Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Apa Isi Gift Itu?


__ADS_3

Happy reading....


Melissa saat ini sedang menunggu Dr. Luciano. Tiba-tiba jas Dr. Luciano yang tengah dipakai Melissa terjatuh karena seorang pria yang sengaja menyenggolnya. Melissa tersenyum kecut ke arah pria itu.


Ternyata pria itu tidak lain adalah mantan adik iparnya, Alvaro. Dia adalah suami Nazira. "Hai ... mantan Kakak ipar," sapa Alvaro seraya terus mendekati Melissa.


Melissa tidak menganggapi sapaan Alvaro, dia mengambil jas yang terjatuh itu tiba-tiba tangan Alvaro hencak menyentuh punggung serta bokong Melissa. Namun, Alvaro tidak berhasil menyentuhnya karena tangan kekar menarik tangannya. Alvaro menoleh ke arah pria itu.


Bugh!


Satu pukulan tepat mendarat di sudut bibir Alvaro hingga mengeluarkan sedikit darah segar. Melissa terkejut pada saat seorang pria memukul mantan adik iparnya. Dan pria itu adalah Dr. Luciano.


Melissa menghampiri Dr. Luciano untuk menanyakan alasan dia memukulnya. "Sayang, kenapa kau memukulnya?" Melissa memegang lengan Dr. Luciano disertai tatapan yang lekat.


"Dia hendak melecehkanmu! Aku tidak suka melihat dia menyentuhmu sedikitpun. Itu peringatan dariku agar dia lebih berhati-hati," jawab Dr. Luciano dengan wajahnya yang merah padam akibat amarahnya.


Benar, sedari tadi Dr. Luciano telah memperhatikan gerak gerik Alvaro pada saat dia mempersiapkan sebuah rekaman perselingkuhan Alvaro untuk dipertontonkan di hadapan semua tamu. Dia sudah curiga dari cara dia berjalan dan menatap Melissa dengan tatapan yang napsu. Dan benar saja, jika Alvaro akan melakukan hal itu.


Tentu saja, kejadian ini membuat para tamu ikut terkejut dan keadaan saat ini cukup heboh. Nazira dan putrinya yang bernama Calista Yolan datang menghampiri Alvaro yang terluka. Terlihat jelas di mata Nazira jika dia sangat marah dan tidak terima melihat suaminya dipukul seperti itu oleh Nazira.


"Hentikan! Apa-apaan ini?" bentak Nazira. Dia lupa jika saat ini semua perhatian para tamu tertuju pada kejadian ini.


Anehnya, Nazira bukan marah kepada suaminya melainkan pada Melissa yang hampir saja menjadi korban pelecehan suaminya. Begitu sampai di hadapan Melissa, Nazira langsung menarik lengan Melissa dan hendak menamparnya di hadapan semua tamu.


Tentunya sebelum itu terjadi, Danny berlari dari pelaminan dan melindungi Melissa dari tamparan adiknya. Melissa yang tahu jika dia akan ditampar hanya memejamkan matanya. Dia membayangkan akan seperti apa rasanya ditampar. Namun, apa yang dia bayangkan dibenaknya tidak terjadi karena tamparan itu meleset.


Plak!


Tamparan itu mendarat di pipi mantan suaminya, Danny. Seketika Melissa dan semua orang yang melihatnya langsung membelalakkan matanya. Melissa melihat sangat jelas jika saat ini tubuh mantan suaminya berada di hadapannya. Itu artinya, mantan suaminya lah yang telah melindunginya.

__ADS_1


Kenapa harus Danny? Kenapa dia melindungi mantan istrinya? Entahlah, hanya Danny lah yang tahu. Apa yang membuatnya berlari dan melindungi mantan istrinya itu.


Dr. Luciano segera menarik tangan Melissa. Dia menyentuh wajahnya dan menatapnya dengan tatapan yang teduh. "Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Dr. Luciano. Ucapannya terdengar sangat tulus.


Melissa menggelengkan kepalanya. "Aku tidak apa-apa, Sayang." Melissa tersenyum manis.


"Syukurlah." Dr. Luciano mengelus lembut rambut Melissa. Entah dia sedang berakting atau tidak.


Sementara itu, Nazira semakin kesal karena melihat kakaknya sendiri yang melindungi Melissa. "Apa yang kau lakukan, Kak? Apa kau sudah tidak waras? Kenapa kau menyelamatkan perempuan hina sepertinya?" bentak Nazira.


