Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
99. Menjadi Nenek


__ADS_3

Diwaktu malam harinya.


Mona dan Gavin masing-masing sedang mengendong bayi mereka.


"Ternyata begini rasanya mempunyai dua bayi sekaligus ya!" Ucap Mona kepada Gavin.


"Iya masing-masing dari kita memiliki bagiannya" jawab Gavin sambil tertawa kecil.


"Sayang" ucap Gavin kepada anaknya.


"Iya" jawab Mona.


"Aku tidak berbicara pada mu istri ku, aku berbicara pada anak kita" ucap Gavin, hal itu membuat Mona kesal dan memajukan bibirnya.


"Ternyata sayangnya beralih ke anak ya!" Ucap Mona.


"Tentu tidak donk, aku tetap menyayangi, sangat-sangat lebih menyayangi mu, karena apa? Karena kau lah yang akan menemani ku seumur hidup ku, dan sayang ku untuk anak itu berbeda lagi tapi sayang untuk anak juga khusus karena apa? Karena suatu saat, disaat anak kita dewasa mereka akan memilih jalan mereka masing-masing, bisa saja mereka tidak bersama kita, kita hanya bertugas membesarkannya, memberi dia bekal kehidupan, kasih sayang dan memberikan dia masa depan yang cerah, yang pasti terbaik untuk anak-anak kita!" Ucap Gavin.


"Kamu bisa bijak juga ya!"


"Aku sekarang seorang papa, bukan hanya seorang suami saja!" Ucap Gavin dengan tegas. Bagi Gavin sekarang dia mengeyam tanggung jawab lebih.


Bukan hanya menjaga, melindungi, memberi kasih sayang, cinta ke istri, tetapi juga kepada anak-anaknya, tetapi harus mengajarkan anaknya kehidupan yang baik. Amanat dari yang maha kuasa.


"Siapa nama anak kita?" Tanya Mona, kebahagiaan yang mereka dapat hingga melupakan nama anak-anaknya.


"Aku tentu sudah mempersiapkan nama mereka donk sayang!" Jawab Gavin.

__ADS_1


"Apa namanya" tanya Mona antusias.


"Hmm" gumam Gavin.


"Nama anak paling besar"


"Arvin Vilar dan Arion Vilar" ucap Gavin.


"Arvin berarti teman yang baik hati dan Arion berarti memikat" ucap Gavin dengan bangga.


"Dan Vilar tentu nama keluarga besar kita, itu akan membuat mereka menjadi terkenal, tetapi juga bisa buat mereka terbebani!" Ucap Gavin.


"Iya, akan banyak tantangan dalam hidup anak-anak kita" jawab Mona.


*****


"Tuan, selamat! Anda hebat" ucap Dirgo memandang kearah dua anak bayinya.


"Dan nyonya selamat anda juga telah menjadi nenek!" Ucap Dirgo.


"Hm" guman mama Vany.


"Ma, anak kami kembar laki-laki" ucap Gavin, kemudian membawakan Arvin yang berada dalam gendongan Gavin.


"Hai, nenek! Aku Arvin, aku yang duluan lahir loh" ucap Gavin seperti anak yang memperkenalkan dirinya.


Mama Vany nampak tersenyum, tetapi hanya sesaat kemudian memberikan wajah datar kembali.

__ADS_1


"Nenek, ini Arion adik Arvin" ucap Mona juga memperkenalkan nama anak mereka.


"Baguslah kalau anak kalian sudah lahir dengan selamat" ucap mama Vany datar, tidak menampakkan dia bahagia atau pun tidak.


"Aku lelah, tidak ingin berlama disini" ucap mama Vany yang baru sebentar melihat saja sudah ingin pulang.


"Saya perintahkan supir untuk mengantar anda pulang ya nyonya!" Ucap Dirgo.


"Iya" ucap mama Vany.


Mona merasa sangat sedikit down karena ternyata mama Vany masih belum menerima dia sepenuh hati atau setulus hatinya. Dengan memberikan dua cucu laki-laki saja, mama Vany masih tidak mau memandang kehadiran Mona.


"Apa salah ku, ma!" Batin Mona. Kebahagian yang Mona dapat seakan hancur ketika melihat mama Vany yang sepertinya sama sekali tidak bahagia menerima dua cucu tampannya itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Gavin melihat Mona yang sepertinya melamun.


"Oh, tidak!" Jawab Mona. Dia tidak ingin memperpanjang rasa dihatinya, walau sesak diperlakukan begitu oleh mama Vany.


"Arvin dan Arion, harus bisa dekat dengan neneknya, semoga neneknya kelak bisa menyayangi mereka" batin Mona, dia bertekad agar anak-anaknya bisa dekat dengan mama Vany.


"Tuan, anak anda sangat tampan" ucap Dirgo memuji ketampanan anak Gavin dan Mona.


"Tentu, karena aku juga tampan" ucap Gavin merasa geli dengan perkataannya sendiri.


"Kau juga mau kan anak setampan ini!"


"Cepatlah buat!"

__ADS_1


"Tuan kira buat kue, main buat saja" jawab Dirgo sambil tertawa membuat Mona yang mendengarnya pun bisa sesaat tersenyum.


__ADS_2