Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
Extra Part Lagi


__ADS_3

Mona sudah berpenampilan rapi dengan gaun berwarna hitam yang sengaja dipilihnya untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan yang megah. Dia memilih gaun tersebut agar dapat menghalangi badan dia yang kini terlihat besar, serta lengan bahu yang lebar.


"Aku nampak besar enggak?" Tanya Mona pada Gavin yang sedang memakai jas yang senada dengan gaun Mona.


"Kamu enggak besar sayang, cuma nampak gendut saja dan buncit" sambil mengelus perut Mona yang membusung kedepan.


Mona terlihat tidak suka jika Gavin mengkatakan bahwa dia gendut, walau itu karena kondisi dia sedang hamil 9 bulan, seharusnya Mona sudah dirumah saja menanti kelahiran bayinya ini, hanya saja ini pernikahan yang sangat penting dia ingin menghadirinya, tidak ingin melewatkannya.


"Papa angan elut-elut pelut mama, nanti dedek bayinya nendang-nendang buat mama akit (papa jangan elus-elus perut mama, nanti dedek bayinya nendang-nendang buat mama sakit)" tegur Arion.


"Kan da Avin kata, Avin enggak mok dedek lagi (kan sudah Arvin kata, Arvin enggak mau dedek lagi)" ucap Arvin yang sama-sama belum terlalu lancar bicaranya, pelafalan kata yang tidak jelas.


Gavin hanya terkekeh melihat kedua anaknya yang semakin tampan.


Mona hanya melotot kearah Gavin yang membuat ulah, ingin mendapatkan anak lagi, padahal Mona inginnya jika Arvin dan Arion sudah 5 tahun, sedangkan saat ini Arvin dan Arion baru berusia 2 tahun 6 bulan.


"Kalian harus sayang pada adik kalian ya jika nanti sudah lahir!" ucap Mona kepada anak-anaknya.


"Siap ma!" Mereka menjawabnya serempak.


"Anak papa memang pintar!"


Arvin memang awalnya menolak hadirnya adik lagi didalam keluarganya, tetapi Arion sangat bahagia, tetapi keduanya tetap sangat-sangat membantu Mona dalam kehamilan ini, Arvin juga suka berbicara pada adik dalam perut mamanya, begitu juga Arion.


"Kalian sudah siap?" Tanya seorang wanita parubaya yang datang kekamar menantunya.


"Nenek" teriak Arvin dan Arion bersamaan.


"Sudah ma!" jawab Mona.


"Ayo ma, jalan!" Gavin pun seperti pemimpin yang memimpin jalan, berjalan didepan.


"Kamu, hati-hati ya perut sudah besar gini, nanti meletus pula dipesta!" Goda mama Vany.


"Agh, mama ada-ada saja!"


"Semoga enggak lah ma!"


"Mama juga berharap begitu"


Mama Vany sambil terkekeh berjalan bersama dengan menantunya.


*****

__ADS_1


"Selamat ya, langgeng sampai kakek nenek!" Ucap Mona pada pengantin wanitanya yang terlihat sangat cantik.


"Nona, terima kasih!" ucap pengantin wanitanya.


"Jangan panggil nona lagi, panggil saja kakak, kita saudara!"


"Terima kasih kak!"


"Selamat ya Dirgo, Friska, nanti buat anaknya yang seperti punya ku ya!" Gavin mengejek ke pengantin.


"Terima kasih tuan!" Dirgo menjawabnya.


"Selamat ya Dirgo, Friska!" Mama Vany juga memberikan selamat.


"Terima kasih nyonya" Friska menjawab sembari menunduk anggukkan sedikit kepalanya seperti memberi hormat, begitu juga Dirgo.


Ya, yang menikah adalah Dirgo dan Friska, mereka diam-diam menjalan cinta, hingga akhirnya mereka menikah. Dirgo dan Friska sangat bahagia karena anggota keluarga Gavin hadir semua dan keluarga mereka yang ada.


"Ante (tante)" sapa Arvin dan Arion dengan ceria.


"Kalian akan dapat adik lagi dari tante Friska" goda Gavin.


"Gavin, kau ini" kesal Mona.


"Avin, ndak mau adik lagi" teriak Arvin.


"Ahkkk" rintih Mona.


"Sepertinya aku mau melahirkan, terasa ketuban ku sudah pecah, padahal tidak ada tanda-tanda kontraksi" terang Mona.


Seketika yang berada disana pun panik semua, Gavin pun segera mengendong Mona ala bride style dia tergesa-gesa tanpa memperdulikan lagi orang-orang disekitar dia, bahkan berpamitan dengan pengantinnya pun tidak ada. Sedangkan kedua anaknya berada dalam pengawasan neneknya.


Dirgo dan Friska pun panik melihat kondisi Mona. Hanya saja mereka tidak bisa meninggalkan acara mereka, mereka pun melanjutkan acaranya.


"Mama kenapa nek?" Tanya Arion.


"Kamu akan segera melihat adikmu!" Terang neneknya.


"Huh" tersimpan rasa khawatir di diri Arion memikirkan mamanya.


Perlahan tapi pasti Mona merasakan lagi akan sakitnya melahirkan untuk kedua kalinya.


*****

__ADS_1


1 tahun berlalu dari Mona yang melahirkan anak keduanya. Bukan kedua tetapi ketiga hanya kelahiran kedua.


Anaya Vilar kini telah berusia 1 tahun, sedangkan Arvin dan Arion telah berusia 3 tahun 6 bulan, mereka sangat protektif terhadap adik perempuannya ini.


"Dede jangan" bentak Arvin karena Anaya ingin mengambil vas bunga.


Dengan cepat Arion membantu Arvin untuk mengendong adiknya pergi.


Mona dan Gavin dari kejauhan memperhatikan mereka, sangat bangga akan hal itu. Termasuk mama Vany yang sangat bahagia dengan keluarganya saat ini.


"Tante" teriak Arion dan Arvin melihat kedatangan Friska dan Dirgo.


"Perut tante pasti ada dedek bayi" ucap Arion sambil mengelus perut buncit milik Friska.


"Iya sayang" senyum mereka Friska dan Dirgo.


"Sama kayak mama waktu itu" ucap Arvin.


Semuanya terkekeh mendengar penuturan Arvin yang sepertinya tidak menerima seorang adik, tetapi dia yang paling proktektif terhadap adik-adiknya.


Kini Friska tengah mengandung 7 bulan, tinggal 2 bulan lagi masa melahirkannya.


Dia sendiri sudah sangat tidak sabar menanti calon buah hatinya untuk melihat dunia luar.


šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™


Teman-teman maaf ya jika extra partnya tidak memuaskan.


Terima kasih atas dukungan kalian semua šŸ™


Teman2 dukung aku lagi di karya ku yang lain ya!


Ini karya ku yang lain berjudul


"Brondong Idaman"


itu sekuel dari "Menikahi Supir Billionaire"



dan ini karya ku yang lainnya


"Ibu Tunggal"

__ADS_1



terima kasih šŸ™šŸ™


__ADS_2