Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
63. Tersangka


__ADS_3

Gavin meminta Dirgo untuk segera menyelidiki kasus yang menimpak Mona, hingga dia dan Mona harus kehilangan calon anak mereka.


Mona masih sangat bersedih atas kehilangan calon anaknya, dia masih tidak ingin makan atau berbicara kepada siapa pun padahal 1 hari sudah berlalu.


"Nona jangan begini terus, ayo Nona harus makan, nona tau kan dokter bilang apa, nona masih bisa mempunyai anak dalam waktu dekat ini" ucap asisten Friska yang sengaja didatangkan oleh Gavin untuk membantu menenangkan dan membujuk Mona seperti dia semula.


Mona hanya mengeleng-gelengkan kepalanya tidak mau bersuara sedikit pun.


Gavin terlihat sangat sedih, karena kepedihan yang dialami Mona.


"Bagaimana bisa dia begitu terus" ucap Gavin untuk Mona.


"Tuan, nona butuh waktu"


"Hanya saja beruntungnya kita, nona tidak sedepresi waktu dia di tinggal oleh orang tuanya"


Gavin membayangkan jika diwaktu itu dia sudah bersama Mona dan melihat istrinya lebih parah dari kondisi sekarang sungguh menyakitkan.


Sungguh banyak usaha yang dilakukan Gavin untuk membuat Mona kembali bersemangat tetapi tetap saja Mona masih tidak mau merespon hal lainnya.


*****


Sedangkan Dirgo yang sekarang berada di istana mewah Gavin lagi menyelidiki pelayan yang membersihkan lantai itu.

__ADS_1


Kepala pelayan Gou lah yang terdahulu dipanggil.


"Kepala pelayan Gou bagaimana ini bisa terjadi, anda sungguh teledor memilih pelayan untuk ditempatkan diposisi yang salah" ucap Dirgo dengan tegas expresi datar yang dia tampilkan.


"Maaf, tuan Dirgo saya tidak tau kalau pelayan yang saya tepatkan ini sangat teledor dengan pekerjaannya hingga menyebab kan tuan besar harus kehilangan calon anaknya"


"Kamu sadar itu"


"Siapa pelayan itu?" Tanya Dirgo geram.


"Pelayannya bernama Sunny, dia memang pelayan baru, baru saya terima atas persetujuan nyonya besar kira-kira 2 bulan lalu"


"Panggil dia sekarang" nada tinggi Dirgo.


Dirgo benar-benar kesal, hingga kejadian begitu saja bisa terjadi dirumah Gavin.


"Kamu pelayan Sunny" tanya Dirgo nada sedikit tinggi.


Pelayanan Sunny menatap Dirgo dengan takut-takut, hingga dia tidak berani mengangkat kepalanya.


"Sudah tau kesalahan mu?" Tanya Dirgo lebih menoleh kearah pelayan wanita itu. Pelayan Sunny tidak lah terlalu tua, berkisaran 30 tahunan.


"Jawab" teriak Dirgo.

__ADS_1


"I-ya tu-an Dirgo"jawab pelayan Sunny ketakutan.


"Mengapa kamu bisa seteledor itu" bentak Dirgo.


Kepala pelayan Gou yang berada disana pun menjadi takut akan terkena imbasnya.


"Tuan Dirgo saja menakutkan, apa lagi tuan besar Gavin yang menyelesaikan masalah ini"


"Sungguh orang yang berada dikeluarga Vilar menakutkan" batin kepala pelayan Gou.


"Ma-af tu-an Dir-go, saya kemarin kepikiran dengan anak saya hingga lebih banyak melamun" jawab pelayan Sunny terbata-bata di awal.


"Jika kamu tidak bisa bekerja sebaiknya tidak usah bekerja!" Dengan nada tinggi Dirgo berbicara.


"Dan maaf untuk saat ini kau anda mendapat masalah pidana"


"Apa tuan?"


"Ampunin saya tuan"


"Anak saya" ucap pelayan Sunny terputus.


Pelayan Sunny tidak berani mengucapkan kalimat selanjutnya.

__ADS_1


"Anda harus tanggung jawab atas nyawa calon anak Tuan besar Gavin" ucap Dirgo dengan nada tegas, tetap dia juga punya perasaan soal ini.


Akhirnya dengan berat hati Dirgo menyerahkan kasus pelayan Sunny ke kepolisian. Karena ini hal berat yang terjadi pada Mona dikeluarga Gavin.


__ADS_2