Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
95. Sudah Membuncit


__ADS_3

5 bulan pun berlalu


Mama Vany masih sama saja tidak pernah berbuat baik terhadap Mona, masih saja tidak berniat menerima Mona dikeluarganya.


Mama Vany malah menyalahkan Mona karena kehilangan aset dia, di tambah hartanya karena Rebeca telah memutuskan pergi dari Gavin, Rebeca sangat sakit hati dipermalukan oleh Gavin didepan mama Vany dan Mona.


Termasuk keluarga Rebeca sangat melarang Rebeca untuk kembali ke keluarga Gavin, untuk berteman saja mereka tidak mau, mereka menganggap keluarga Gavin adalah musuhnya.


Mama Vany sangat merasa kesal atas kejadian yang lalu, hanya kejadian itu tidak dapat dicegahnya.


*****


Saat ini berarti kandungan Mona sudah memasuki 7 bulan. Membuat perut Mona semakin buncit hingga pusarnya mencuat keluar, terkadang Mona berkaca melihatnya sungguh merasa gemas.


Gavin sungguh sangat bahagia melihat perut Mona yang kian besar, Gavin sudah berkali-kali mengajak Mona untuk melakukan pemeriksaan karena dia sangat penasaran dengan jenis kelamin anaknya dan melihat anaknya didalam perut itu bagaimana. Apalagi melihat perut Mona yang sudah 7 bulan tetapi sangat besar, membuat Mona berjalan saja terlihat sudah dan lebih lucunya lagi bagi Gavin Mona tidak pernah mengindam, dia sangat binggung terhadap istrinya ini, mengapa benar seperti wanita tidak hamil, tetapi perutnya membesar.


Gavin tentuny semakin menyayangi Mona, bahkan selalu memberikan perhatian lebih terhadap Mona, setiap malam Gavin akan terjaga melihat Mona yang sedikit saja bergerak.

__ADS_1


Mona tidak ingin melakukan pemeriksaan pada anaknya setelah pemeriksaan terakhir sebelum ikut Gavin pun, itu ada alasannya, bagi Mona biar ini menjadi kejutan.


Mona sewaktu dia tinggal dikampung halaman asisten Friska melihat atau pun dia mendengar wanita-wanita disana yang sedang hamil tidak melakukan pemeriksaan dan anaknya lahir sehat dengan membawa sangat banyak kejutan.


Mona sangat ini anaknya ini akan membawa kejutan untuk keluarga kecilnya ini.


Gavin terpaksa mengikuti saja kemauan Mona, padahal jika ingin setiap hari melihat anaknya yang berada dalam perut istrinya, itu bisa saja terjadi.


*****


"Aduh-aduh" tiba-tiba saja Mona mengerutu sakit karena ternyata anaknya sedang bermain didalam perut Mona.


"Ini anak mu bermain dalam perut mamanya!" Ucap Mona sambil mengelus perut buncitnya.


Mona sangat menyayangin anaknya ini, walau terkadang membuatnya terganggu tidak bisa tidur dimalam hari karena anaknya terus bergerak apa lagi menjelang subuh, anaknya sangat aktif menendang. Mona juga merasakan banyak tendangan dan getaran kanan kiri sisi perutnya.


"Kamu nakal ya nak, jangan membuat mama mu kesakitan nak, bergeraknya pelan-pelan saja, jika mau bermain cepat lah besar kemudian keluar dari perut mama mu, kita bermain sama-sama ya!" Ucap Gavin sambil mengelus perut Mona, membuat Mona tersenyum mendengar perkataan Gavin.

__ADS_1


"Wah, itu nanti keluarnya enggak sesuai usia donk!" Celetuk Mona.


"Jangan dengar papa mu nak, masak mau kamu cepat keluar dari perut mama, mama masih menikmati masa ini" ucap Mona dengan mengelus-ngelus perutnya.


"Mengapa aku merasa sangat mudah sesak ya?" Tanya Mona pada Gavin dan dirinya sendiri.


"Aku tidak tau, maka nya kita priksa ya!" Bujuk Gavin.


"Tidak mau, biar saja! Aku baik-baik saja" jawab Mona sambil tersenyum kepada suaminya.


"Ya sudah yang penting kamu baik-baik saja kan!" Ucap Gavin.


"Iya, kan aku yang merasakan!"


"Mau menyiapkan nama belum ya!" Tanya Mona pada suaminya.


"Cewek apa cowok saja belum tau!" Celetuk Gavin.

__ADS_1


"Hehehe" jawab Mona tertawa.


Gavin hanya bisa mengeleng-geleng kepalanya saja. Bagi dia yang terbaik saja buat istri dan anaknya.


__ADS_2