
Selesai pembicaraan Mona dan Gavin mereka memutuskan untuk segera tidur, karena waktu juga sudah menujukan pukul 11 malam waktu setempat.
Tetapi dalam tidur Mona terlihat gelisah padahal baru 1 jam lebih tidurnya.
Mona pun bangun dan duduk, dia memegangi perutnya.
"Duuhh" gumam Mona.
Kemudian Mona membangunkan Gavin, dengan mengoyang-goyangkan badan Gavin.
"Sayang bangun" ucap Mona ditelingga Gavin, seketika Gavin bangun dengan cepat.
Gavin sangat ingin menjadi suami siaga.
"Kenapa, kamu sakit perutkah, mau melahirkan kah?" Tanya Gavin yang mulai panik.
"Tidak" Mona mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku mau" kata-kata Mona terputus dia sedang berpikir sejenak ingin mengatakan sesuatu.
"Aku mau makan pizza, dengan toping jagung, sosis, keju, semua toping lah yang banyak" ucap Mona sambil memperagakan banyak dengan melebarkan kedua tangannya hingga membuat Gavin sedikit menyingkirkan tubuhnya.
"Ini kamu ngidam atau lapar?" Tanya Gavin penuh selidik
"Ini sudah malam, makan apa yang ada didapur ya!"
"Enggak! Aku mau pizza" Mona berkata sambil memajukan bibirnya seperti anak kecil yang mengambek terhadap mamanya karena tidak di belikan es krim.
"Haruskah pizza?" Tanya Gavin
"Harus!" Ucap Mona dengan semangatnya, berbicara saja dia sudah menelan salivanya.
"Ya sudah, aku minta kepala pelayan Gou yang beli saja ya!"
"Enggak, aku maunya kamu yang beli" enggak tau mengapa Mona sangat ingin Gavin yang membelikannya tidak orang lain.
"Aku kan menjaga kamu!"
"Aku bisa jaga diriku sendiri" ucap Mona.
"Cepat belikan" teriak Mona dengan suara manja.
__ADS_1
"Iya, iya, iya deh!" Ucap Gavin, kemudian dia memakai bajunya dan mencari kunci mobilnya kemudian dengan cepat dia berlari keparkiran untuk mencari apa yang istrinya mau.
*****
"Dirgo" panggil Gavin dengan suara keras diseberang telepon.
"Keluar sekarang, aku didepan rumah mu"
Dirgo yang belum sadar sepenuhnya pun terkejut, mendengar Gavin yang sudah berada didepan rumahnya, dia pun langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Baik tuan" ucap Dirgo langsung meletakan ponselnya diranjang.
"Agh, tuan ini kenapa sih telepon malam-malam begini, ini waktu tidur ku" gerutu Dirgo dengan kelakuan Gavin.
Gavin menelepon Dirgo meminta Dirgo untuk menemaninnya mencari pizza karena Gavin benar-benar tidak tau harus membeli dimana.
"Tuan, untuk apa anda kesini di jam 1 malam!" Ta ya Dirgo penasaran.
"Apa tuan kurang kerjaan, tidak menjaga nona?" Tanya Dirgo.
"Cepat masuk, nanti aku jelaskan!" Ucap Gavin memasak Dirgo untuk segera masuk kedalam mobilnya, tetapi sebelumnya Gavin sudah menukar posisinya diposisi duduk sebelah supir, dia tidak mau menjadi supir.
"Untuk apa kau menangis!" Tanya Gavin melihat Dirgo yang mengusap-ngusap airmatanya.
"Tuan ini karena aku masih mengantuk!" Kesal Dirgo.
"Dan satu lagi, jangan sampai kamu menabrakan diri kemana pun, karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang papa, ingat itu! Bagaimana nanti anak ku tanpa seorang papa!"
"Ada aku tuan" jawab Dirgo dengan santai.
Plekkkk! Kepala Dirgo dipukul pelan pakai tangan oleh Gavin.
"Enak saja kau bilang!" Geram Gavin, padahalnya maksud Dirgo, dia bantu menjaga anak-anak Gavin jika tidak ada Gavin, bukan memiliki keluarga Gavin.
"Lalu kita!" Tanya Dirgo.
"Cari pizza!" Jawab Gavin.
"Apa tuan, semalam ini cari pizza??"
"Iya, ini karena Mona"
__ADS_1
"Ini tugas tuan" celetuk Dirgo.
"Kau harus membantu ku"
Puas mereka berkelilingan hingga daerah yang jauh, banyak sekali tempat yang tidak buka, untung saja masih ada 1 gerai yang buka, dengan cepatlah mereka turun untuk membeli pizza pesanan Mona.
Setelah selesai membeli, Gavin langsung meminta Dirgo mengantarnya pulang, waktu juga sudah menujukan pukul 3.30 waktu untuk menjelang subuh.
"Ini sih istrinya yang hamil, aku yang repot" batin Dirgo.
"Kenapa kamu?" Tanya Gavin, seakan tau apa yang Dirgo pikirkan.
"Tuan sudah sampai silakan turun!" Ucap Dirgo dengan cepat mengalihkan pembicaraan.
"Kamu mengusirku?" Tanya Gavin melotot.
"Tidak tuan, nona sudah menunggu!" Ucap Dirgo cenggesan.
Gavin yang ingat akan Mona yang meminta makan pun segera berlari keluar tanpa berkata-kata lagi kepada Dirgo.
"Hadeh, tuan ini" keluh Dirgo. Kemudian dia membawa mobil Gavin untuk pulang kerumahnya, melanjutkan tidurnya.
*****
Sesampai dikamarnya, Gavin melihat Mona sudah tertidur sangat nyenyak, hingga dia tidak tega membangunkan Mona, dia melihat kotak pizza yang dibawa oleh tangan kekarnya itu.
"Apa istri ku mengerjai aku" batin Gavin.
Tetapi sebenarnya Mona sudah sangat lapar menunggu Gavin datang, akhirnya dia terpaksa membangunkan pelayan Dina untuk membuatkannya makanan. Kalau tidak dalam kondisi hamil besar gitu, Mona tidak akan meminta bantuan pelayannya, apa lagi sudah malam begitu, bagi Mona, mereka juga butuh istirahat.
"Lalu ini bagaimana, kalau aku bangunkan akan sangat kasian Mona!" Batin Gavin, kemudian dia meletakkan pizza itu diatas meja dekat dengan ranjang mereka.
Gavin yang merasa ngantuk pun ingin segera tidur. Dia sangat lelah untuk perjalanan subuh ini. Tetapi sebelum tidur, dia menyempatkan diri untuk menyapa anaknya yang berada dalam perut istrinya terlebih dahulu.
"Anak papa tidur ya sayang" ucap Gavin didepan perut buncit istrinya, kemudian menciumi perut buncit itu dan mencium kening istrinya, Gavin memandang dalam kewajah Mona. Seperti perasaan campur aduk yang Gavin rasa.
maaf teman-teman telat up nya.
karena semalam sinyal enggak lancar.
terima kasih semuanya sudah membaca dan mendukung saya šššš¤š¤š¤
__ADS_1