
Waktu demi waktu pun berlalu, Arvin dan Arion sudah belajar berjalan, sedikit demi sedikit merambat didinding ataupun meja, kursi yang tersedia.
Tingkah mereka pun semakin beragam, membuat Mona seorang wanita lemah lembut terkadang harus mengeluarkan sedikit emosinya, kesal karena tingkah Arvin dan Arion, padahal memang kedua anak itu belum mengerti apa ya mamanya katakan, tetapi tentu anak-anak itu tau kalau mamanya sedang marah, membuat keduanya terdiam.
Arvin dan Arion belum mau berkata sekata pun, hanya gerak aktif tubuh mereka yang cepat, seperti belajar membalikkan tubuh, merangkak, duduk dan belajar berjalan.
Gavin sekarang sudah mempunyai kesibukan baru, setiap dia pulang kerja akan mengajak anak-anaknya bermain bersama, dia juga tidak ingin kehilangan waktu bersama anaknya. Dia juga selalu memperhatikan tubuh kembang anaknya. Gavin juga lebih suka menghabiskan waktunya untuk bersama anak-anaknya dan Mona.
Tentu hal ini membuat Dirgo yang lebih banyak kesibukan dikantor daripada Gavin sang pemilik. Terkadang sampai Dirgo berpikir 'kenapa tidak Gavin berikan saja perusahaan ini kepadanya' hal ini karena Dirgo merasa kesal, tapi semua itu tetap Dirgo kerjakan dengan ikhlas.
*****
Hari ini para pelayan di istana mereka sedang sibuk, mereka memilih menghias rumah itu untuk menyambut ulang tahun pertama untuk tuan muda mereka, Arvin dan Arion.
Hanya ulang tahun ini tidak mereka rayakan besar-besaran, hanya keluarga inti saja.
Mona sangat ingin merasakan kekeluargaan tanpa ada orang lain yang datang. Hanya cukup Dirgo dan Friska yang wajib datang bagi Mona.
Arvin dan Arion merangkak sana sini, melihat para pelayan yang sedang merayap-rayap di dinding seperti cicak.
Arvin dan Arion tentu sangat penasaran dengan apa yang orang dewasa lakukan, melihat beda warna-warni bertaburan.
Mona pun ikut mengatur tata letak menghiasnya, dia ingin terlihat sempurna.
"Ok! Disana pas" ucap Mona pada kepala pelayan Gou.
"Arvin, Arion jangan berebut balonnya nanti meletus kalian akan ketakutan" ucap Mona memperingatkan anaknya, kemudian dia berusaha untuk melerai perebutan anak kecil itu.
"Tuuuusss!" Bunyi balonnya meledak.
Seketika Arvin dan Arion pun menangis.
"Kan mama susu bilang" ucap Mona kepada kedua anaknya.
Pelayan lain juga membantu Mona untuk menenangkan pasangan kembar yang menangis itu.
"Kenapa kalian menangis" ucap mama Vany yang tiba-tiba saja lewat didepan cucunya setelah memang dari jauh mendengar suara letusan dan tangisan.
"Ini ma, Arvin dan Arion berebut balon"
"Kamu jaga mereka lah!" Ucap mama Vany yang entah darimana tiba-tiba saja mau bersuara dengan Mona.
"Nek" ucap Arvin yang baru saja melihat neneknya, mengangkatkan tangannya meminta neneknya untuk digendong, karena biasanya mama Vany juga akan mengambil Arvin atau Arion yang dalam gendongan pelayan, ketika memang dia berniat mengendong.
Mona terkejut, tidak mengedipkan matanya ketika mendengar perkataan pertama yang anaknya sebut.
"Nek" ucap Arion lagi, tambah membuat keterkejutan Mona.
"Kalian berkata" ucap Mona bahagia karena anaknya mulai mengucapkan satu kata.
Memang biasanya, Mona selalu mengajarkan anak-anaknya untuk menyebut kata-kata panggilan seperti nenek, om, tante.
