Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Perselingkuhan Alvaro


__ADS_3

Happy reading...


Di Kediaman Dr. Luci ....


Saat ini Melissa sedang berbincang dengan Dr. Luci. Mereka tengah membicarakan tentang suami Nazira. Ternyata benar, kecurigaan Melissa tentang perselingkuhan Alvaro benar-benar terjadi. Kemudian dia mengambil beberapa foto yang berserakan di atas meja.


"Jadi benar, Alvaro selingkuh?" tanya Melissa tanpa menoleh ke arah Dr. Luci.


"Iya, Mel. Dan yang paling parahnya lagi, Alvaro memiliki seorang anak dari selingkuhannya," timpal Dr. Luci.


"Wah, jika aku tidak bisa membayangkan gimana perasaan wanita tengil itu jika dia pun mengalami apa yang aku rasakan saat ini."


"Haruskah kita memberi tahu Nazira tentang ini?" tanya Dr. Luci.


"Tentu saja, kita akan memberi tahunya di hari pernikahan mantan suamiku dan juga Belia. Aku juga ingin membuat Danny menyesal karena telah meremehkanku selama ini. Dr. Luci, aku akan mulai melakukan perawatan untuk bekas luka di kakiku ini. Maukag Dr. Luci menjadi dokter pribadiku?" tawar Melissa seraya menatap Dr. Luci.


"Aku mau, tapi ada syaratnya." Dr. Luci tersenyum.


"Syarat? Apa itu?" Melissa mengerutkan keningnya.


"Kamu harus update novelmu sehari 3 kali, bagaimana?" Dr. Luci mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Astaga, aku pikir apa. Okay, aku akan up 3 kali sehari sesuai permintaan reader-ku ini. Haha, udah kek obat aja sehari 3 kali," kekeh Melissa


"Ya, aku memang menganggap novelmu sebagai obatku. Jika aku belum membaca novelmu rasanya aku terus merindukanmu," celetuk Dr. Luci.


"Apa?"


"Euh, tidak. Aku hanya bergurau saja," kekeh Dr. Luci.


"Oh ya ampun, kenapa kalian berdua membuatku takut." Melissa menggidikkan bahunya.


Dia tidak ingin memiliki perasaan kepada Dr. Luci ataupun pada Yuxian, sahabatnya. Saat ini dia hanya ingin fokus berkarir tanpa memikirkan hubungan asmara. Lagipula dia belum siap untuk membuka hatinya kembali. Dia takut hal buruk kembali terjadi padanya lagi.


"Besok saja, hari ini aku harus mencari apartemen untukku tinggal sementara waktu," jawab Melissa.


"Mau aku bantu carikan apartemen?" tawar Dr. Luci.


"Ya ampun, baik sekali Dr. Tampan ini. Tidak perlu, Dr. Luci. Terima kasih banyak atas tawarannya," tolak Melissa secara halus.


"Baiklah, tapi jika kamu membutuhkan bantuanku ... jangan segan untuk meneleponku ya, Author MJ Cute."


"Siap, Dr. Tampan," jawab Melissa diakhiri dengan tawa kecilnya.

__ADS_1


****


Di perjalanan, pada saat Melissa hendak memesan taksi online, datang sebuah mobil Honda Civic berwarna ruby wine dan berhenti tepat di depan Melissa. Melissa menatap ke arah mobil itu. Dia bingung, kenapa mobil itu tiba-tiba berhenti di hadapannya. Kemudian kaca mobilnya terbuka.


Alangkah terkejutnya dia melihat pemilik mobil itu yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, Yuxian. "Mel, masuklah," ucap Yuxian dari dalam mobil.


Melissa tersenyum dan masuk mobil sahabatnya. "Ciee, ada yang beli mobil baru nih," sindir Melissa kepada sahabatnya.


"Iya, dong. Apa kau menyukai mobilnya, Mel?" tanya Yuxian sembari menaik-turunkan alisnya.


"Aku suka, mobilnya elegant apalagi warnanya yang cantik. Tapi, kenapa Gege memilih warna ruby wine?" tanya Melissa heran.


"Aku membeli mobil ini khusus untuk sahabatku. Aku ingin sekali melihatmu memakai mobil ini." Yuxian menatap Melissa dengan penuh cinta.


Namun, Melissa tidak bisa membaca tatapan Yuxian. Dia mengira tatapan itu hanyalah tatapan kasih sayang sebagai persahabatan. "Seriusan Gege membelikanku mobil?" Melissa membelalakkan matanya.


"Iya, aku serius."


"Why?" tanya Melissa.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2