Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
51. Mau Lagi


__ADS_3

Pagi hari sudah datang menjemput, matahari pagi sudah masuk melalui celah jendela membuat Mona terkena sinarnya.


Mona membuka matanya, dengan gerakkan pelan dia ingin bangkit dari kasur yang semalam dia tidurin dengan Gavin. Gavin memeluk pinggang Mona dengan erat padahal dia tertidur pulas.


"Ini tangan mengapa berat sekali" batin Mona.


"Aggghhh" teriak Mona dengan suara seperti merintih sakit.


Ketika dia membuka selimut ingin melepaskan tangan Gavin dari pinggangnya, dia baru sadar jika dia telanjang dan dia mengingat semalam dia dan Gavin sudah melakukannya, dan Gavin tidak berhenti-henti melakukannya, hingga Gavin sendiri yang benar-benar lelah.


Sekarang Mona merasakan perih dibagian bawahnya, untuk mengeser kakinya saja terasa sakit.


"Aduh" ucap Mona merintih.


Gavin pun bergerak membuka matanya, melihat Mona dengan raut wajah yang kesakitan, membuatnya membuka mata 100% langsung.


"Kamu kenapa" Gavin langsung bangkit dari tidurnya, langsung mengecek apa yang Mona sakitkan.


"Ini sakit" Mona menunjukan bagian bawahnya yang masih tertutup selimut.


Gavin baru ingat jika dia semalam dan Mona melakukannya, sampai lupa waktu.


"Maaf, padahal aku sudah bilang akan pelan-pelan tapi aku kelepasan, karena tubuh mu sangat membuat ku ingin lagi dan lagi" ucap Gavin pelan.


"Tidak apa-apa, ini hak mu" ucap Mona.

__ADS_1


"Jadi"


"Aku boleh lagi?" Tanya Gavin kepada Mona.


"Hai, kamu gila ya, ini masih sakit, mau lagi!" Mona langsung celetos kepada Gavin.


"Hehe, maaf!" Ucap Gavin cenggesan.


"Nanti malam ya" ucap Gavin.


"Enggak" ucap Mona langsung membuang mukanya.


"Iya, ya" Gavin membujuk Mona.


"Dasar mesummmmm" teriak Mona, untung saja kamar mereka sangat kedap suara jadi bebas mereka berteriak, seperti semalam mereka berteriak pun tidak apa-apa.


"Enggak, aku mau mandi" Mona mulai beranjak dari kasurnya.


"Aghh, sshhh" rintih Mona.


"Gara-gara kamu" ucap Mona protes.


"Tapi kamu suka kan" Goda Gavin.


Mona ingin mengambil handuk dalam lemari dengan segera menarik selimut yang membungkusnya dengan Gavin.

__ADS_1


Tetapi Mona juga lupa dengan posisi Gavin.


"Aghhh"


"Tutup bawah mu" ucap Mona dengan suara tinggi.


"Tidak apa-apa, semalam kamu sudah melihatnya" wajah Mona memerah, dia menahan malu karena Gavin mengungkit hal semalam.


"Tidak mau tau, tutup atau aku pukul sekarang"


"Ah, iya, iya" Gavin segera mencari handuk dan menutupinya.


Kemudian Gavin mendekati Mona yang masih berdiri melilitkan handuk kebadannya, lalu dengan cepat Gavin memeluknya. Dan langsung mengendong Mona ala bride style kekamar mandi.


"Kita mandi berdua ya" bujuk Gavin.


"Enggak, keluar kamu" usir Mona dengan cepat ketika Gavin sudah meletakkan Mona dibathtup.


"Kalau tidak, tidak ada" Mona tidak melanjutkan kata-katanya lagi.


Gavin pun memilih untuk segera keluar karena dia tau sekarang yang bakal menjadi ancaman Mona untuk dia apa, dia tidak mau itu terjadi, dia sudah lama menunggu ini dari 1 tahun lalu dia berusaha menahannya hingga tadi malam.


"Serem sekali istri ku jika sudah marah dalam hal ini" batin Gavin.


Mona yang didalam kamar mandi masih berendam hingga dia hampir ketiduran.

__ADS_1


Gavin menunggu diluar sungguh sangat lama, dia selalu mengingat adegan semalam, membuatnya ingin, tetapi dia harus tahan, selama ini sudah tahan begitu lama, masa disaat sekarang dia tidak dapat menahannya.


"Sabar" ucap Gavin pada dirinya sendiri.


__ADS_2