Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
17. Gavin Cemburu


__ADS_3

Tepat disiang hari datang sebuah mobil mewah merk Ferari berwarna hitam berhenti dikantor Mona, karyawan yang berada disana pun memandang heboh.


Seorang lelaki turun dari mobil tersebut dengan berpakaian sangat rapi, memakai jas, penampilannya tegak, aroma parfumnya tercium ketika dia melewati para karyawan yang berada disana. Dia tidak lagi meminta izin resepcionis untuk menemui pemilik perusahaan itu, karena dimeja itu sedang kosong untung saja dia tadi sempat menanyakan dengan satpam yang berjaga dipintu masuk.


"Ganteng"


"Siapa dia"


"Aku mau sama dia"


"Aku juga mau"


"Jangan, dia buat aku"


"Untuk apa dia kesini, apa menemui bos"


Bisik beberapa karyawan yang sedang berkumpul karena melihat lelaki tersebut.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" Mona mempersilakan orang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk.


"Alex" seru Mona terkejut, dia tidak percaya Alex benar-benar datang menemuinya dikantor.


"Ayo kita makan siang bersama" suara bass Alex keluar dengan sempurna.


"Bagaimana kamu tau ruangan ku, sedangkan tidak ada karyawan ku yang mengantar mu" tanya Mona.


"Aku, seorang Alexander Philip itu hal mudah bagi ku" Alex menyombongkan dirinya.


Mona memandangnya malas, rasanya Mona saat ini ingin melempar pulpen kearah wajah ganteng Alex, agar tidak menyombongkan diri.


"Ayo" ajak Alex sekali lagi.


Karena Mona malas membuat keributan dikantornya sendiri, akhirnya dia mengikutin Alex dengan malasnya.


Mona dan Alex jalan bersama keluar, karyawan yang melihatnya pun, kembali bergosip.


"Cocok"


"Pasangan serasi"


"Tu kan benar kata ku mencari bos kita"


Ucap beberapa karyawan lagi.


"Apa yang kalian ributkan" ucap Friska kepada beberapa rekan kerjanya.


Friska yang sedang berjalan ingin menuju ruangan Mona, malah menjumpai Mona dengan seorang lelaki bukan Gavin.


"Nona mau kemana" tanya Friska.

__ADS_1


"Mau makan siang dulu, tolong jaga kantor dulu ya" jawab Mona lembut.


Alex memandang heran kearah Friska yang berpenampilan beda dari karyawan lain.


"Dia asisten pribadi ku" ucap Mona seakan tau isi pikiran Alexa.


"Oh"


"Aku Alexander Philip" ucap Alex memperkenalkan diri kepada Friska dengan gaya angkuhnya.


"Cih" batin Friska.


"Friska"


Alex dan Mona pun kembali berjalan menuju pintu keluar.


Dari arah belakang Gavin melihat Mona dan Alex berjalan keluar, tiba-tiba saja dia merasakan dadanya seperti terasa sesak sesaat.


Gavin pun mengikuti arah melangkahnya Alex dan Mona.


"Apakah mereka akan makan siang bersama" batin Gavin.


"Aku saja tidak pernah!"


"Sungguh miris aku" batin Gavin meringgis.


Alex dan Mona sudah memasuki mobil, sepanjang perjalanan hanya keheningan saja.


Sampailah Alex dan Mona disebuah restoran S yang sangat mewah, tentunya makanan sana sangat mahal-mahal, hanya orang kalangan atas yang berani datang kesini.


Mereka pun masuk kedalam, Alex memesan makanannya dan untuk Mona.


Gavin yang sedari tadi mengikuti mereka.


Melihat kesal kearah Alex, karena Alex sedang mencoba merayu Mona.


Alex memegang tanya Mona lembut, Mona terlihat sangat risih disana.


Mona saat ini mau menemankan Alex makan siang juga karena dia menganggap Alex merupakan temannya.


"Bruk" Gavin memukul meja didepan dia, hingga membuat orang sekelilingnya memperhatikan dia.


Gavin kesal.


"Dirgo, kau kesini sekarang, aku kirimkan lokasinya" Gavin berkata dengan suara dinginnya, tanpa menunggu jawaban dari Dirgo, dia pun langsung saja mematikan teleponnya.


Dirgo yang menerima telepon dari bosnya pun merasa kesal.


"Aghhh dasar bos, tidak tau apa aku lagi makan, sudahlah makan sendirian dengan bangku kosong" ucap Dirgo menyedih-yedihkan wajahnya sendiri.


Ketika Dirgo melihat lokasi yang Gavin kirim.

__ADS_1


"Syukur lah dekat, keberuntungan ku" batin Dirgo, dia juga tau jika dia lama tiba ketempat Gavin, pasti akan ada lagi ancaman yang keluar dari Gavin.


"Ada apa bos" ketika Dirgo sudah sampai ditempat dan melihat bosnya disana yang sedang pura-pura membaca dengan majalah terbalik.


Dirgo ingin tertawa tetapi ditahannya, ketika melihat wajah bosnya langsung


"Buaaahahahahaha" Dirgo pun tertawa hingga menyemburkan sedikit larva keluar dari mulutnya.


"Dirgo" Gavin menekan suaranya dengan gigi yang mengatup erat, karena kekesalannya ditambah, dan orang-orang sekitar makin melihatnya aneh.


"Maaf bos, itu bos baca majalah terbalik, sudah itu, wajah bos kayak kepiting rebus" ucap Dirgo membela diri.


Gavin pun langsung melepas majalahnya dan meraba wajahnya terasa panas karena emosi. Dia pun merasa malu sendiri, karena keteledorannya.


"Sudah, kamu lihat sana Mona dengan seorang lelaki, awasin mereka, lapor apa saja gerak gerik mereka" Dirgo pun memandang kearah bosnya menunjuk.


"Oh, pantes bos ini begini" batin Dirgo.


Dirgo melihat banyak hal yang berbeda dari Gavin, setelah Gavin menjadi seorang supir dan seorang suami dari Mona.


"Aku enggak sanggup melihat mereka" ucao Gavin.


Langsung dipandang aneh oleh Dirgo.


"Bos cemburu" celutuk Dirgo.


"Tidak, hanya saja dia istriku, jadi harus dijaga" ucap Gavin santai.


Padahal didadanya terasa sesak melihat Mona didekati laki-laki lain.


"Ok lah" Dirgo tidak ingin bertanya lebih, karena dia tau bosnya saat ini kenapa.


Gavin pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali kekantor.


*****


Sorenya waktu mereka pulang kerja seharian ini Mona melihat Gavin berubah, tidak menampakkan senyumnya. Mona merasa Gavin tidak seperti biasa.


"Kamu kenapa?" Tanya Mona ketika sudah berada dikamar bersama Gavin.


"Tidak" jawab Gavin ketus.


"Kamu berubah ada yang terjadi sesuatu sama kamu?" Ucap Mona.


"Seperhatian itu kamu sama aku" batin Gavin melembut, merubah wajahnya kearah senyum, padahal Gavin begitu karena melihat Mona dengan Alex.


"Tampan sekali" gumam Mona sangat pelan, ketika melihat Gavin memberikan senyum tertulusnya.


"Nah gitu donk" ucap Mona malu-malu karena dia tiba-tiba merasakan deg-degan melihat Gavin tersenyum begitu.


Akhirnya Gavin memilih meredakan hatinya.

__ADS_1


Itu lebih membuatnya tenang.


__ADS_2