
Beberapa bulan pun berlalu disetiap bulan Mona sebenarnya berharap jika dia sudah dapat mengandung kembali, namun kenyataanya dia belum juga mengandung, setiap bulan pula Gavin yang memberi dia semangat, tidak untuk putus asa.
Bulan ini Mona telat lagi lebih lama melebih dua bulan, tetapi Mona tidak mau melakukan pengecekan kehamilan lagi, dia takut kecewanya bertambah.
Hari ini hari libur, mereka sedang tidak ada kegiatan hanya sedang bebaring di ranjang mereka yang super itu.
"Sayang" tiba-tiba suara manja Mona memanggil suaminya yang berada disamping, dengan posisi Mona yang masih menatap langit-langit kamarnya.
"Hmm" gumam Gavin, langsung mengtiarapkan badanya mendekati wajah Mona.
"Ada apa??" Tanya Gavin penasaran.
"Aku pengen makan es krim di dekat kantor kita sana, kemarin aku lihat baru buka" ucap Mona nada memohon.
"Lagi malas gerak sayang" ucap Gavin dengan nada malas.
"Ayo lah sayang, please" mohon Mona.
"Aku pengen jalan berdua sama suami ku" ucap Mona dengan manja.
"Kenapa aku tiba-tiba pengen makan es krim ya" batin Mona berpikir tentang keinginannya.
Sebenarnya Mona bukan tipe penyuka makanan atau minuman yang secara berlebihan, jika ada dia makan jika tidak ya tidak dicarinya.
__ADS_1
Tetapi kali ini dia terpikir ingin makan es krim, bahkan di pikirannya kali ini dia habis makan es krim, pengen makan steak lagi.
"Mau pergi apa tidak?" Tanya Mona lagi.
"Kalau tidak mau, jangan salahkan aku jika aku ketemu cowok ganteng yang masih muda diluar sana ya" antara mengancam dan mengoda Gavin.
"Tidak akan aku biarkan cowok mana pun dekati kamu, sampai itu terjadi maka mukanya akan penuh tinjuan ku" Gavin memperagakan meninju.
"Kasar sekali kamu, kan mereka tidak salah"
"Huh" keluh Mona.
"Aku hanya menjaga hak ku" ucap Gavin kemudian mengelus rambut Mona.
"Ya sudah ayo siap-siap"
"Go" teriak Mona girang.
Mereka pun bersiap hanya untuk menganti pakaian yang lebih pantas dan tentunya santai.
Gavin mengambil kunci mobil ferrari sportnya yang berwarna merah, dengan memakai celana pendek serta kaos biasa tanpa kerah yang berwarna navi membuat dada bidangnya tercetak sempurna.
Mona juga memakai dress santai dengan warna yang sama dengan kaos Gavin.
__ADS_1
Gavin kemudian menuju garasi mobilnya dan ketika sudah melihat Mona datang, dia berputar dari depan mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Mona masuk.
Sesaat dia tersenyum akan hal yang memang sudah dia biasa lakukan, hanya saja tiba-tiba saat ini dia teringat dengan kegiatan dia waktu menjadi supir Mona, bagi dia menjadi supir Mona atau menjadi suami Mona saat ini sangat menyenangkan.
"Silakan masuk tuan putri" ucap Gavin mempersilakan Mona memasuki mobilnya.
"Terima kasih tuan yang ganteng" ucap Mona sambil tersenyum.
Gavin kemudian masuk dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedang, suasana hening diantara mereka.
"Ehmm" suara Gavin memecah keheningan didalam mobil.
"Macam pacaran ya kita, macam ini suasananya, kayak malu-malu bersuara" ucap Gavin dengan santai.
"Hahaha"
"Sudah tua, enggak boleh pacaran lagi, lihat kamu ada rambut putih itu" ejek Mona kepada Gavin dengan menjulurkan lidahnya.
"Kayak kamu saja masih muda?"
"Tentu donk, aku masih muda" puji Mona pada diri sendiri.
Tadinya Mona diam saja dia memikirkan dirinya, apakah saat ini dia sudah mengandung, hingga tiba-tiba saja kepikiran pengen makan ini dan itu.
__ADS_1
Tetapi di waktu dia masih gadis dia juga sempat begitu menjelang mau menerima tamu bulanan, bakhan 1 minggu sebelum mau terima tamu bulanannya, dia sangat banyak keinginan yang ingin dia makan dan juga makan dengan porsi banyak, hanya saja beruntungnya Mona badannya tidak bertambah gemuk.