Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Awal Penyiksaan Yobelia


__ADS_3

"Aaargghh!" teriak Yobelia dengan menutupi kedua telinga dengan kedua tangannya.


"Berhenti berteriak! Sekali lagi kau berteriak, jangan salahkan kami jika kami bertindak kasar! Paham!" bentak pria sangar itu.


Yobelia semakin ketakutan mendengar bentaran pria sangar itu. Bagaimana tidak, hampir saja satu peluru menembus otaknya. Tapi, untungnya peluru itu meleset.


Yobelia hanya mengangguk dengan raut wajahnya yang ketakutan. "Keluar!" perintah pria itu.


Yobelia tidak menuruti perintah orang itu. Dia benar-benar takut, jika dia keluar dari mobil mereka akan dengan mudah menyakitinya. Makanya dia tetap bertahan di dalam mobil. Kemudian dia kepikiran untuk kabur dengan memutar arah jalannya. Karena di belakang mobilnya tidak ada mobil, Yobelia pun segera menancap gas dan melaju mundurkan mobilnya.


Dorr! Dorr! Dorr!


Namun sayangnya, begitu mobil Yobelia berhasil berbelok. Tiga kali tembakan tepat mengenai ketiga ban mobil Yobelia. Hal itulah yang membuat mobil Yobelia kehilangan keseimbangan dan menabrak trotoar.


Braakk!


"Aaww!" Yobelia merintih kesakitan setelah kepalanya terbentur stir mobil.


Tak membuang waktu lama, para anak buah Alano pun berlari menuju mobil Yobelia. Kemudian mereka mengeluarkan Yobelia dari mobil dan membawanya ke mobil mereka. Berhubung jarang mobil Yobelia dan mobil anak buah Alano tidak terlalu jauh, mereka pun hanya butuh beberapa menit untuk menyeret wanita jahat itu.


"Lepasin aku! Lepas!" teriak Yobelia dengan terus memberontak sekuat tenaga.


"Diam!" bentak pria itu tepat di wajahnya Yobelia.


Seketika Yobelia langsung terdiam. Tubuhnya kembali bergetar karena merasa takut. Sudah tidak ada yang bisa dia lakukan lagi selain pasrah. Percuma juga terus memberontak karena tenaganya tidak akan sebanding dengan tenaga para pria kejar yang tengah memeganginya.


"Kalian siapa? Kenapa kalian ingin menculikku? Salah saya apa?" tanya Yobelia dengan berpura-pura tidak tahu.


"Dasar drama queen! Jangan mengoceh sedikitpun lagi karena jika itu terjadi maka akan kupotong lidahmu saat ini juga, PAHAM!" anak buah Alano kembali mengancam Yobelia.


Yobelia langsung mengangguk ketakutan. Dia hanya menuruti perintah dari pria sangar itu. Kemudian Yobelia di dorong masuk ke dalam mobil berwarna hitam.


Di dalam mobil, tubuh Yobelia diikat cukup kencang membuat dirinya merasakan rasa sakit yang belum pernah dia rasakan. "Kau ambil dashcam mobil wanita ini. Hilangkan semua barang bukti yang mengarah pada kita. Dan satu lagi, apa di sekitar jalan sini ada CCTV?" tanya salah satu anak buah yang merupakan kepala anak buahnya.


"Sepertinya di jalanan ini ada CCTV, untuk dashcam sudah saya amankan."

__ADS_1


"Bagus. Sekarang saya mau kau menghapus rekaman CCTV yang berada di sekitar jalan ini. Saya tidak ingin tahu apapun caranya, pokoknya rekaman CCTV harus lengkap sebelum kepolisian curiga. Cepatlah! Kita tidak punya banyak waktu sebelum Tuan Alano marah besar!"


"Baik, saya akan melenyapkan rekaman CCTV. Setelah itu saya akan kembali ke markas."


"Okay, semoga berhasil. Sampai bertemu nanti di markas."


Salah satu anak buah Alano keluar dari mobil dan mencari ada di mana saja CCTV yang terpajang. Dia ingin menghapus rekaman itu sebelum polisi menyelidiki kasus Yobelia ini. Mereka bukan hanya sekedar anak buah saja, akan tetapi mereka anggota mafia dan bergabung dalam organisasi yang dipimpin oleh Alano.


Sementara itu, mobil mulai melaju. Tidak lupa, kepala anak buah Alano ini menghubungi tuannya terlebih dahulu sebelum membawa target ke markasnya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Alano menjawab teleponnya. Hanya dalam hitungan detik, Alano sudah mengangkat teleponnya.


