
Happy reading.....
''Kenapa kamu selalu membuatku tidak berdaya, Mel? Dia pantas mendapat pukulan dariku. Kenapa kamu selalu mencegahku, Mel? Kamu jadi orang jangan terlalu baik, atau kamu akan selalu disakiti seperti ini!" tegas Yuxian.
"Apa yang dikatakan kak Yuxian ini benar, Mel. Suamimu itu pantas mendapatkan pelajaran. Ayo kita dobrak saja pintunya," timpal Pak RT.
"Iya, ayo kita dobrak saja. Jangan sampai kota ini tercemar karena perzinahan seperti ini. Ayo!" timpal warga yang lain.
Melissa terdiam, dia tidak bisa lagi melarang sahabatnya untuk tidak bertindak lagi. Hari ini, dia melihat mata Yuxian begitu terpancar api kemarahan yang berkobar. Melissa pun menyusul Yuxian.
Brakk!
Pintu didobrak dengan sangat keras sampai kedua pasangan haram yang berada di dalam terkejut. Danny dan Belia terperanjat dengan bola matanya yang membulat dengan sempurna. Melissa berjalan ke arah Danny dan Belia.
__ADS_1
Alih-alih menamparnya, Melissa hanya tersenyum disertai air mata yang bercucuran. Semua orang dibuat heran dengan tingkah Melissa yang masih bisa tahan melihat apa yang dilakukan suaminya.
"Mel, aku bisa jelasin semuanya." Danny memegang tangan Melissa.
Sekali lagi, Melissa melemparkan senyumannya. Dia melepaskan tangannya dari genggaman Danny. Dia berjalan ke arah pakaian Danny yang berserakan di lantai.
"Mel, apa yang akan kamu lakukan?" Yuxian berteriak pada sahabatnya.
Melissa menjawab pertanyaan Yuxian dengan senyuman lagi. Kemudian dia memungut pakaian suaminya dan memberikan pakaian itu pada Danny. "Pakailah bajumu, Mas! Jangan mempermalukan harga dirimu seperti ini," ucap Melissa disertai tangisan.
"Belia, kamu telah berhasil. Selamat, kamu pemenangnya," ucap Melissa pada Yobelia.
Sementara itu, Belia tidak mengatakan apapun, dia hanya memegangi selimut yang menutupi badannya. Yuxian yang melihat ini benar-benar emosi, entah apa yang membuat Melissa tidak marah dan memberi suaminya pelajaran. Dia menghampiri Melissa dan memegang bahunya.
__ADS_1
"Sadarlah, sahabatku! Lihatlah, suamimu itu telah mengkhianati pernikahanmu. Dia telah mengkhianati cinta tulusmu. Sadarlah! Kenapa kamu tidak marah melihat mereka melakukan ini!" pekik Yuxian. Dia menatap tajam Melissa dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Ge, aku marah. Aku kecewa tapi, bukan berarti aku bisa berbuat kasar pada mereka. Dengarkan aku, Ge! Saat ini aku ingin meminta bantuanmu untuk mencarikan aku pengacara untuk mengurus perceraianku dengan Mas Danny. Tolong berikan juga uang sebesar 100 juta untuk pesta pernikahannya. Aku juga tidak akan mengambil asetnya. Aku akan bercerai tanpa membawa asetnya!"
"Apa kamu sudah tidak waras, Mel? Kenapa kamu melakukan semua ini? Itu uang hasil kerja kerasmu selama ini. Bahkan suamimu tidak berhak memberikan sepeserpun dari uang hasil kerjamu selama ini!"
"Itu sebuah apresiasi dariku, Xian-Ge. Anggap saja itu uang perpisahan dariku dan untuk mengganti semua uang yang telah dia gunakan untuk menafkahiku!" timpal Melissa.
Jawaban Melissa membuat semua orang tercengang. Mereka belum pernah melihat ada seorang istri uang berkorban begitu besar. Bahkan sebelum berceraipun dia rela memberikan uang 100 juta untuk mengganti uang nafkah yang selama ini suaminya berikan padanya.
"Mel, selama ini kamu bekerja?" tanya Danny dengan wajah yang terkejut.
"Iya. Sahabatku bekerja, dia seorang author yang sukses dengan karya-karyanya. Dia sengaja tidak memberi tahumu. Seharusnya kau bersyukur memiliki istri seperti Melissa. Selain wanita karir, dia juga seorang istri yang baik. Ke mana saja kau selama ini? Sampai kau tidak mengetahui perjuangan istrimu selama ini? Kau hanya sibuk dengan janda gatal ini!" tegas Yuxian.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....