ADS_2