
Mereka pun menuju sebuah kamar.
"Sudah siap Dirgo" tanya Gavin.
"Sudah tuan" ucap Dirgo.
Ketika salah seorang anak buah Dirgo membukakan pintu kamar, Mona merasa heran apa yang akan ditunjukkan oleh Dirgo dan Gavin.
"Siapa dia?" Tanya Mona kepada Gavin ketika melihat seorang wanita terikat dengan mulut tersumpal kain.
"Lepaskaannnn akuuuuuuuu" teriak wanita itu histeris sambil menghentak-hentakkan kakinya, membuat kursinya bergoyang tidak seimbang dan terjatuh lah dia.
"Kamu tidak mengenalnya, tetapi tentu kamu mengenal orang ini" lalu anak buah Dirgo mengeluarkan lagi seorang laki-laki dari tempat lain.
"Ini kan pak Yusni" ucap Mona.
"Kamu kenal laki-laki ini kan!" Ucap Gavin.
"Dia mantan karyawan ku"
"Sayangggg, kamu enggak apa-apa? Kenapa kamu disini juga?" Teriak pak Yusni.
"Yyyyyyyyyyy" suara wanita itu.
"Mengapa kalian menangkap mereka?" Tanya Mona sangat penasaran.
Gavin menarik Mona untuk duduk disebuah sofa yang memang telah anak buahnya persiapkan.
"Dirgo" panggil Gavin lalu berbicara berbisik ke Dirgo.
"Kalian semua boleh keluar, tinggalkan saja 2 orang ini" perintah Dirgo ke para anak buahnya.
Anak buahnya pun pada keluar dari ruangan itu.
Mona menanti penjelasan dari Gavin dan Dirgo menatap mereka berdua secara bergantian.
Gavin duduk dengan menaikkan kakinya diatas meja.
"Nona ingat dengan penculikkan yang terjadi tidak lama yang lalu?" Tanya Dirgo, mengingatkan kembali hal yang mengerikan bagi Mona jika Gavin tidak datang menolongnya maka mungkin Mona sudah tidak ada.
Mona seakan berpikir kembali ke yang lalu.
"Nah, mereka ini adalah pelaku utama dari penculikkan itu!" Ucap Dirgo menerangkan.
Sedangkan kedua orang yang ditahan terlihat sangat ketakutan, mereka ditangkap berlainan tempat dan disekap terpisah satu sama lain.
"Apa yang mau kamu tanyakan ke mereka tanyakan lah, dan sisanya terserah kamu mau bagaimana!" Ucap Gavin.
"Jadi selama ini kamu menyelidiki ini" tanya Mona.
__ADS_1
Gavin hanya tersenyum tampan.
"Iya Nona, dari awal Nona diculik itu semua tuan yang bertindak cepat untuk menolong nona dan mengikut sertakan aku, Nona ingatkan waktu itu pernah melihat kami babak belur" ucap Dirgo sambil melihat Gavin.
Gavinnya hanya diam saja.
Mona hanya mengganggukkan kepalanya menandakan dia mengerti.
"Apa motif kalian menculik ku!" Mona berkata dengan tenang tetapi dengan nada tegas tanpa expresi.
Orang yang bernama Yusni hanya diam menunduk saja.
Dirgo kemudian mendekati wanita itu dan melepas kain yang dimulutnya.
Mona menatap tajam 1 per 1 pelaku tersebut.
"Katakan" bentak Dirgo.
"Ini semua karena dia" teriak wanita itu langsung menunjuk ke Mona.
"Gara-gara dia kehidupan kami hancur!" Ucap wanita itu lagi.
Sebenarnya Dirgo sudah tau apa motif wanita itu.
"Gara-gara dia memecat suamiku, kini suami ku susah mendapat pekerjaan, hidup kami penuh hutang" wanita ini adalah istri Pak Yusni mantan karyawan dari Mona.
"Anda membuat kami seperti gelandangan" ucap Pak Yusni.
Friska menunjukkan kejanggalan dalam pengelolaan pembelian barang kas kecil dikantor, pengeluaran membesar tetapi tidak ada hasil, tidak ada yang dibeli. Dan mereka pun memanggil pak Yusni sebagai penanggung jawabnya.
"Pak Yusni bisa dijelaskan ini semua" Mona menyodorkan data-data yang ada, pak Yusni sudah nampak gugup walau dia berusaha tenang.
"Friska tunjukkan yang lain" perintah Mona.
