
Hawaaaaiiiiii" Friska berteriak sangat heboh, karena bagi dia ini pertama kalinya dia kesini.
"Ssssttttt berisik kamu" ucap Dirgo.
"Ih, nyebelin" Gumam Friska.
"Apa?" Tanya Dirgo menjahili Friska.
"Pantai" mata Mona berbinar, dia sangat menyukai pantai karena disana terdapat banyak kenangan bersama orang tuanya.
"Kamu suka" tanya Gavin kepada Mona.
"Sangat suka"
"Ayo istirahat dulu, nanti baru kita kepantainya" ucap Gavin.
Mereka telah melewati perjalanan yang sangat jauh untuk mencapai tempat yang seindah ini.
Friska nampak kesusahan menyeret kopernya.
"Sialan si Dirgo cowok tapi kog enggak mau bantuin aku sih!" Batin Friska.
Dirgo hanya melihat saja, karena dia sendiri juga keberatan membawa koper dia dan tuannya.
Mereka memilih hotel yang sangat berkelas, lagi-lagi Friska dibuat takjub atas semua yang Gavin berikan.
"Dirgo antar Friska kekamarnya" perintah Gavin.
"Kenapa harus saya tuan" tanya Dirgo yang polos.
"Memangnya harus saya yang mengantar Friska kekamarnya" ucap Gavin sambil memandang Dirgo tajam.
"Tidak tuan, maaf" Dirgo terkekeh.
Mona hanya memukul pelan pundak Gavin, karena pandang Gavin ke Dirgo terlihat mengejamkan.
"Tidak tuan, saya sendiri saja mencari kamar saya" ucap Friska.
__ADS_1
"Saya permisi nona, tuan!" Ucap Friska segera mengyeret koper dan mencari kamar dia, karena letaknya beda arah.
*****
Mereka semua pun kekamar masing-masing tetapi tidak untuk Mona dan Gavin, mereka berada disatu kamar. Kamar yang begitu mewah semua isi dalam kamar tersebut lengkap hingga hal detail sekali pun.
Mona kali ini nampak canggung bersama Gavin, malah sekarang sepertinya Gabin yang menguasai keadaan.
"Aku mau mandi dulu" ucap Mona ragu.
"Iya" 1 kata saja yang keluar dari mulut Gavin.
Mona mandi dengan cepat-cepat karena dia merasa sangat lelah.
Selesai mandi, Mona pun segera naik kekasur untuk tidur.
Bergantian dengan Gavin yang memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, dia juga merasa lelah karena sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh.
Setelah selesai mandi, Gavin keluar dengan pakaian tidur, dia melihat Mona diatas kasur sudah tertidur, pemandangan biasa yang dia lihat hampir setiap hari.
"Kebiasaan" batin Gavin.
Sepertinya otak Gavin sudah mulai nakal.
Gavin pun memilih untuk ikut tidur bersama Mona, dia menaiki kasur, menyelinap pelan-pelan kedalam selimut tebal tersebut, membuat Mona bergerak sedikit, Gavin pun memberhentikan menyelinapnya agar tidak terlalu menganggu Mona, ketika Mona sudah tidak bergerak lagi baru dia masuk lagi dalam selimut.
"Aduh, sial badan jadi kram karena harus jadi patung sesaat hanya untuk wanita yang tidak mencintai ku"
"Eh, bukan! Tetapi belum mencintai ku" batin Gavin.
"Mona, sepertinya aku mencintai mu" ucap Gavin dalam hati yang terdalam.
"Aku akan membuat mu mencintai ku" senyum Gavin ketika dia memandang wajah Mona tanpa berkedip.
*****
Paginya Mona, Gavin, Dirgo dan Friska sudah bersiap menikmati liburan mereka.
__ADS_1
Saat ini Gavin dan Dirgo saling melihat, mereka seakan memberi pesan.
Friska dan Mona tampak binggung memperhatikan tingkah mereka berdua.
Dirgo sepertinya mengerti situasi Gavin. Dia pun menarik Friska untuk menjauh dari tuqn dan nonanya.
"Kita mau kemana! Lepasin" Friska menghempaskan tangannya agar terlepas dari pegangan Dirgo.
"Kemana saja, yang penting kita berdua" ucao Dirgo tanpa mengingat lagi apa yang barusan dikatakan, membuat Friska tercenggang.
"Maksud ku biar bos-bos kita berdua" dengan cepat Dirgo membela dirinya, agar Friska tidak kepedean.
*****
Dilain tempat Gavin dan Mona sedang berjalan berdua, Gavin mencoba untuk menggenggam tangan Mona, tetapi dia masih saja menarik ulur tangannya.
Ketika mereka berjalan menghindari beberapa orang samping kanan kiri, mereka kian berdekatan hingga jari jemari mereka bersentuhan dan saat itu juga Gavin langsung menggenggam tangan Mona, Mona ingin menarik tangannya, tetapi malah dipererat oleh Gavin, akhirnnya Mona menyerah dan wajah Mona pun memerah karena canggung.
Jantung Gavin dan Mona saat ini sama-sama berdetak sangat kencang, hingga membuat mereka serasa sesak nafas.
"Kamu mau itu" Gavin mulai membuka suara, membiarkan dadanya sedikit lebih tenang.
"Hm"
"Mau"
Dengan cepat Gavin mendekat kekedai es krim dan membelikan untuk Mona.
"Terima kasih" Ucap Mona ketika es krimnya sudah ditangan.
*****
Gavin dan Mona kini berada ditepian pantai, menikmati deburan obat pantai, hari ini Mona memakai pakaian pantai yang sedikit seksi, membuat Gavin meneguk salivanya jika membayangkan tubuh Mona terus.
Gavin benar-benar menemanin kemana pun Mona ingin berjalan atau bermain diair.
Mona sangat bahagia menikmati pantai ini, melihat langit yang begitu indah, pantai yang begitu luas, hingga membuat Mona tidak menyadari setiap dia berjalan, selalu saja mengapit lengan Gavin, tetapi disela itu membuat Gavin senang.
__ADS_1
Orang-orang dipantai juga suka melihat pasangan mereka, membuat orang-orang yang melihat takjud dan selalu ada kata mereka serasi.