Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
93. Kue Ulang Tahun Yang Tertinggal


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


"Permisi tuan" panggil kepala pelayan Gou.


Mona dan Gavin yang berada dalam kamar saling berpandangan mendengar ketukan pintunya. Kemudian Mona membukakan kepala pelayan Gou untuk masuk.


"Tuan ini" kepala pelayan Gou menunjukan kepada sebuah kue yang di bawa oleh seorang pelayan lain.


"Ini" ucap Mona terdiam.


"Ini kue ulang tahun yang aku beli, mengapa kalian tidak memberikan kepada tuan?" Tanya Mona binggung kepada kepala pelayan Gou.


"Sudah kalian keluar saja ya!" Ucap Gavin


"Dan kuenya simpan dimeja!" Perintah Gavin.


"Ini aku sengaja menyimpannya khusus untuk bisa tiup lilin bersama mu, tetapi tidak sekarang kita bersama anak kita didalam perut mu!" Ucap Gavin dengan lembut menatap Mona dengan penuh kasih sayang.


"Jadi kamu belum tiup lilin?" Tanya Mona yang penasaran.


"Iya, hanya demi menunggu kamu"


"Mengapa tidak kamu buang saja kue ini!" Tanya Mona yang sedang menyindir Gavin.


"Bukankah gara-gara kue ini, semua kesalah pahaman ini terjadi" ucap Mona yang terpikir ulang akan waktu itu.


"Aku rasa kuenya juga sudah tidak enak, padahal aku beli kualitas terbaik hari itu"


"Maaf" ucap Gavin lembut.


"Tidak ada yang perlu diminta maaf, hanya orang lain saja yang memanfaatkan situasi" ucap Mona dengan mulai santai.

__ADS_1


"Aku janji lain kali tidak akan bertindak gegebah lagi!"


"Dan kue ini, juga hadiah pertama dari mu, akan ku ingat selalu kalau bisa aku buat museum untuk menyimpannya!" Ucap Gavin bercandakan Mona.


"Jika kau lakukan itu, aku akan menhancurkan terlebih dahulu kue ini" Mona melotot kearah Gavin.


"Ini semua pelajaran buat ku, cukup aku kehilangan mu beberapa hari saja!" Ucap Gavin dengan menatap Mona.


"Itu saja membuat ku menjadi gila"


"Ya sudah sekarang kamu tiup lilin!" Ucap Mona, menarik Gavin ke meja yang ada kue ulang tamunya.


Kemudian Gavin pun duduk di kursi depan meja, Mona meminta Gavin berdoa sebelum meniup lilinnya.


Dengan malu-malu Gavin menuruti apa yang dikatakan istrinya, tanpa ada lagi nyanyi-nyanyian karena keduanya sama-sama tidak menginginkan itu.


"Doa mu apa?" Tanya Mona dengan mengadah kedua tangannya didagu.


"Iihh masak aku enggak boleh tau?"


"Pelit"


"Hanya Tuhan yang tau" ucap Gavin.


Doa Gavin hanya ingin bisa hidup bersama selamanya dengan Mona dan hanya maut yang memisahkan mereka, kemudian dia ingin anaknya nanti dapat terlahir dengan selamat dan lancar.


Setelah mereka selesai dengan ritual kue ulang tahunnya, Mona yang merasa lelah, sudah berkali-kali menguap, badannya sudah mengirim sinyal untuk segera merebahkan dirinya.


Karena Mona dan Gavin telah mandi, mereka pun segera menuju ke ranjang mereka, untuk meluruskan tulang-tulangnya, untuk memejamkan matanya, menuju alam mimpi.


"Sayang" panggil manja Gavin yang belum bisa memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kamu sudah tidur?" Tanya Gavin.


"Hmm" ucap Mona dengan nada malasnya karena dia masih membayang-bayang sana sini sebelum tidur, tetapi di ganggu oleh Gavin.


Gavin memeluk Mona dari belakang, melingkarkan tangan kanannya ke perut Mona.


"Aku belum mengucapkan selamat malam kepada anak kita" ucap Gavin dengan senyum jahilnya.


"Ini" ucap Mona yang tiba-tiba langsung membalikan badannya menuju arah Gavin dan membuka sedikit bajunya dibagian perut, memperlihatkan perutnya yang masih rata.


"Anak papa, selamat malam!" Ucap Gavin kemudian mencium perut rata Mona.


"Iya papa jelek" ucap Mona dengan nada anak kecil yang sengaja dia buat-buat.


"Sayang!" Ucap Gavin lagi.


"Apa lagi sih" Mona mulai kesal.


"Kamu lagi enggak ngidam kah?"


"Enggak" ucap Mona.


"Aku merasakan dari awal hamil hingga saat ini, anak kita sangat baik, tidak membuatku harus muntah-muntah atau hal lainnya, seperti tidak hamil saja!" Ucap Mona menerangkan kepada Gavin.


Gavin terdiam, dia merasa aneh karena sebelum Dirgo memberitahunya jika wanita hamil akan banyak permintaan apa lagi soal ngidam.


"Sudah ya, kita tidur" Mona benar-benar sangat lelah, dia sangat ingin segera tidur.


"Iya" ucap Gavin yang sudah tidak mau mengganggu waktu istirahat Mona.


"Besok lagi deh tanyanya" batin Gavin.

__ADS_1


Dia merasa Mona seperti tidak hamil, tetapi dia lihat sendiri Mona waktu diusg oleh Dokter keluarga Mona, karena sebelum penerbangan mereka melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu untuk Mona, agar perjalanan mereka aman saja.


__ADS_2