Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
84. Gavin Cemburu Buta


__ADS_3

Mona yang berada dirumah menunggu Gavin pulang. Sambil menunggu Gavin pulang dia pun membaca novel disebuah aplikasi yang menyediakan berbagai macam Novel dan Komik, aplikasi mangatoon.


"Asiknya membaca" batin Mona.


Setelah lelah hanya dengan tulisan, Mona menyegarkan matanya dengan melihat komik-komik yang sangat bagus dari gambarnya, alurnya.


"Dan ini komik terbagus" ucap Mona bermonolog sendiri.


Mona saat ini membayangkan jika Gavin pulang, mau bagaimana memberinya kejutan. Dia membayangkan cara-cara yang tepat untuk memberikan Gavin kejutan, hingga dia pun mencari komik-komik yang berada di aplikasi mangatoon, mencari apakah didalam komik ada yang merayakan ulang tahun untuk kekasih atau suaminya secara romantis, selama ini Mona memang tidak pernah merayakan ulang tahun untuk kekasihnya, karena Gavin laki-laki pertama yang datang dalam hidupnya.


"Aghh" Mona mengacak rambutnya karena pusing memikirkan harus dengan cara bagaimana, dia ingin Gavin akan mengingat selalu ulang tahun pertamanya bersama istrinya ini.


Mona pun meletakkan ponselnya, mencoba untuk berbaring saja, hingga dia ketiduran karena selalu membayangkan bagaimana caranya membuat hal romantis untuk suaminya.


*****


Sedangkan Gavin yang berada dikantor sedikit merasa sangat emosi karena dia mendapatkan sebuah kiriman dan hal itu membuatnya sangat emosi.


Dia pun segera pulang kerumah untuk menemui Mona.

__ADS_1


Sesampainya dia dirumah, para pelayan dibuat takut, karena wajah Gavin berubah sangat sulit diartikan.


"Dimana Mona" tanya Gavin dengan nada yang sedikit tinggi dan dingin.


"Dikamar tuan" dengan cepat Gavin berjalan menuju kamar.


Ketika dikamar, Gavin langsung membuka kamarnya dengan kunci ganda kamar.


Mendengar orang membuka pintu, membuat wanita yang kini tengah tertidurnya pun terbangun.


"Sayang" ucap Mona dengan suara bangun tidurnya.


"Kamu" ucap Gavin dengan mengeratkan rahangnya.


"Apa maksud kamu dengan ini" Gavin melemparkan ponselnya kearah Mona, kemudian Mona mengambil dan melihat apa yang Gavin tunjukkan.


"Bisa kamu jelaskan" bentak Gavin dengan nada yang tinggi, bahkan ini kali pertama Mona dibentak oleh Gavin begitu. Membuat Mona sangat ketakutan dan dia pun ingin menangis hanya saja, dia berusaha untuk menahan nangisnya terlebih dahulu.


"Ini tadi aku bertemu laki-laki ini tidak sengaja, dia menolong ku, aku tersandung oleh sebuah batu, kaki ku keseleo!" Ucap Mona menerangkan dengan nada bergetar.

__ADS_1


"Aku tidak percaya, kamu lihat saja pandangan laki-laki itu kediri mu, dan kau juga begitu?"


"Sungguh ini hanya salah paham!"


"Pantas saja kau, sungguh memaksa ingin pergi membeli kue sendiri, karena ingin bertemu laki-laki ini?"


"Siapa dia" bentak Gavin.


"Aku juga tidak tau, aku tidak mengenalnya!" Ucap Mona dengan mengenggam kedua jari tangannya, karena dia sudah merasa sangat takut, seperti tidak mengenal suaminya yang penuh kasih sayang.


"Kau mau menipuku" bentak Gavin.


Membuat Mona terdiam, karena dia menahan rasa sesak didadanya karena bentakkan itu, rasa sakit hatinya, karena bagi dia, orang tuanya saja tidak pernah membentaknya.


"Kalau kau diam, berarti iya!" Ucap Gavin, kemudian dia berjalan keluar dengan menutup pun dengan cara dibanting secara kuat.


Kemudian Gavin membawa mobilnya sendiri keluar, tanpa berbicara apa pun.


*****

__ADS_1


Dirgo yang mendapat laporan dari kepala pelayan Gou merasa terkejut, Gavin bisa sampai begitu marah, hal apa yang Mona perbuat. Padahal dia tau Gavin sangat menyayangi istrinya, dan Mona adalah wanita yang sangat baik.


Padahal waktu sudah menunjuk ke sore hari.


__ADS_2