Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
22. Penjelasan Gavin


__ADS_3

Saat ini Gavin dan Mona berada disebuah hotel berbintang yang sangat mewah, sebenarnya hotel ini juga milik Gavin, hanya saja Gavin tidak memberitahu kepada Mona.


Mona terdiam melihat Gavin, begitu juga Gavin, dia juga terdiam, yang mereka lakukan hanya saling melihat.


"Hm" suara mereka bersamaan membuka mulutnya untuk mulai berbicara.


"Kamu duluan" ucap Gavin.


"Kamu saja, aku butuh penjelasan mu!" Jawab Mona.


Sesaat kemudian didalam kamar hotel tersebut mereka berdua terdiam, Gavin memikirkan bagaimana cara dia menyampaikan agar Mona tidak marah terhadapnya.


Mona menanti penjelasan Gavin. Dengan meletakkan kedua tangannya didagu, sambil melihat lurus kemuka Gavin, membuat Gavin salah tingkah.


"Aku senang, kamu bisa cepat melupakan masalah yang baru saja terjadi" senyum Gavin.


"Tidak, aku hanya berusaha menutupinnya saja, aku tidak ingin terpuruk lagi dan disamping aku sekarang ada kamu"


Mendengar perkataan Mona membuat Gavin menjadi malu-malu.


"Ok, aku akan bercerita sekarang tentang siapa aku sebenarnya dan bagaimana bisa sampai aku menjadi supir pribadi mu saat ini" ucap Gavin mulai tegas.


Mona yang mendengar suara Gavin yang mulai tegas merasa bahwa Gavin orang yang sangat berwibawa.


"Jadi nama lengkap ku Gavin Alvaro Vilar, aku seorang pemimpin di King Group, kamu ingat dulu orang yang menolonh kita disaat kamu diculik, itu Dirgo, asisten pribadi ku, dia yang selama ini membantu ku, diperusahaan yang ku tinggalkan dan selama aku bersama mu, seperti kejadian dihotel, aku juga sudah kehilang jejak mu, tetapi karena Dirgo IT yang sangat hebat yang kami punya, kamu dimana itu sangat mudah ditemukan. Aku anak pertama, tentunya kamu tau pemilik keluarga Vilar yang sah hanya aku anak pertama dari papa ku, dan papa ku tentu kalian diluar sana sudah tau, kalau beliau sudah lama tiada. Selama ini aku pergi dari rumah karena mama" cerita Gavin dengan santai.


Flashback On

__ADS_1


"Gavin, hari ini kamu akan mama jodohkan dengan anak teman mama" ucap sang mama.


"Enggak ma, aku enggak mau, aku bisa cari sendiri" ucap Gavin tegas dan menentang apa yang mamanya katakan.


"Mama hanya ingin perusahaan kita bisa bergabung diperusahaannya, mereka memiliki perusahaan berlian" ucap sang mama yang memang sangat serakah akan harta, padahal dia sudah menjadi keluarga yang sangat kaya raya.


"Apa tidak cukup mama dengan harta yang kita miliki sekarang?" Tanya Gavin lebih meninggi suaranya.


"Tidak, kalau kekayaan kita bisa lebih luas kenapa tidak, walau dengan satu-satu cara kamu harus menikah dengan anak teman mama itu, mereka juga keluarga yang terkenal" ucap mama Gavin tidak kalah meninggi suaranya.


"Enggak ma, Gavin enggak mau!"


"Mama enggak mau tau besok kamu harus bertunangan dengan Rebeca Juan Miler, mama sudah mengatur semuanya!" Ucap mama Gavin tidak kalah meninggi, malah makin meninggi.


Mama Gavin bernama Stevany Vilar biasa dipanggil Vany, setelah menikah dengan papa Gavin yang bernama Cristo Al Vilar maka secara langsung menyandang nama belakang keluarga Vilar.


Ketika itu salah satu pelayan rumah mereka menemukan sebuah surat.


Isi surat Gavin.


"Ma, Gavin tidak mau dijodohkan dengan wanita seperti Rebeca yang juga gila harta, Gavin ingin mencari wanita yang tulus kepada Gavin"


Gavin


"Sialaaaaaannnnn, anak itu buat aku malu saja" teriakkan mama vany mengema.


Pelayan yang memberikan surat itu pun ketakutan.

__ADS_1


Dan beberapa pelayan juga merasa sangat takut.


"Cari pelayan yang menjaga kamar Gavin" perintah mama Vany kepada kepala pelayan.


"Ini nyonya" kata kepala pelayan takut-takut.


"Pecat dia" langsung meminta kepala pelayan memecat pelayan yang khusus menjaga kamar Gavin.


"Maaf nyonya, jangan pecat saya, saya butuh biaya untuk pengobatan anak saya" pelayan tersebut terus memohon.


Tetapi mama Vany tidak perduli, dia wanita yang sangat kejam, tidak peka terhadap sesama, yang dia perlukan hanyalah harta dan harta saja.


Flashback off


"Apa kamu tidak marah?" Tanya Gavin pura-pura terhadap Mona.


"Hm" Mona menghelakan nafasnya kuat.


"Aku tidak tau harus marah atau kah senang menikah dengan seorang bos besar seperti mu, tetapi dari kamu menjadi supir sekaligus suamiku aku sudah menerimanya dengan ikhlas" Mona sudah berpikir dengan tenangnya dia harus bagaimana terhadap Gavin. Dia hanya menetralkan pikirannya.


"Sekarang kamu memang sudah menjadi suami ku, tetapi ingat 1 hal aku tidak memcintai mu bos" ucap Mona sambil bercanda.


"Aku bukan bos mu, tetapi suami mu" jawab Gavin tidak mau kalah.


Ketika Mona berkata tidak mencintai Gavin, hati Gavin sesaat terasa seperti tertusuk, walau Gavin sendiri tidak tau, apa kah dia mencintai Mona duluan.


"Aku sudah curiga ketika melihat isi dompet mu, ingat waktu dompet mu ketinggalan?" Tanya Mona.

__ADS_1


Mona memikirkan selama ini Gavin selalu melindunginnya dalam kondisi apa pun, untuk apa dia marah, dia hanya ingin menutupi identitasnya dari keluarga Vilar.


__ADS_2