
Dibandara Mona dan Gavin diantar oleh Friska, bu Surti dan pak Parto.
Kedua asisten rumah tangga Mona di berikan kesempatan untuk menemani majikannya untuk pulang mengikuti suaminya.
Setelah, pesan dan pesan selesai, Mona, Gavin dan Dirgo pun segera memasuki jet pribadi mereka.
"Kamu siap?" Tanya Gavin.
"Tentu!" Ucap Mona.
Dia merasa seperti pertama kali akan bertemu mertuanya lagi, dia takut mertuanya menganggap dia wanita tidak baik, hanya karena sekali pertengkaran, dia sudah langsung pergi dari rumah, tetapi tentu mertuanya akan sangat senang akan hal itu.
"Aku bodoh, kenapa harus pergi dari rumah saat itu" batin Mona melihat keluar jendela pesawat. Merutuki kebodohannya sendiri.
"Pasti mama Vany akan semaki mencaci ku" batin Mona lagi.
"Tapi aku juga tidak boleh berpikiran buruk begitu terhadap mama Vany" batin Mona lagi yang selalu berbicara pad diri sendiri.
Disampingnya Gavin memperhatikan Mona tanpa berkedip.
"Apa yang kamu lihat" tanya Mona yang tiba-tiba saja menoleh kearah Gavin.
"Melihat kamu melamun" ucap Gavin dengan santainya.
"Sudah sini tidur" Gavin menepuk bahunya, bermaksud agar Mona mau menyandarkan kepalanya dibahu Gavin.
"Hmm" gumam Mona, tetapi sedetik kemudian Mona pun menyandarkan kepalanya ke bahu Gavin.
Gavin mengelus rambut Mona dengan sayangnya. Membuat Mona dengan cepat terlelap.
*****
Beberapa waktu berlalu.
__ADS_1
"Hoammmm" Mona menguap.
"Ini dimana?" Tanya Mona yang belum tau jika dia sudah sampai ditujuan.
"Kita sudah sampai" ucap Gavin dengan santainya, kemudian mengenggam tangan Mona, menariknya segera masuk kedalam rumah.
"Tuan ini" gerutu Dirgo yang selalu ditinggal Gavin, seakan hanya menjadi ekor Gavin saja.
Kemudian Dirgo memilih langsung meninggalkan kediaman Gavin, menuju rumah kesayangannya.
Hanya sayangnya dirumah itu belum ada seseorang yang menunggunya pulang.
Hanya asisten rumah tangga yang merawat rumah itu.
*****
"Mengapa kau bawa pulang dia?" Tanya Mama Vany yang tiba-tiba saja muncul.
"Agh, sudahlah terserah" ucap sang mama.
Mona hanya bisa diam saja tanpa berani berucap, dia takut salah dan dia juga tau kesalahan dia, dia sendiri sangat menyesali kenapa dia harus pergi saat itu dari rumah ini.
"Oh, ya ma! Mona hamil, dan jangan pernah katakan jika Mona tidak bisa mempunyai anak!" Ucap Gavin dengan tajam, seperti memperingatkan mamanya.
"Aku tidak perduli akan hal itu, dia yang hamil bukan aku!" Ucap sang mama dengan sinis.
"Bukannya mama menginginkan cucu" tanya Gavin.
"Iya" jawab mamanya kemudian pergi meninggalkan Gavin dan Mona.
Mama Vany mendengarkan Mona hamil, tetapi tidak ada expresi atau respon dari mama Vany atas kehamilan Mona.
Mona merasa sedih karena sepertinya kehadirannya saat ini tidak diterima oleh mama Vany, padahal memang dari awal ya begitu.
__ADS_1
*****
Tiba-tiba saja, Rebeca datang ke istana mewah Gavin, ketika Mendengar kepulangan Gavin dari salah satu pelayan dirumah Gavin.
"Gavin, kenapa kau membawa wanita ini pulang" ucap Rebeca tiba-tiba saja. Yang masih berada didepan pintu utama.
"Wanita ini sudah meninggalkan mu" ucap Rebeca lagi yang tanpa ditanggapi oleh Gavin.
"Kau belum puas menganggu rumah tangga ku, masih saja datang menemui suami ku, apa kau tidak tau malu, apa urat malu mu sudah terputus, hingga rasa malu mu sama sekali tidak ada!" Begitu pedasnya ucap Mona terhadap Rebeca.
"Kau diam saja, kau wanita tidak berguna!"
"Apa yang kau maksud tidak berguna" ucap Gavin yang sudah tidak bisa diam melihat saja.
"Mona saat ini tengah mengandung anakku, pergi kau dari sini, jangan membuat istri ku merasa tidak enak karena kehadiran mu!" Bentak Gavin dengan kasarnya.
"Pergi" usir Mona lagi, membuat Rebeca benar-benar merasa malu, atas apa yang suami istri ini lakukan.
Rebeca tidak percaya jika Mona masih bisa hamil saat ini, bagi dia, dunia ini terlalu kejam kepadanya, karena selama ini dia menunggu kesempatan untuk mendapatkan Gavin, jika Mona tidak kembali, atau pun Mona hamil.
"Akkkkhhhh" teriak Rebeca memukur stir mobilnya, yang masih berada didepan rumah Gavin.
*****
"Sayang, kamu Galak sekali!" Ucap Gavin mengoda Mona!"
"Apa kau bilang?" Tanya Mona dengan menatap tajam Gavin.
"Tidak" ucap Gavin.
"Aku begini karena akan selalu mempertahankan apa yang ku miliki, dari beberapa hari lalu, aku sudah mempelajarinya, dan kau, papa dari anak ku tentu harus selalu bersama kami!" Ucap Mona mengusap perut anaknya.
"Pintar mama mu nak" ucap Gavin dengan mengusap perut rata Mona.
__ADS_1