
Happy reading....
Suara bel apartemen Melissa berbunyi. Terlihat jelas di sebuah alat perangkat yang terpasang di dinding ada sebuah video call yang menunjukkan jika di luar apartemennya ada dua orang tamu. Kedua orang itu tidak lain adalah orang tua Melissa yaitu, Cassie dan Dominic.
Sebelumnya Yuxian telah memasang sebuah perangkat di apartement sahabatnya. Perangkat itu tidak lain adalah IC. IC yaitu sistem keamanan yang terpadu dan pintar yang mengombinasikan komunikasi audio video, kontrol akses dan manajemen video di lingkungan tempat tinggal. Perangkat komunikasi ini bisa digunakan untuk memantau tamu yang datang.
"Duduklah, biar aku yang membuka pintunya," ujar Yuxian seraya beranjak dari duduknya.
Yuxian berjalan menuju pintu dan membukanya. Begitu pintu terbuka, dia pun mempersilakan kedua orang tua Melissa untuk masuk. Setelah orang tua sahabatnya masuk, dia segera menutup pintu serta menyusul Cassie dan Dominic.
Kini mereka terdiam membisu, hanya matanya yang saling menatap satu sama lain. Kemudian Melissa menundukkan kepalanya, dia tahu jika saat ini ibunya sedang marah. "Mel, katakan yang sebenarnya! Apa yang terjadi dengan pernikahanmu?" tanya Cassie dengan tatapannya yang begitu tajam.
__ADS_1
Melissa mengangkat wajahnya, dia menatap ibunya. "Mel, sudah bercerai dengan Mas Danny, Bu," jawab Melissa dengan suara yang pelan.
Melissa mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi orang tuanya yang tidak merasa terkejut dengan jawaban Melissa seakan mereka sudah mengetahui tentang perceraiannya. Begitupun dengan Yuxian, dia pun merasa heran melihat ekspresi orang tua sahabatnya. "Ibu tidak merasa terkejut mendengar ini? Apa Ibu sama Ayah sudah mengetahui tentang perceraian ini?" tanya Melissa.
"Tentu saja, kami tahu. Bukan hanya itu saja, Ibu juga tahu kalau selama ini suamimu berselingkuh dengan tetangga kalian yang merupakan mantan kekasihnya dulu."
"Apa? Ibu juga tahu tentang perselingkuhannya Mas Danny? Tapi, siapa yang telah memberi tahu Ibu?" Melissa terkejut mendengar jawaban ibunya.
Kemudian Melissa menoleh ke arah sahabatnya. "Ge, apa kau yang memberi tahu ibuku tentang masalah ini?" tanya Melissa dengan tatapan yang serius.
"Kau ini bicara apa? Mana mungkin aku memberi tahu orang tuamu tentang masalah ini. Bukankah aku sudah berjanji padamu untuk tidak membocorkan masalah ini?"
__ADS_1
"Jika bukan kau, lalu siapa lagi?" Melissa memutar otaknya, memikirkan siapa yang berani memberi tahu orang tuanya.
"Hentikan! Kalian ini seperti anak kecil saja! Asal kalian tahu saja, kami mengetahui ini dari mulut suamimu! Bahkan kami mendengar dengan kedua telinga kami sendiri jika bulan depan Danny akan menikahi wanita ****** itu. Yang membuat kami tidak habis pikir, kenapa kau memberikan uang sebesar itu pada suamimu? Suamimu tidak pantas menerima uang itu! Kami selalu mempercayaimu selama ini tapi apa yang kau lakukan? Kau tidak memberi tahukan kami tentang masalah sebesar ini?" sahut Dominic dengan matanya yang penuh dengan kekecewaan.
Deg!
Jantung Melissa terasa seakan berhenti berdetak pada saat mengetahui jika mantan suaminya akan segera menikah dengan janda gatal itu. Dia tidak menyangka jika Danny bersungguh-sungguh akan menikahi Yobelia. Ada sedikit rasa sakit di hatinya mendengar berita ini. Namun, dia tidak menunjukkan rasa sakit hatinnya di depan orang tua serta sahabatnya.
"Maafkan Mel, Ibu Ayah. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan masalah ini, aku hanya takut kesehatan kalian akan terganggu jika mendengar masalah ini. Aku tidak ingin menambah beban Ayah dan Ibu. Aku enggak mau kalian kenapa-kenapa." Melissa meneteskan air matanya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1