Menikahi Supir Billionaire

Menikahi Supir Billionaire
91. Pulang Kerumah Mertua


__ADS_3

Gavin merasa sangat bahagia, dia selalu mengelus perut rata Mona, dia berharap anaknya akan segera tumbuh, dia sudah tidak sabar untuk dipanggil papa oleh anaknya, bermain bersama anak, atau pun harus berkelahi dengan anaknya.


Hari ini juga Gavin mengajak Mona untuk pulang ke kota dan segera balik ke istananya.


Dia ingin segera memberitahu kepada mamanya jika Mona tengah mengandung cucunya.


Mona sebenarnya binggung harus bagaimana, apa dia harus pulang ikut Gavin atau mempertahankan egonya yang ingin berada dirumahnya sendiri, melihat perusahaannya berkembang.


Tetapi Mona juga ingin menjadi istri yang menurut apa yang suaminya katakan jika itu terbaik.


Dan Mona pun memilih mengikuti Gavin kemanapun Gavin berada, Mona harus disampingnya mendampingi sang suami.


"Bibi, sampai jumpa" Mona melepas pelukkan dari bu Ani, karena Mona akan segera pulang mengikuti Gavin.


"Iya nak, sering-sering lah datang kesini ya!" Ucap Bu Ani.


"Jaga kehamilan mu ya!" Ucap Bu Ani sambil sedikit mengusap perut Mona.


"Iya bi"


"Tentu" jawab Mona dengan wajah bahagianya.


"Deni, terima kasih" ucap Mona dengan tersenyum, membuat Gavin memandang dengan tajam, sedikit cemburu tentu ada.


"Terima kasih banyak bu dan Deni, kalian telah menjaga Mona selama aku tidak berada disampingnya" ucap Gavin dengan penuh hormat.

__ADS_1


"Tidak masalah, bagi ku Mona seperti saudara ku, karena dia telah menjaga saudara perempuan ku (Friska)" ucap Deni.


"Sama-sama nak" ucap Bu Ani.


Kemudian Gavin dan Mona segera pergi meninggalkan kediaman tersebut menuju mobil yang Gavin parkir dipekarangan rumah warga.


Sebelum pergi Gavin telah mengutus Dirgo untuk mengirim seorang kepercayaan untuk membantu warga didesa itu, termasuk Bu Ani, tentu ingin semua sangat disambut baik oleh warga Desa.


*****


Perjalanan panjang, malam harinya mereka sampailah dirumah yang dulu mereka tempati selagi Gavin masih menjabat sebagai supir pribadi Mona.


Kini pun masih menjadi supir pribadi Mona, tetapi tentunya bukan untuk bekerja, melainkan menemani Mona pergi kemana pun Mona mau.


"Tuan" sapa Dirgo dengan melirik Gavin, Dirgo sedikit kesal ditinggal, tetapi dia suka.


"Dirgo, besok kita pulang" ucap Gavin langsung.


"Kenapa begitu cepat pulangnya" ucap Friska yang merasa tidak terima.


"Tuan ingin memberitahu mamanya jika, aku telah hamil!" Ucap Mona menerangkan kepada Friska.


"Nona yakin ikut mereka pulang" tanya Friska ragu.


"Yakin"

__ADS_1


"Baiklah, nona jaga diri ya, jika sampai tuan menyakiti nona kasih tau aku dan aku yang akan membantainya!" Ucap Friska dengan memandang Gavin dengan tajam, walau Gavin sempat memohon kepada Friska soal Mona, tidak membuat Gavin kehilangan harga diri didepan Friska, karena bagi Friska, tuan Gavin tetaplah bosnya, dan akan menakutkan jika dia membuat kesalahan.


"Bukan, hanya kau yang membantainya, aku juga" ucap Dirgo dengan cepat sambil terkekeh.


Membuat Mona merasa bahagia karena banyak yang melindungi dia.


"Kalian sehati ya" Goda Gavin.


"Tidak" teriak Dirgo dan Friska bersamaan saling membuang pandangannya.


"Kalian cocok" ucap Mona.


Keduanya malah langsung menhindar dan pergi.


"Aghh, sudah biarkan mereka" ucap Gavin.


Bi Surti dan Pak Parto sangat senang bisa melihat Mona lagi, hanya saja mereka juga sedih karena tidak lama bertemu dengan Mona.


"Ayo kita kekamar!" Ajak Gavin yang sudah sangat ingin beristirahat karena lelahnya perjalanan.


"Kamu tidak capek?" Tanya Gavin.


"Tidak" ucap Mona santai.


Kemudian mereka pun berjalan masuk menuju kamar yang mereka tempati dulu, membuat kenang-kenangan yang lalu teringat kembali.

__ADS_1


__ADS_2