
Happy reading....
Pagi hari.
Saat ini Melissa sedang bermake-up untuk menutupi bekas luka di wajahnya. Dia tengah bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Sementara Danny, dia masih tertidur dengan pulas.
Selesai bersiap-siap, Melissa menulis sesuatu di kertas mini berwarna. Kemudian dia meletakkan surat itu di meja nama sebelah secangkir teh. Dia mengambil kunci mobil suaminya dan keluar dari kamar.
Begitu Melissa keluar dari rumah, dia melihat Nazira sedang berjalan ke arahnya. Namun, Melissa tidak mempedulikannya. Dia tidak ingin berurusan dengan adik iparnya.
Pada saat Melissa hendak memasuki mobil, tiba-tiba Nazira menarik tangannya. "Suami lagi dalam kesulitan, kau malah mau pergi. Apa kau mau menemui selingkuhanmu itu?" tuduh Nazira dengan mata penuh kebenciannya.
Melissa tersenyum kecut seraya melepaskan tangan dari genggaman adik iparnya. "Ck! Dangkal sekali otakmu! Ternyata usia tua itu tidak menjamin seseorang itu berpikiran dewasa? Kau tau Naz, lebih baik pergi keluar dari pada di rumah cuma melihat suami pengangguran tukang selingkuh pula. Setidaknya aku bisa melihat selingkuhanku YUXIAN!" Melissa melipat kedua tangan di dada dengan tatapan yang menghina Nazira.
"Dasar wanita jalaang! Berani kau menyakiti Kakakku dengan mengatakan hal itu." Nazira terlihat sangat kesal, kini kedua tangannya mengepal dan dalam beberapa detik dia hendak menampar Melissa tapi, tangan kakak iparnya lebih cepat menahan tangannya.
__ADS_1
"Jangan kau pikir karena usiamu lebih tua dariku kau bisa menindasku seperti itu! Mulai hari ini dan seterusnya, aku bukanlah Melissa kakak iparmu yang selalu kau tindas dan perlakukan tidak layak. Akan kutunjukkan seperti apa hidupmu selama ini. Akan kuberikan sebuah kejutan untukmu nanti. Persiapkan dirimu, mantan adik ipar!" Melissa menghempaskan tangan Nazira dengan kasar.
Kemudian, Melissa masuk mobil dan pergi. Sementara itu, Nazira berlari memasuki rumah kakaknya. Dia pergi ke kamar Danny untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Danny tidak melarang istrinya keluar rumah dengan membawa mobilnya.
Tok! Tok! Tok!
Nazira mengetuk pintu Danny dengan cukup keras. Namun, kakaknya tidak membukakan pintu. Dia pun memutuskan untuk masuk kamar kakaknya. Begitu dia masuk, dia melihat kakaknya masih tertidur pulas.
Dengan geram, Nazira menghampiri Danny dan membangunkannya. "Kakak bangun! BANGUN!" Nazira menggoyang-goyangkan tubuh Danny agar bangun.
"Nazira, apa yang kau lakukan di kamarku?" tanya Danny dengan suara khas bangun tidur.
"Jangan tanya itu! Jawab pertanyaanku! Kenapa istrimu pergi sepagi ini dengan mobilmu? Pagi ini dia terlihat sangat cantik dan rapi, kenapa kau tidak melarangnya untuk pergi? Dengan datarnya dia bilang, dia lebih suka keluar rumah hanya melihat suami pengangguran dan tukang selingkuh. Apa maksudnya ini? Apa sekarang Kakak menjadi pengangguran?" tanya Nazira dengan kesal.
"Tenang dulu, Naz. Kakak baru bangun tidur, kamu tunggu di ruang tengah. Nanti kakak ceritain semuanya."
__ADS_1
"Okay, buruan!" Nazira keluar dari kamar Nazira. Sementara itu, Danny pergi mandi.
****
Di dalam mobil ....
Melissa menyetir dengan senyuman di bibirnya. Hari ini dia merasa bebas dari penjara pernikahan yang di mana dia selalu merasa terkurung dan tidak pernah diperbolehkan keluar rumah selain ke pasar. Kehidupan yang seperti sekarang lah yang dia inginkan.
Dia ingin melihat dunia luar, dia ingin bergaul dan menikmati dunia luar. "Aku tidak percaya jika aku bisa bertahan sampai di tahap ini. Aku tidak percaya jika aku sekuat ini. Aku harus tetap sekuat baja agar aku bisa membalas perlakuan mereka yang sudah membuat hidupku menderita selama ini." Melissa menitikkan air matanya.
Melissa menghentikan mobilnya karena di depan adalah lampu merah. Dia membuka kaca jendela mobilnya dan merasakan hembusan angin alami yang masuk ke mobilnya. Melissa memejamkan matanya dengan senyuman merasakan betapa sejuknya angin memasuki kulitnya.
"Hapuslah air matamu, Nona! Sangat disayangkan jika wanita secantik dirimu menangis sendirian," teriak seorang pengemudi mobil yang ada di sebelah kanan mobil Melissa.
BERSAMBUNG....
__ADS_1