Mama Vany yang mendengar itu kata pertama yang di ucap oleh cucu-cucunya merasa sangat senang. Dia pun segera mengendong Arvin disebelah kanan dan sebelah kiri Arion.
"Arvin, Arion kasihan nenek mengendong kakian berdua sekaligus, nenek tentu lelah kalau begitu" ucap Mona berniat salah satu anaknya mau pindah ke dia, tetapi keduanya malah mengendong erat kebadan neneknya.
__ADS_1
"Sudah, biarkan saja mereka dulu, kau uruskan dulu menghias ini!" Ucap mama Vany.
"Baik ma" ucap Mona, dalam hati Mona merasa senang karena mama mertuanya mau berbicara banyak terhadapnya dan berbicara secara baik-baik, biasanya akan memandangnya dengan sini, pandangan tidak suka.
*****
Waktu yang dinanti acara ulang tahun Arvin dan Arion.
Asisten Friska pun telah sampai dikediaman Mona.
"Wahhh kalian semakin ganteng saja!" Puji Friska kepada Arvin dan Arion, membuat kedua anak itu tertawa dikiranya ajak bermain, padahal Friska sudah gemas ingin mencubit Arvin dan Arion.
"Jangan dicubit ya tante, nanti ileran" ucap Mona sambil tersenyum kearah anaknya.
"Iya kah nona, kalau dicubit pipinya bisa ileran?" Tanya Friska binggung.
"Kata orang sih, aku juga tidak tau, haha" jawab Mona sambil tertawa.
"Mitos nona yang ada sakit kalau dicubit, hehe" ucap Friska
"Nah itu benar" imbuh Mona.
"Tu Dirgo datang" ucap Mona yang melihat kedatangan Dirgo dengan membawa sebuah kado yang sangat besar.
"Nampaknya ada yang sedang berbunga" Goda Gavin yang baru datang bersama anak-anaknya.
Langsung saja Friska melihat kearah Dirgo dan melemparkan senyum cantiknya.
Mona menangkap sinyal spesial diantara keduanya.
"Semuanya sudah berkumpul, saya ucapkan terima kasih untuk semuanya, terutama untuk mama" ucap Gavin.
"Ma!"
"Terima kasih ma, untuk semua yang mama berikan, kini aku tau menjadi orang tua dan tentunya aku mau belajar dari sikap papa yang membesarkan ku dengan penuh kasih sayang dan menuntun ku kearah yang benar"
Mama Vany sedikit merasa terharu dengan ucap Gavin karena selama ini Gavin tidak pernah berkata begitu terhadap mamanya.
Tetapi mama Vany tidak menjawab apa yang dikatakan Gavin, mama Vany hanya memberikan expresi menatap dengan lembut, dia juga teringat akan ulang tahun pertama Gavin, sewaktu itu memang dirayakan sangat meriah.
"Aku juga sangat berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa karena telah memberikan aku dua anak laki-laki yang tampan, pintar, aku berharap kelak mereka besar dapat berbakti kepada orang tuanya yaitu kami, neneknya dan keluarganya, menjadi orang yang sukses"
"Dan sekarang Mari kita rayakan ulang tahun si kembar" ucap Gavin membuka acara.
Semua yang disana bertepuk tangan dengan kuatnya.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, kami ucapkan Arvin dan Arion" sebuah nyanyi kecil dari Friska membuat Dirgo tersenyum melihatnya.
"Ayo tiup lilinya, tiup lilinnya!" Nyanyi Friska lagi tanpa malu-malu, dia merasa sudah nyaman berada disekeliling keluarga Gavin.
Arvin dan Arion nampak antusias dan seperti ingin segera terjun ke kuenya, mungkin karena warna warni tersebut dan lilin yang menyala.
Mereka membuat tema kuenya sebuah kartun anak-anak, mobil Tayo.
Dirgo memberikan Arion ke Mona, agar Arion juga bisa ikut tiup lilinya.
__ADS_1
Mona dan Gavin tanpa sangat bahagia, karena semuanya lengkap berkumpul.
Mama Vany dan tante Sella saling melihat, seperti memberikan isyarat entah apalah hanya mereka yang tau.
