Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Jangan Dekati Aku!


__ADS_3

Kediaman Yuxian ....


Fang Yin yang saat ini baru saja membaca pesan yang Melissa kirim, dia menyuruh menantunya yang bernama Ming Hao untuk menyusul Melissa. Yu Ming Hao adalah menantu keluarga Wuxing, dia adalah kakak ipar Yuxian.


"Ming Hao, tolong kau susul Mel sekarang. Sangat berbahaya jika Mel pergi ke tebing keraton itu sendirian. Yang Mama tahu, di sana banyak begal. Mama tidak ingin terjadi hal buruk pada Mel," ujar Fang Yin.


"Tenanglah, Mama. Hao akan menyusul Mel sekarang juga," jawab Ming Hao.


"Kau hati-hati ya, Nak. Kabari Mama jika ada apa-apa,"


"Iya, Ma. Ming Hao pergi." Ming Hao berpamitan kepada ibu mertuanya.


****


Brak! Brak!


Suara benda keras yang berasal dari tiga orang pria tidak Melissa kenal sedang melempar body mobilnya dengan batu. "Keluar!" teriak salah satu pria.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Apa yang akan terjadi padaku? Apa yang akan ketiga pria itu lakukan?" Melissa meremas jemarinya karena takut.

__ADS_1


"Aku bilang keluar! Kau mau keluar atau aku yang paksa kau keluar!" Pria itu menyodorkan pisau ke arah Melissa dari jendela mobilnya.


Saat ini, Melissa tidak bisa melajukan mobilnya karena sulit untuk bisa maju apalagi mundur. Medannya cukup beresiko dan tenaga mobilnya juga tidak akan kuat. Mau tidak mau, Melissa memberanikan diri keluar dari mobil dengan rasa ketakutannya.


"Angkat tangan!" bentak pria itu.


Melissa mengangkat kedua tangannya ke atas. "Aa-apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanya Melissa dengan gemetar.


"Haha, dia bertanya kita mau apa, Guys? Melihat cewek cantik di jalanan yang sepi seperti ini dan sendirian, tentu saja kami akan melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kau lupakan, Nona manis. Benar enggak, Guys?" pria itu melirik ke arah kedua temannya.


"Aku peringatkan jangan berani macam-macam! Atau aku akan--"


"Jj-jangan sakiti aku! Kalian mau uang? Atau kalian mau mobilku, silakan kalian ambil asal jangan lukai aku," ucap Melissa dengan gelagapan karena takut.


"Kami mau tubuhmu!" ketiga pria itu mendekati Melissa.


"Jangan! Jangan dekati aku! Tolong! Seseorang tolong aku!" teriak Melissa sekeras mungkin.


Namun, dengan cepat mulut Melissa disumpal oleh kain. "Emmm! Emmm!" Melissa hendak berteriak lagi namun, suaranya tidak keluar karena mulutnya yang tertutup kain.

__ADS_1


****


Dr. Luciano baru saja sampai di parkiran tebing keraton. Dia keluar dari mobil. Kemudian dia melihat ada mobil ayahnya Melissa, yang dipakai oleh Melissa.


Begitu dia mendekati mobil itu, tiba-tiba dia dikejutkan karena di dalam mobilnya tidak ada Melissa dan anehnya, kunci mobil Melissa masih menggantung. Sebelum dia mencari Melissa, dia mengamankan kunci mobil Melissa terlebih dahulu. Setelah itu, barulah dia pergi mencari Melissa.


Dia mencoba menghubungi Melissa, namun, lagi-lagi dia melihat ponselnya Melissa ada di dalam mobil. "Jika ponselnya ada di sini? Lalu, ke mana Mel pergi? Tidak mungkin dia pergi tanpa membawa ponsel. Aku yakin jika terjadi sesuatu padanya. Aku harus segera menemukannya!" Dr. Luciano berlari ke arah tebing keraton.


Baru saja dia hendak berlari, tiba-tiba datang sebuah mobil. Dr. Luciano menoleh ke belakang dan melihat siapa yang datang. Begitu pemilik mobil itu keluar, dia tidak mengenal siapa pria itu. Yup, dia adalah Ming Hao, kakak iparnya Yuxian.


"Permisi, boleh saya tahu ... apa tujuan anda datang ke mari?" tanya Dr. Luciano.


"Saya ingin mencari adik iparku, Yuxian. Lalu, kau sendiri sedang apa di sini?" Ming Hao balik bertanya pada Dr. Luciano.


"Saya datang ke mari untuk mencari Melissa," jawab Dr. Luciano.


"Memangnya, ada apa dengan Melissa?"


"Mel menghilang, aku tidak tahu pasti bagaimana kejadiannya yang jelas, begitu aku sampai di sini, Mel sudah tidak ada."

__ADS_1


****


__ADS_2