Friska menunjukkan semuanya dan membuat pak Yusni terdiam.
"Ini adalah kesalah fatal yang bapak perbuat, apa kurang gaji yang saya beri sehingga anda melakukan kecurangan seperti ini, ini sangat merugikan perusahaan" ucap Mona dengan nada tinggi.
"Maaf nona saya tidak sengaja melakukan hal ini" ucap Pak Yusni ketakutan.
"Ini hal yang disengaja bukan tidak disengaja lagi" ucap Mona menekan pembicaraannya.
Friska disana hanya diam mendengarkan, karena baginya ini bukan bagian dia ikut campur.
"Maaf nona, ampunin saya, saya janji tidak mengulanginnya lagi, saya janji!" Ucap pak Yusni memohon.
"Saya tidak bisa toleransi hal ini, maaf anda saya pecat secara tidak terhormat"
"Friska berikan pesangon yang sesuai dengan lama kerja pak Yusni dan uang terima kasih karena sudah bekerja diperusahaan kita"
__ADS_1
"Baik nona" Friska pun segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Mona.
Pak Yusni terlihat sangat frustasi, ketika Friska menyerahkan pesangon dan lainnya kepada pak Yusni.
"Seharusnya bapak tidak melakukan ini, nona sudah memberi bapak gaji yang sangat besar karena sudah bekerja cukup lama disini" ucap Friska mengingatkan lagi kesalah pak Yusni.
"Maaf" hanya 1 kata yang keluar dari mulut pak Yusni. Dia tau hal ini sangat salah tetapi gaya hidup mereka yang tinggi lah yang membuat pak Yusni berani.
Ketika pak Yusni pulang kerumah.
"Aku dipecat" ucap pak Yusni kepada istrinya yang bernama Yuanita.
"Kenapa bisa?" Tanya istrinya.
"Tanya lagi kenapa bisa, ini semua karena permintaan mu, untuk aku mengkorupsi uang perusahaan, dan diketahui oleh bos"
"Bukannya semuanya berjalan mulus dan kamu juga menikmatinya kan" ucap sangat istri yang nadanya mulai meninggi. Yuanita pun akhirnya menyimpan dendam kepada Mona karena membuatnya sudah tidak bisa berfoya-foya.
"Mana uang pesangonnya, aku mau belanja, ada periasan yang aku tunggu dari kemarin!" Teriaknya.
"Belanja, belanja dan belanja saja yang kamu pikirkan, jika kamu habiskan uang itu maka sudah tidak ada lagi uang kita" pak Yusni mulai marah.
"Wah besar sekali pesangon mu"
Ucap sang istri ketika melihat uang yang penuh dalam amplop.
Mona memberikan pesangon yang sangat besar, berharap jika pak Yusni bisa menggunakan uang itu lebih baik lagi, seperti membuka usaha kecil-kecilan karena Mona tau pak Yusni akan susah mencari kerja karena usianya juga sudah kepala 4.
Flashback off
"Aku mau kamu merasakan penderitaan" teriak Yuanita istri pak Yusni.
"Yang bersalah adalah suami mu, melakukan tidak kecurangan dalam perusahaan, semuanya sudah saya berikan gantinya, apa itu tidak cukup" hardik Mona.
"Saya berikan hal yang melebih, berharap kalian disana jauh lebih baik, ternyata kalian malah menjadi sampah" ucap Mona tajam karena dia sangat kesal terhadap keluarga ini, sudah 2 kali dia dirugikan dalm hal materi dan fikis.
"Nona mau apa kan mereka, apa kita jebloskan ke penjara" ucap Dirgo.
"Jangan, biarkan saja mereka! Karena pak Yusni pernah berjasa lama diperusahaan kami, dari masih adanya orang tua saya!" Ucap Mona.
"Gavin, boleh saya minta mereka dikirim keluar dari negara ini" ucap Mona memandang Gavin penuh arti.
"Itu sangat mudah, jika itu permintaan mu" ucap Gavin dengan santainya.
"Dirgo kirim mereka ke negera terpencil, sediakan yang mereka butuhkan" perintah Gavin.
"Terima kasih" ucap Mona memandang Gavin dengan sangat tulus.
"Kamu memang suami terbaik ku, walau aku tidak mencintai mu" ucap Mona dalam batin.
__ADS_1
Mona tidak ingin membuat hidup orang lain menderita lagi dan dia juga tidak ingin menderita lagi.