Telepon terhubung!


"Hallo, Tuan," sapa Kepala anak buah setelah telepon tersambung.


"Katakan!" timpal Alano sesingkat-singkatnya.


"Target berhasil ditemukan. Target dalam keadaan hidup, saat ini kami sedang di jalan menuju markas," jelas kepala anak buah.


"Good job! Jangan biarkan dia lolos! Saya akan tunggu di markas!"


"Siap, Tuan. Kami akan sampai alam beberapa menit."


Telepon terputus!


****


Markas Alano ....


Setelah beberapa menit kemudian, beberapa anak buah Alano beserta targetnya, yaitu Yobelia sudah sampai di depan markas. Mereka semua keluar dari mobil dengan menyeret tubuh Yobelia yang terikat. Saat ini mata wanita jahat ini telah ditutup dengan kain hitam sehingga dia tidak bisa melihat apapun selama di perjalanan. Hal itu berguna agar Yobelia tidak tahu arah jalan markasnya itu.


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, mereka membawa Yobelia masuk ke markas tersebut. Mereka akan membawa targetnya ke salah satu ruangan khusus untuk mengeksekusi. Entah hukuman apa yang akan Yobelia terima akibat perbuatannya itu.


"Tuan, ini dalang dari penyerangan di rumah Tuan muda Luciano." Kepala anak buah mendorong tubuh Yobelia sampai jatuh tersungkur tepat di bawah kaki Alano.


Alano yang saat ini sedang menghisap sebatang rokok langsung mematikannya. Dia beranjak dari duduknya dan berjongkok di hadapan Yobelia. Bos mafia ini terus memandang tubuh target dengan tatapan yang tidak percaya.

__ADS_1


"Kalian yakin, dia pelakunya?" tanya Alano seraya berdiri.


"Iya, Tuan. Dia adalah dalang dari penyerangan Tuan muda Luciano."


"Ikat dia di ruang eksekusi! Biar saya yang menghukum wanita ****** ini!" perintah Alano dengan tegas.


"Baik, Tuan." Para anak buah Alano pun langsung menyeret kasar tubuh Yobelia menuju tuang eksekusi dan mengikatnya.


"Aaww, sakit! Tolong jangan sakiti aku!" Yobelia terus meringis kesakitan.


"Jangan mengoceh!" bentak Kepala anak buah. Kemudian dia mendekatkan bibir di telinga Yobelia. "Jika kau terlalu banyak mengoceh, maka jangan salahkan kami jika kami akan menerkam tubuhmu dengan sangat brutal!" bisik Kepala anak buah dengan sedikit ancaman.


"Jangan! Jangan lakukan itu." Yobelia menggelengkan kepalanya.


"Makanya, jangan banyak ngoceh! Ikat dia!" perintah Kepala anak buah pada anak buahnya.


Anak buahnya pun menganggukkan kepalanya. Kemudian dia mulai mengitakat bahkan menggantung tubuh ramping Yobelia. Sebelum menggantung tubuhnya, Alano datang dan melihat penderitaan Yobelia.


"Tunggu!" ujar Alano.


"Iya, Tuan,"


"Lucuti seluruh pakaiannya! Setelah itu baru gantung tubuhnya!" perintah Alano yang sama sekali tidak pernah main-main soal menghukum orang yang menurutnya bersalah.


"Tidak, jangan lakukan itu! Saya mohon jangan lakukan itu?" Yobelia menangis histeris meminta pengampunan pada Alano.


"Saya tidak akan tertipu dengan air mata buayamu, wanita ******! Cepat, lucuti pakaiannya!" bentak Alano dengan wajahnya yang merah padam.


"Baik, Tuan." Seluruh anak buahnya pun langsung melucuti pakaian Yobelia secara paksa.


"Tidak!" teriak Yobelia.


Alano yang sudah geram pun mendekati tubuh Yobelia. Dia membuka penutup matanya. "Sadar wanita ******! Beraninya kau bermain-main dengan putraku!" Alano membentak Yobelia dengan suara yang keras.


Yobelia memejamkan matanya karena takut. "Saya tidak mengerti, apa maksudmu, Tuan?" Yobelia berpura-pura tidak mengerti ucapan Alano.

__ADS_1


"Gantung dia! Dan siapkan alat-alatnya! Saya akan mengganti pakaian terlebih dahulu!" perintah Alano seraya meninggalkan ruangan eksekusi.


****


__ADS_2