Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
53. Oh Mama Mertua


__ADS_3

Mama Vany sangat risih melihat pemberitaan mengenai pernikahan putranya dengan Mona, banyak pro kontraknya.


Teman-teman sosialitanya mama Vany pun berdatangan ke pesan pribadinya.


Menanyakan kebenaran itu.


Apa lagi hari ini mama Vany menghadir arisan yang rutin dia lakukan bersama teman-temannya, dia sudah siap dengan berbagai pertanyaan temannya.


Ditempat arisan, teman-teman mama Vany sudah berkumpul hari ini yang hadir hanya berlima.


"Syukur lah tidak ramai" batin dia.


Karena jika ramai maka akan pusing dia menjelaskannya dan akan membuat emosinya memuncak.


"Hai jeng Vany" ucap salah 1 temannya ini.


Arisan mereka adalah arisan berlian yang harganya fantatis.


"Eh, hei" ucap Mama Vany yang sudah duluan kikuk.


"Jeng, aku lihat berita, anak mu baru pulang sudah menikah saja, mereka menikah diam-diam ya?" Tanya jeng Susi.


"Aduh jeng, nikahnya kog enggak sama yang kayak sekelas kita-kita sih?" Tanya jeng Erin.


"Duuh anak mu ganteng dapat istrinya cantik ya" ucap jeng Angel, ini salah sifat yang lebih baik, sebaik namanya.


"Kamu marah enggak jeng" tanya jeng Olive.


"Kamu tau enggak jeng waktu mereka menikah?" Tanya jeng Gina.


Mama vany hanya terdiam sesaat dengan pertanyaan teman-temannya itu, satu persatu melemparkan pertanyaan.


"Aduh kalian, boleh diam enggak, aku pusing"


"Kalian enggak bisa ya tanya satu persatu setelah aku jawab!" Ucap mama Vany frustasi.


"Maaf jeng" ucap jeng Angel.


"Kalian tau, aku kesal melihat Gavin yang sudah pulang dengan tiba-tiba membawa istri, padahal kalian tau dia mau aku jodohkan sama Rebeca anaknya jeng Yuwen. Bagaimana aku enggak kesal melihat mereka, mau ditaruh dimana muka ku?" Keluh mama Vany.

__ADS_1


"Pisahkan mereka jeng" ucap jeng Erin.


Mama Vany berpikir sejenak tentang apa yang dikatakan jeng Erin.


"Sulit jeng, Gavin sangat susah untuk diatur!" Ucap mama Vany.


"Kalian pasti adalah caranya jeng" ucap jeng Gina.


"Sudah-sudah ayo kita lanjutkan saja arisan ya" ucap Jeng Angel menengahin.


Akhirnya mama Vany memilih mendengar ucapan temannya yang bernama Angel.


(Author saja pusing sama para mama-mama sosialita ini "hehe")


*****


Hampir 3 jam mama vany menghabiskan waktunya untuk arisan dan makan-makan.


Setelah selesai arisan dia pun segera meminta supirnya untuk membawanya pulang ke istana mewahnya itu.


"Mana Mona" tanya mama Vany kepada pelayan yang menghampirinya.


"Ada didapur nyonya!" Ucap pelayan tersebut.


Ketika sesampai didapur mama Vany melihat Mona sedang berbicara dengan pelayan didapur, sambil membantu mereka memotongin sayur.


"Cih"


"Wanita tidak berkelas" ucap mama Vany pelan dari jauh.


Bagi mama Vany wanita yang berkelas tidak akan bergabung dengan mereka yang tidak mempunyai apa-apa apalagi seorang pelayan.


Dan entah orang yang bagaimana bagi mama Vany, wanita itu berkelas.


"Nona, anda dipanggil nyonya besar" ucap pelayan yang memang dikhususkan untuk melayani Mona, dia bernama pelayan Dina.


"Iya, terima kasih" ucap Mona lembut.


Mona pun segera menemui mama mertuanya.

__ADS_1


"Mama mencari Mona" tanya Mona lembut.


"Mana Gavin!" Ucap mama Vany sinis.


"Lha yang dipanggil aku, yang dicari Gavin!" Batin Mona.


Melihat wajah mama mertua yang sinis, membuat Mona merasa takut, apa lagi saat ini tidak ada Gavin.


"Ga-vin pergi kekantor pusat ma!" Ucap Mona sedikit gugup dan lamban.


"Kamu gagu ya?" Sindir mama Vany.


"Berbicara cepat saja tidak bisa"


"Maaf ma" Mona merasa jantungnya mau berhenti berdetak berhadapan dengam mama mertuanya ini.


"Gara-gara kamu, semua orang membicarakan kalian"


"Kamu itu tidak cocok untuk anakku" ucap mama Vany secara tajam setajam silet, pedas sepedas cabe rawit.


"Hanya punya perusahaan kecil begitu saja sudah bangga" hina mama Vany.


"Ampun, mama mertua ini, sadis sekali lidahnya" batin Mona.


"Sabar Mona, sabar" Mona berusaha untuk menyabarkan hatinya.


"Maaf ma, memang hanya itu yang kami punya" Mona menjawab dengan lembut disertai senyuman tulusnya.


"Cihh"


"Sudah, aku enggak mau lagi dengar apa-apa dari mu!"


"Pergi sana" usir mama Vany.


"Iya ma" Mona merasa sakit hati, tetapi entah dia harus bagaimana, ini baru awal saja dia sudah digitukan, dia berharap kedepannya mama mertuanya akan lebih baik sama dia.


Mona pun kembali kedapur, dia ingin menghilangkan rasa sakit hatinya.


"Nona kenapa?" Tanya pelayan Dina yang melihat raut wajah Mona sudah berubah dari dia kembali sehabis dipanggil mama mertuanya.

__ADS_1


Padahal Mona sendiri sudah berusaha merubah raut wajahnya untuk kembali normal, hanya saja kepedihan hatinya tidak dapat disembunyikan


"Tidak, aku baik-baik saja" Mona mencoba tersenyum.


__ADS_2