
Happy reading...
Di kamar.
Kini Melissa tengah mengemasi barang-barangnya. Dia tidak membawa harta Danny sedikitpun yang seharusnya menjadi hak dia. Namun, dia tidak ingin membawa hartanya itu.
Melissa hanya membawa hartanya saja, hasil dari kerja kerasnya selama ini. Kemudian Yuxian datang dan menarik pelan tangan sahabatnya. Dia membawa Melissa menjauh dari kopernya.
"Mel, tolong pikirkan sekali lagi keputusanmu ini!" Yuxian menatap mata sahabatnya begitu lekat.
"Apa lagi yang harus aku pikirkan, Ge? Haruskah aku tetap mempertahankan pria yang sama sekali tidak pernah menganggapku ada? Pria yang tidak pernah memikirkan rasa sakit dan penderitaanku selama ini? Apa kau ingin melihatku terus tersiksa?" Melissa menatap Yuxian dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Bukan itu maksudku, Mel. Aku menyuruhmu untuk memikirkan tentang uang 100 juta itu. Apakah pantas, jika pria yang selama ini telah membuatmu menderita mendapatkan uang itu? Seharusnya kau juga mengusir dia dari rumah ini! Bukan malah kamu sendiri yang pergi dari rumahmu sendiri. Balas dendam macam apa ini? Ini bukan balas dendam tapi lebih tepatnya melukai dirimu sendiri! Sadarlah, Mel! Jangan sampai rasa cintamu itu membutakan mata hatimu sendiri!" Yuxian terus menyadarkan sahabatnya.
__ADS_1
Namun, Melissa yakin jika keputusannya sudah benar. Dia tidak ingin menjadi wanita yang membebani suaminya. Tidak masalah jika dia harus mengeluarkan uang 100 juta agar dia bisa bebas dari neraka pernikahannya itu.
"Xian-Ge, kamu tahu? Uang 100 juta memang uang yang banyak bagiku tapi, kebahagiaanku jauh lebih penting dari uang itu. Uang bisa dicari tapi kebahagiaan ... kebahagiaan itu sulit didapatkan. Jika aku bisa bahagia setelah mengeluarkan uang itu maka akan aku keluarkan uang itu," tutur Melissa penuh keyakinan.
"Baiklah, jika keputusanmu sudah bulat maka aku tidak akan menghalangimu lagi. Aku akan tetap mendukungmu dan selalu ada bersamamu." Yuxian mengelus lembut lengan sahabatnya.
"Xie Xie, Xian-Ge." Melissa tersenyum sembari berterima kasih ada sahabatnya.
Melissa dan Yuxian menoleh ke arah Danny. "Ge, tunggulah di mobil. Aku harus membicarakan sesuatu dengannya terlebih dahulu. Tolong bawa koperku," ucap Melissa pada sahabatnya.
"Okay, aku tunggu di mobil. Cepatlah!" Yuxian segera mengambil koper Melissa dan membawanya pergi.
Setelah Yuxian pergi, Danny mengunci pintu kamarnya. Dia berjalan mendekati Melissa. Di saat itu juga, Melissa merasa sedikit takut. Dia kembali teringat tragedi KDRT pada malam itu.
__ADS_1
Dadanya sesak, matanya dipenuhi air mata yang akan segera menetes. Lututnya bergetar serta tangannya yang meremas jemarinya. Meski saat ini dia sedang ketakutan tapi, dia berusaha menahannya dan mengalihkan rasa takut itu dengan menghindari tatapan suaminya.
"Mel, aku bisa jelasin semuanya. Aku mohon jangan pergi." Danny tiba-tiba bersimpuh di kaki istrinya.
Melissa terkejut, dia langsung mundur beberapa langkah. "Apa yang kau lakukan, Mas? Bangunlah!"
"Aku tidak akan bangun sebelum kau mau memaafkan aku dan tidak jadi pergi!" Danny bersikeras dengan terus bersimpuh di kaki istrinya.
Melissa tersenyum kecut. "Mas, tidak mudah memaafkan orang! Kesalahan yang kali ini kau lakukan adalah kesalahan yang sudah menjadi kebiasaan dalam dirimu. Sadarilah jika saat ini kau telah kecanduan tubuh janda gatal itu! Huft!" Melissa menghembuskan napasnya kasar.
"Tidak, kali ini aku yang akan menjadi janda. Walaupun ini sangat berat, aku akan terus maju dan melanjutkan hidupku begitupun denganmu, Mas."
BERSAMBUNG......
__ADS_1