Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
47. Ciuman Pertama Gavin & Mona


__ADS_3

Dimalam hari, dikamar mereka. Gavin dan Mona sedang bercanda melempar bantal dan guling kearah lawan masing-masing.


"Aduh, stop" ucap Mona ketika matanya terasa pedih.


"Kamu kenapa" Gavin tiba-tiba panik dan mendekati wajah Mona.


"Mataku sakit, sepertinya terkena lemparan mu tadi" ucap Mona pelan.


"Maaf, sini aku lihat" kemudian Gavin mendekati wajah Mona melihat dalam kearah mata Mona, lalu ditiupnya supaya mata Mona tidak terlalu sakit lagi.


"Sudah mendingan belum?" Tanya Gavin. Lalu dia mendekatkan wajahnya kearah Mona lagi, memandang dalam Mona, rasanya Gavin ingin mencoba bibir pink milik Mona, yang sepertinya mengodanya untuk diciumin.


Mona yang sudah tau kemana arah, Gavin pun membiarkan saja, Gavin melancarkan aksinya, Mona sudah menutup matanya, dan Gavin melihat lampu hijau dari Mona, membuatnya kian semangat.


Trinnng! Suara Hp Gavin berbunyi lagi.


"Aarrggghhh sialan" batin Gavin, Mona terlihat salah tingkah kemudian menjauhkan diri dia dari Gavin.


Mona pun terlihat sangat malu.


Gavin pun segera mengangkat telepon tersebut.


"Dirgo sialan, padahal sedikit lagi" batin Gavin.


"Tuan" panggil Dirgo diseberang telepon.

__ADS_1


"Ada apa" ucap Gavin dengan Kesal.


"Tuan kenapa marah-marah" ucap Dirgo yang benar-benar tidak tau kalau dia sudah mengagalkan ciuman pertama tuannya.


"Arggghhh" ucap Gavin frustasi.


"Tuan kenapa?" Tanya Dirgo lagi yang menjadi sedikit khawatir.


"Sudah cepat, katakan maksud menelepon, ganggu saja!" Ucap Gavin dengan nada kesal.


"Begini tuan, apa tuan sudah tau jika nyonya besar sedang sakit?" Tanya Dirgo yang tidak tau juga jika Gavin sudah diberitahu.


"Sudah" ucap gavin


Lalu mematikan teleponnya secara sepihak.


"Dasar tuan" gumam Dirgo.


Mona yang mendengar percakapan Gavin dan Dirgo merasa lucu, karena hanya hal itu saja membuat Gavin begitu kesal.


Gavin sekarang dalam posisi serius, dia pun duduk dengan tegap dan menegapkan badan Mona.


"Sekarang katakan apa jawaban mu nona?" Ucap Gavin, tetap saja sambil bercanda.


Karena dia senang melihat Mona tersenyum sangat lah cantik.

__ADS_1


"Hmm"


"Aku masih binggung"


"Tapi karena aku sudah memilih untuk mencinta seorang bos besar seperti kau"


"Nampaknya aku harus mengikuti kemana saja, kalau tidak kau akan diperebutkan banyak wanita" ucap Mona melembarkan tangannya memberi isyarat "banyak".


Gavin sangat senang mendengarnya, membuat Gavin langsung memeluk Mona dengan erat kemudian mereka bertatapan mata, suasana menjadi hening, mereka pun terbawa suasana, hingga Gavin dengan masih sadar memajukan mukanya, mendekati bibir pink milik Mona, Mona pun memejamkan matanya, menanti apa yang selanjutnya terjadi.


Gavin menempelkan bibir dia ke bibir Mona, manis, lembut itu lah yang Gavin rasa, hanya sebentar Gavin melakukannya, dan Mona dengan cepat menjauh dari Gavin, dia malu karena terbawa suasana ikut menikmati.


"Maaf" ucap Gavin lembut.


"Tidak apa-apa" ucap Mona malu-malu.


"Mau lagi" ucap Gavin sambil menunjuk bibir Mona.


"Enggak boleh" jawab Mona dengan malu-malu tapi mau.


Gavin pun melancarkan aksi keduanya tanpa penolakkan, kali ini mereka lebih lama berciumannya.


Hingga Mona kehabisan oksigen, baru Gavin melepas pautannya.


Gavin sangat bahagia saat ini bersama Mona.

__ADS_1


Ini kali pertamanya Gavin berciuman dengan seorang wanita, begitu pula Mona, mereka sama-sama menjadi yang pertama, ini lah kebahagiaan sesungguhnya untuk Mona dan Gavin.


__ADS_2