"Jaga ucapanmu, Dek! Ini hari pernikahanku, jangan membuat keributan di sini. Aku perhatikan sejak tadi jika suamimu lah yang telah berbuat tidak senonoh pada Melissa, jika kau tidak percaya ... tanyakan saja pada suamimu! Tanyakan apa yang sebenarnya terjadi!" tegur Danny seraya memenangi pipinya yang merah bekas tamparan adiknya sendiri.


"Apa? Dia melakukan apa? Dia berbuat tidak senonoh padaku?" Melissa terkejut mendengar ucapan Danny.


"Sayang, apa benar itu? Pria brengsek itu melakukan itu padaku?" tanya Melissa pada Dr. Luciano.


Dr. Luciano membenarkan ucapan Melissa dengan sekali anggukan. "Benar. Inilah, kenapa aku memberinya satu pukulan," jawab Dr. Luciano.


"Sepertinya kau melupakan sesuatu, mantan adik ipar." Melissa menatap tajam Nazira. Matanya menunjukkan kobaran api kemarahan.


Plak!


Plak!


Dua kali tamparan mendarat di kedua pipi Nazira cukup keras. Nazira terkejut seraya memegangi wajahnya. Rasa panas, perih dan tentunya meninggalkan bekas tamparan di wajahnya.


"Itu tamparan untuk sikapmu yang berani menamparku tadi dan satu tamparan lagi karena kau tidak bisa menjaga suami genitmu ini!" tegas Melissa.


"Sudah cukup! Jangan lanjutkan pertengkaran ini! Ini hari pernikahanku!" teriak Yobelia dari pelaminan.

__ADS_1


Mendengar itu, semua mengalihkan perhatiannya pada Yobelia. Melissa tersenyum dan menghampiri Yobelia. Dia berjalan dengan sangat elegant dan membuka jasnya agar dia bisa memperlihatkan lekukan tubuh serta mulusnya dia. Dia ingin membuat Yobelia merasa insecure padanya.


"Perhatian semuanya!" ucap Melissa dengan menepuk tangan.


"Apa yang kau lakukan?" Yobelia menarik lengan Melissa.


Melissa memicingkan matanya, serta menepis tangan Yobelia. Kemudian dia berbisik sesuatu. "Aku punya satu kejutan untuk kalian semua," bisik Melissa.


"Aku punya satu pertunjukan yang sangat indah dan spesial di hari pernikahan mantan suamiku. Aku harap kalian semua bisa menikmati pertunjukkan ini dengan baik." Melissa memberikan kode pada Dr. Luciano dengan senyuman dan kedipan matanya.


Dr. Luciano paham, apa yang dimaksud Melissa. Dia pun menatap salah satu pria yang berdiri. Pria itu memberikan sebuah kode dengan mengacungkan jempol pada Dr. Luciano.


Tak lama kemudian, sebuah rekaman beserta foto-foto perselingkuhan Alvaro di hadapan semua orang. Semua tamu menonton pertunjukkan itu termasuk Nazira juga. Alangkah terkejutnya Nazira melihat semua itu. Dia membungkam mulutnya, lalu dia menoleh ke arah suaminya yang tengah terkejut.


Wajah Alvaro berubah pucat. Dia bingung, bagaimana bisa semua ini terjadi. Perselingkuhan yang sudah dia sembunyikan selama bertahun-tahun lamanya kini terbongkar di hari pernikahan kakak iparnya.


"Mas Alvaro!" teriak Nazira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Perhatian lagi semuanya! Aku masih punya satu tantangan untuk mempelai wanita. Aku ingin dia membuka gift yang aku berikan kepadanya. Bukankah kalian semua penasaran dengan isinya?" pancing Melissa pada semua tamu.


"Buka buka buka!" ucap semua tamu dengan serentak.


Yobelia menatap tajam ke arah Melissa dengan penuh kebencian. "Ayo buka, ini permintaan semua tamu undanganmu. Jika kau tidak mau, biarkan aku saja yang membukanya." Melissa Menaik-turunkan alisnya dengan kedua tangan dilipat di dada.


"Tidak perlu! Aku akan menerima tantanganmu. Akan kubuka gift darimu!" Yobelia mengambil gift itu dan membukanya di hadapan semua orang.


Begitu dia membuka gift itu, Yobelia terbelalak. Dia tidak percaya jika gift yang Melissa berikan adalah sesuatu yang akan membuatmu malu tujuh turunan. Tangannya gemetar, dia tidak mungkin menunjukkan isi gift itu di hadapan semua tamu undangannya.


Melihat ekspresi semua mempelai wanita yang sedikit cemas, tentunya membuat semua tamu sangat penasaran dengan isinya. Sementara itu, Melissa tertawa puas di dalam hatinya. 'Ini adalah awal dari pernikahanmu, wanita ******!'

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2