
"Dr. Luci, boleh aku meminta bantuanmu?" tanya Melissa dengan tatapan yang lekat.
"Ya, katakan. Apa yang bisa aku bantu?" Dr. Luciano membalas tatapan Melissa.
"Begini ... aku dilamar oleh Yuxian. Masalahnya, aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padanya. Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai sahabat sekaligus seorang kakak. Aku tidak menduga jika hal ini akan terjadi. Lagipula aku tidak bisa menikah dengannya karena keluarga besar Wuxing tidak menerimaku. Dalam keluarganya tidak diperbolehkan menikahi seorang janda sepertiku. Dan Dr. Luci tahu? Yuxian melanggar semua peraturan itu dan memaksa keluarganya untuk menerimaku. Aku rasa ini bukan cinta tapi obsesi. Aku tidak ingin hubungan Yuxian renggang dengan keluarganya. Maka dari itu, aku ingin meminta bantuan Dr. Luci, aku ingin Dr. Luci pura-pura tidak tahu keberadaanku," jelas Melissa.
"Apa maksudmu? Apa kau mau pergi?" tanya Dr. Luciano.
Melissa mengangguk cepat. "Ya, aku akan pergi. Entah sampai kapan itu. Aku ingin menenangkan diriku, aku ingin Yuxian melupakanku. Aku berharap setelah aku pergi, dia bisa melupakan perasaannya padaku. Aku hanya menceritakan ini pada Dr. Luci saja. Aku bahkan tidak memberi tahu orang tuaku tentang ini. Aku tidak ingin kedua orang tuaku cemas akan keadaanku. Dr. Luci mau 'kan merahasiakan ini dari Yuxian dan orang tuaku?"
"Tapi, Mel ... orang tuamu berhak tahu masalah ini. Mungkin aku bisa berbohong pada Yuxian, tapi aku tidak bisa berbohong pada orang tuamu."
"Kesehatan orang tuaku lebih penting, aku tidak ingin kesehatan mereka menurun setelah mengetahui masalah yang aku alami ini. Aku mohon, sekali ini saja tolong bantu aku. Saat ini aku tidak punya banyak waktu. Aku akan menemui Yuxian besok malam."
"Baiklah, aku akan membantumu. Jangan cemas, aku akan menepati janjiku. Aku sesekali akan melihat keadaan orang tuamu. Aku akan menjaganya selama kau pergi. Aku berpesan padamu untuk selalu jaga kesehatanmu. Di manapun kau berada beri tahu aku, kabari aku setiap apapun yang terjadi di dana. Berhati-hatilah, jangan sembarangan mempercayai orang dan cepatlah kembali."
"Terima kasih, Dr. Luci. Aku tidak akan melupakanmu atas kebaikanmu ini." Melissa tersenyum pada Dr. Luciano.
****
__ADS_1
Malam pukul 19.00 ...
Melissa saat ini telah siap untuk pergi bersama sahabatnya. Dia masih menunggu Yuxian datang menjemputnya. Tak lama kemudian terdengar suara orang sedang memasukkan password pada smart unlock.
Pintu terbuka dan masuklah seorang pria tampan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yuxian. "Mel, apa kau sudah siap?" tanya Yuxian pada Melissa.
"Ya, Ge. Aku sudah siap. Ayo kita pergi," ajak Melissa.
"Iya, Mel. Ayo,"
Mereka keluar dari apartemen secara bersamaan. Kemudian mereka masuk lift. Yuxian menekan tombol lantai dasar untuk mengambil mobilnya yang ada di basement.
"Ada apa, Mel? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Yuxian setelah menyadari jika sahabatnya sedang memperhatikannya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya mengagumi ketampananmu saja," jawab Melissa, berbohong.
Melissa sebenarnya sedang sedih karena malam ini adalah dia akan mematahkan hati sahabatnya yang selalu menemaninya selama ini. Malam ini adalah hari terakhir dia melihat Yuxian karena aku setelah ini dia akan pergi jauh dari kehidupan Yuxian. Ini hal yang paling sulit bagi Melissa, sebab dia tidak pernah tinggal jauh dari sahabatnya. Namun kali ini dia harus melakukannya.
"Kau tau Mel? Ini terdebgar sangat aneh. Baru kali ini kau memujiku seperti ini. Meski begitu, aku senang mendengarnya karena ini pertama kalinya kau memuji wajahku," kekeh Yuxian.
__ADS_1
"Haha ... benarkah?" tawa Melissa. Dia berusaha menyembunyikan rasa sakitnya rasa sedihnya dengan tertawa.
"Iya, Melissa Jordan."
Tak lama kemudian, setelah beberapa menit mereka pun sampai di salah satu restoran. Melissa sebelumnya telah memesan ruang VVIP. Kemudian Melissa mengajak Yuxian masuk ke ruang VVIP.
Begitu sampai di ruang VVIP, Yuxian melihat ruangan itu yang dihias dengan indah dan tertulis nama Yuxian sahabatku. Yuxian merasa sedikit aneh dengan tingkah sahabatnya. Tidak biasanya dia melakukan semua ini.
"Mel, kau yang mempersiapkan ini semua?" tanya Yuxian keterangan.
Melissa mengangguk dan tersenyum. "Iya, Ge. Duduklah." Melissa menarik kursi dan menyuruh sahabatnya untuk duduk.
Walaupun Yuxian merasa heran, dia pun tetap duduk dan menuruti perkataan sahabatnya. Setelah melihat Yuxian duduk, kini Melissa pun duduk berhadapan dengan sahabatnya. "Ge, aku mau mengatakan hal jujur padamu," ucap Melissa seraya menatap ke arah Yuxian.
"Ya, katakan saja."
"Tapi sebelum itu, Gege makan dulu. Aku mau ke toilet sebentar." Melissa beranjak dari duduknya dan pergi ke toilet.
"Baiklah, cepat kembali," ucap Yuxian.
__ADS_1
BERSAMBUNG....