
Tante Sella merupakan satu-satunya keluarga yang dimiliki oleh mama Vany, dia adalah kakaknya mama Vany.
Tante Sella mempunyai seorang anak perempuan yang sudah menikah dan tinggal di luar negeri.
Sedangkan suami tante Sella telah meninggal, tante Sella berumur sekitar 48 tahunan.
*****
Mereka saat ini sedang berkumpul dimeja makan untuk makan malam.
Disana ada Gavin, Mona, Tante Sella dan mama Vany.
Mereka sedang makan menikmati makan malam mereka. Tiba-tiba saja tante Sella berdiri dengan tangan yang mengacu ke arah lauk yang ingin dia ambil.
Dengan cepat Mona berdiri dan membantu mengambilkan makanan itu.
"Ini tante" ucap Mona kemudian menyendoki lauk yang diinginkan tante Sella.
"Terima kasih nak" ucap tante Sella senang.
Mama Vany melihatnya merasa risih, karena memang selama ini dia tidak berlaku baik terhadap Mona.
Sedangkan Gavin bersyukur istrinya cekatan.
Mereka pun akhir menyelesaikan makannya dengan suasana hening.
"Mona, kamu sudah isi belum?" Tanya tante Sella.
"Belum tante, belum rejekinya dikasih sama Tuhan" jawab Mona, Mona tau bahwa pertanyaan ini pasti akan datang dari tante Sella.
__ADS_1
"Oh, enggak apa-apa! Yang penting doa dan usahanya" ucap Tante Sella memberi semangat. Tante Sella tidak tau kalau Mona memang belum hamil lagi semenjak keguguran, mama Vany sangat malas jika bercerita tentang Mona.
"Dia mungkin sudah jadi mandul, semenjak keguguran sampai sekarang tidak hamil-hamil!" Ucap mama Vany kasar dengan tatapan tajam menuju Mona.
"Mama" peringat dari Gavin.
"Vany, kamu jangan begitu bicaranya sangat tidak baik, itu dapat menyakiti perasaan Mona" tante Sella membela Mona.
Mona hanya bisa menunduk dia, hatinya terasa pedih, tetapi dia sudah berjanji pada dirinya ini tidak akan membuatnya menangis lagi.
"Buktinya sudah beberapa bulan tidak juga hamil, anak teman ku saja yang keguguran sama dengan usia keguguran Mona, sudah hamil hanya berselang waktu 2 bulan" ucap mama Vany membela dirinya.
"Kamu tidak boleh berkata begitu terhadap Mona, dapat membuat kepercayaan dirinya menghilang, kasihan dia pernah keguguran, kamu lupa aku, mendapatkan anak ku butuh berapa tahun" ucap Tante Sella mengingatkan mama Vany.
Mama Vany terdiam dengan perkataan kakaknya, dia memang lebih menuruti perkataan kakaknya.
"Mengapa kamu banyak berubah Vany" tegur Tante Sella.
"Sudah ma, tante jangan begitu lagi, Gavin bising melihat dan mendengarnya!"
"Kamu bilang Gavin semakin tidak baik sama kamu, ini buktinya Gavin semakin baik, tidak seperti biasanya Gavin yang tidak perduli orang lain, selain diri sendiri!" Ucap tante Sella mengingat perkataan mama Vany.
"Aghh, sudah lah kak" ucap mama Vany malas.
"Senang kamu, semuanya membela mu disini" ucap Mama Vany menunjuk Mona.
"Maaf ma, Mona tidak bermaksud berbuat salah terhadap mama, berbuat kurang ajar, ataulun membuat mama disalahkan"
"Mona minta maaf ma" ucap Mona lembut sambil menunduk, sedikit rasa bersalah dihatinya, karena semua yang disini membelanya, bukan makin bebesar hati, Mona malah makin takut akan menjadi menantu yang tidak baik buat Mama Vany.
__ADS_1
Mona takut hal sekarang malah membuat mama Vany semakin membencinya.
"Papa, mama tolong Mona" batin Mona dalam diamnya dia.
Gavin mengajak Mona untuk kembali kekamar untuk beristirahat.
Didalam kamar Mona terdiam.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Gavin.
"Tidak, aku hanya takut mama makin membenci ku, aku takut menjadi menantu yang tidak baik!" Ucap Mona dengan nada lemah.
"Tidak sayang, mama suatu hari nanti akan menyayangi mu!" Ucap Gavin menenangkan Mona.
Gavin pun mengajak Mona untuk tidur.
*****
Sedangkan mama Vany dan tante Sella masih dimeja makan.
"Vany, kamu mengapa berubah begini semenjak kepergian suami mu?" Tanya tante Sella.
"Aku tidak berubah kak, aku masih sama" ucao Mama Vany membela dirinya, menyatakan dia masih sama.
"Aku kakak mu, aku tau kamu"
"Sudahlah kak, kita tidur yuk" ajak mama Vany.
Karena tidak mau memperpanjang masalah, akhirnya Tante Sella pun menuruti apa yang dikata mama Vany.
__ADS_1
"Mona" ucap mama Vany dalam hatinya dengan wajah datar, entah apa yang dipikirnya.