
Happy reading....
Beberapa hari kemudian ....
Surat perceraian sudah keluar, dengan napas yang berat Melissa menandatangani surat itu. Tidak lupa, dia juga telah memasukkan uang sebesar 100 juta ke dalam koper. Saat ini Melissa tinggal bersama sahabatnya di kamar yang berbeda.
"Ge, hari ini aku akan pergi menemui Dr. Luci. Bisakah kau menolongku untuk memberikan surat perceraian serta uang ini pada Danny?" tanya Melissa yang tengah bersiap-siap untuk pergi.
"Aku akan memberikannya. Tapi, Mel ... kenapa kau tidak jujur dan pada orang tuamu jika kalian sudah bercerai?"
"Aku akan memberi tahukan orang tuaku setelah kami resmi bercerai."
"Lalu, apa yang akan kau lakukan jika kalian sudah bercerai? Apa kau akan menikah dengan pria lain?" tebak Yuxian.
"Kau ini lucu sekali, Xian-Ge," gelak tawa Melissa.
"Aku bukanlah wanita gampangan yang bisa menikah kapanpun aku mau. Pernikahan bukanlah permainan, aku tidak ingin salah memilih pasangan lagi yang nantinya akan kandas di tengah jalan. Untuk saat ini, aku ingin menyibukkan diri dengan karirku. Aku ingin membeli rumah, mobil dan aku ingin membuka usaha kecil-kecilan sebagai sampinganku," jelas Melissa.
__ADS_1
"Kau benar, Mel. Aku setuju dengan caramu berpikir, aku belum siap jika melihat sahabatku ini kembali menikah dengan pria lain," celetuk Yuxian.
"Kenapa bicaramu seperti itu, Ge? Walaupun aku akan mrnikah lagi juga kau tetap sahabatku. Aku akan selalu bersamamu," ucap Melissa disertai senyumannya.
"Benarkah?"
"Hmm." Melissa mengangguk.
****
Tanpa berlama-lama lagi, dia menekan bel rumah Danny. Tak membutuhkan waktu lama, pemilik rumah itupun membuka pintu. Begitu pintu dibuka, Yuxian dipersilakan masuk.
Yuxian masuk dan berjalan menuju ruang tengah bersama Danny. "Silakan duduk." Danny mempersilakan Yuxian untuk duduk dengan menunjuk ke arah kursi kosong.
Yuxian langsung duduk tanpa mengatakan apapun. Dia membuka koper dan amplop berwarna coklat. Dia mengeluarkan surat perceraian beserta sebuah pulpen. Kemudian dia meletakkan di atas meja dan menyodorkan pada Danny.
"Tandatangani surat ini! Setelah itu, kau bisa membawa uang ini!" tegas Yuxian to the point.
__ADS_1
"Okay, akan kutandatangani sekarang juga." Danny mengambil pulpen dan menandatangani surat perceraiannya.
Danny tidak merasa keberatan. Reaksinya tampak biasa saja, dia tidak merasa kehilangan ataupun bersedih karena pernikahannya harus berakhir di 3 tahun. Bagi Danny, perceraian ini cukup menguntungkan untuknya. Dia tidak peduli dengan apa yang Melissa rasakan, yang jelas dia akan mendapat uangnya dan akan segera menikmati tubuh Yobelia seutuhnya dengan menikahinya.
"Sudah saya tandatangani. Berikan uangnya!" pinta Danny.
Yuxian mengambil surat perceraian itu, lalu dia memberikan uangnya. "Aku peringatkan kau untuk tidak mendekati Melissa lagi! Apapun tujuannya aku tidak peduli. Jauhi Melissa dan jangan mengusik hidupnya lagi atau kau akan menyesal nantinya!" ancam Yuxian seraya beranjak dari duduknya.
"Kau tidak perlu repot-repot dengan mengatakan semua itu, karena sampai kapanpun aku tudak akan tertarik ataupun mengusik hidup wanita cacat seperti Melissa!"
Yuxian mengepalkan kedua tangannya. Kemudian, pukulan itu melayang ke arah Danny. Dalam hitungan detik, sebuah pukulan keras mendarat di pipi kiri Danny.
Bugh!
"Jaga ucapanmu! Jangan berani mengatakan hal buruk tentang sahabatku!"
BERSAMBUNG....
__ADS_1