Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
31. Tante Dewi Membawa Teman Laki-laki


__ADS_3

Mona dan Gavin sedang bercerita tentang Friska dan Dirgo yang berada di kota X, enggak tau apa yang mereka lakukan.


"Mona" Mona pun langsung melihat kearah suara, tante dewi yang tiba-tiba saja datang entah habis kemana seharian ini.


Mona mengetahui jika tantenya setiap hari tidak berada dirumah, selalu saja pergi jalan-jalan.


"Tante"


"Mona kenalkan ini teman dekat tante om Lukas, teman dekat tante!" Ucap sang tante memperkenalkan orang yang dibawanya.


"Lukas!" Kata pria tersebut sambil memandang Mona dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Mona, keponakan tante Dewi"


"Gavin" Gavin memperhatikan tatapan mata Lukas.


"Ini suami saya" ucap Mona memberitahu Lukas kalau Gavin suaminya.


Tentu Gavin sangat bangga dengan status tersebut apalagi Mona yang mengatakan langsung.


"Ayo duduk, kenapa berdiri terus" ajak tante Dewi untuk duduk sama-sama diruang tamu.


"Tante habis dari mana, kog baru kali ini membawa om Lukas kesini?" Tanya Mona penasaran.


"Hm"


"Itu"


"Tante habis dari rumah om Lukas!" Ucap sang tante.


"Iya kan sayang" ucap Dewi dengan manja ke Lukas.


"Iya" jawab Lukas.


"Tante sama om sudah lama bersama?" Tanya Mona mulai penasaran atau rasa ingin taunya meninggi seperti anak kecil yang baru beranjak dewasa, atau seperti jaman now dinamain "kepo"


"Iya kami sudah bersama selama 5 tahun belakangan ini, hanya Lukas selalu sibuk!" Ucap sang tante memegang tangan Lukas.


"Iya, om sangat sibuk Mona" Lukas pun memandang penuh arti ke Dewi.


"Kapan om dan tante mau meresmikan hubungan ini?" Tanya Mona dengan penuh harap tantenya memberi jawaban yang dia inginkan.


"Belum, tante masih banyak yang belum dicapai" tante Dewi tersenyum penuh arti, entah apa dibalik senyumnya itu.

__ADS_1


"Iya, om enggak mau menghambat apa yang tante mu inginkan!" Ucap Lukas dengan tulus kepada Dewi.


"Apa tante masih memikirkan Mona?"


"Mona sudah besar tante, sudah memiliki suami, tante tenang saja untuk meninggalkan Mona!" Ucap Mona mengyakinkan tantenya untuk mengambil pilihan. Mona melihat kearah Gavin, Gavin tersenyum tampan, disana dia hanya mendengarkan istri dan keluarga istrinya berbicara.


"Hm"


"Tidak Mona, tante belum mau saja, tujuan tante belum tercapai!"


"Hm"


"Ya sudah, Mona tidak memaksa tante"


"Apa tujuan tante"


"Suatu saat kamu juga akan tau Mona" ucap tantenya datar.


"Sayang kamu lapar tidak!" Mengarahkan pembicaraan ke Lukas.


"Sedikit" ucap Lukas.


"Ayo kita kedapur, meminta bik Surti memasak!"


"Mona, tante ke dapur dulu ya!"


Tante dewi dan om Lukas pun segera menuju ke dapur.


"Aku tidak suka Lukas itu" ucap spontan Gavin.


"Kenapa" tanya heran Mona.


"Tadi dia memandangin mu, seperti ingin menelanjangkan dirimu saja!" Ucap Gavin dengan nada menekan.


"Apa iya, aku tidak merasa begitu!"


"Aku melihatnya, aku saja tidak berani memandang mu begitu!" Ucap Gavin pelan.


"Hehehe"


"Kamu ada-ada saja!"


"Sekali lagi dia begitu, walau dia teman dekat tante mu, akan ku hajar dia"

__ADS_1


"Kejamnya" sindir Mona.


"Aku hanya ingin melindungin mu dari tangan nakal" ucap Gavin. Sebenarnya Gavin saja menahan diri untuk tidak terlalu menikmati tubuh Mona, karena jika dia terus melanjutkan dilemanya, maka dia tidak bisa menahan diri untuk memiliki Mona seutuhnya.


Gavin sangat menghargai Mona.


"Baik lah suami ku" ucap Mona malu-malu.


(Apakah benih cinta Mona sudah mulai tumbuh atau sebenarnya benih cinta Gavin lah yang telah tumbuh terlebih dahulu, hanya saja dia tidak menyadarinya)


Gavin dan Mona memilih untuk beristirahat dikamar mereka.


*****


Didapur.


"Bik, buatkan saya nasi goreng!" Ucap Tante Dewi.


"Baik nyonya" jawab bik Surti dengan sopan.


Bik Surti pun berkotak katik didapur menciptakan makanan yang enak untuk tante Dewi, nyonya besar dirumah yang besar ini.


"Mona cantik ya" ucap Lukas.


Tante dewi langsung menoleh kearah Lukas.


"Maksud mu?


"Tidak, maksud aku, keponakan mu cantik, tetapi tantenya jauh lebih cantik dan seksi" dengan mata yang seperti menginginkan sesuatu.


Tante Dewi pun tersipu malu dengan perkataan Lukas.


"Ini nyonya" bik Surti mengantarkan makanan yang dipesan tante Dewi.


Bik Surti pun meletakkan makanan dan lansung pergi lagi.


Lukas pun segera menyendok makanannya.


"Ih, ini enggak enak!" Seru Lukas.


"Pecat saja dia, ganti yang baru" ujar Lukas yang merasa tidak suka masakan bik Surti, padahal selama ini bik Surti selalu memasak dengan rasa yang nikmat termasuk hari ini.


"Tidak bisa, itu orang kepercayaan keluarga kami, pelayan kesayangan Mona" jawab tante Dewi.

__ADS_1


"Aku sih enak saja makannya!" Ucap tante Dewi dengan terus menyendok makanannya.


"Ini bagi ku tidak enak" Lukas memang lah orang yang sangat cerewet padahal dia bukan dari class yang tinggi derajatnya, hanya gayanya saja.


__ADS_2