"Ayo sayang tiup!" Ucap Mona pada Arion.
"Arvin juga" ucap Gavin, malahan Arvin dengan tangan yang cepat sudah ingin mengambil kuenya, hanya saja tangan papanya lebih cepat untuk mencegah.
"Hampir saja" ucap Dirgo, semuanya malah tertawa melihat tingkah Arvin, diwaktu berikutnya malahan Arion juga melakukan hal yang sama, hanya saja Mona sudah waspada karena dia tau, si kembar ini suka ikut-ikutan apa yang kembarannya lakukan.
Selesai Mona dan Gavin membantu anak-anaknya meniup lilin, semuanya memberikan tepuk tangan yang meriah, walau tidak ramai tetapi terasa sangat meriah.
"Vany, lihat Gavin sudah banyak berubah sejak bersama Mona, dan lihat cucu-cucu mu, berdamai lah dengan menantu mu dan hati mu, turunkan ego mu!" Bisik tante Sella.
Mama Vany terdiam sesaat, seperti mencerna apa yang kakaknya katakan.
"Nekkkk" panggil Arvin membuyarkan keterdiaman mama Vany.
"Arvin, kata pertama mu nenek?" Tanya Gavin pada anaknya.
"Nek" Arion juga memanggil lagi.
Membuat yang lainnya memperhatikan mereka yang baru belajar bicara ini.
"Ini kejutan dari Arvin dan Arion, kata pertamanya nenek yang di panggilnya!" Ucap Mona.
Hal ini membuat tante Sella merasa sangat bangga melihat Mona membesarkan anaknya, mengajarkan anaknya untuk mengingat neneknya, walau sebenarnya sang nenek ini tidak pernah bersikap baik terhadap Mona.
"Vany" bisik tante Sella.
"Arvin dan Arion cucu nenek selamat ulang tahun ya, nenek sangat menyayangin kalian" ucap Mama Vany dengan berurai air mata, menahan harunya.
Gavin dan Mona saling berpandangan kemudian Gavin merangkul Mona sedangkan sebelah tangannya mengendong Arvin.
Mereka merasa terharu, ini sebuat kejutan yang besar, jadi selama ini mama Vany sudah menerima si kembar.
Friska dan Dirgo pun merasa terharu, hingga membuat mereka tanpa sadar saling berpegangan tangan.
Tante Sella senang perkataannya didengar oleh adiknya.
"Selamat ya sayang nenek" ucap tante Sella untuk Arvin dan Arion.
"Mama, minta maaf selama ini selalu buat kalian merasa sakit hati, mama hanya!" Mama Vany terdiam dengan perkatanya.
"Sudah ma, lupakan semua" ucap Mona sambil memberikan Arion kepada Friska karena Mona berniat untuk memeluk mama Vany. Dan pekukan itu diterima oleh mama Vany.
"Mona tidak mau mengingat semuanya lagi yang telah lalu, mama juga jangan pikirkan lagi, kita mulai dari sekarang ya ma!" Ucap Mona, kemudian mengenggam tangan mama Vany dan menciumin punggung tangannya.
"Mona, selalu ingin mama dapat menerima Mona, Mona ingin merasakan punya mama lagi, punya kasih sayang dari seorang mama, Mona ingin itu dari mama!" Ucap Mona sambil meneteskan air matanya.
"Ma" Gavin pun memeluk Mamanya, mereka saling berpelukan bertiga ditambah Arvin masih dalam gendongan Gavin.
Mama Vany merasa bersalah atas semua yang selama ini dia lakukan, dia sadar jika Mona selalu menghargainya, seperti saat ini, cucu-cucunya lebih memilih memanggil neneknya untuk pertama kali.
Mama Vany pun saat ini merasa sangat lega, sudah bisa menerima Mona, dia mendapatkan kembali keluarganya.
__ADS_1
Tante Sella juga meneteskan air mata harunya, dia bahagia melihat adiknya melepaskan segala keburukan yang selama ini digenggam erat oleh mama Vany.