Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Aku Mencintaimu


__ADS_3

HAPPY READING....


Di dalam mobil ....


Melissa terus melamun dengan matanya yang menatap jalanan dari kaca jendela. Sesekali dia juga menghela napas dengan panjang. Yuxian yang melihat sahabatnya seperti itu langsung menggenggam erat tangan Melissa.


"Mel, are you okay?" tanya Yuxian sembari menoleh ke arah Melissa.


"Fokuslah menyetir, Ge! Aku sedang tidak ingin bicara."


"Baiklah, aku harus membawamu ke mana? Rumah orang tuamu?"


"Jangan! Aku tidak ingin orang tuaku khawatir. Bawa aku ke manapun asal jangan ke rumah orang tuaku! Aku tidak memiliki tujuan hari ini," jawab Melissa.


"Bagaimana kalau ke pantai?"


"Ya, ide bagus. Saat ini aku ingin menenangkan hati dan pikiranku. Tapi ... besok 'kan kau harus kerja.''


"Lupakan jika besok aku harus kerja! Aku akan mengambil cuti beberapa hari untuk menemanimu. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian disaat kau dalam keadaan terpuruk seperti ini."

__ADS_1


"Ululu ... sahabatku ini care banget sih? Udah care, sweet lagi. Aku beruntung memiliki sahabat sepertimu." Melissa tersenyum imut.


"Kau baru menyadarinya, jika aku memang se-care itu? Tega banget, aku bilangin mami ya," kekeh Yuxian.


"Astaga, dasar anak Mami." Melissa tertawa terbahak-bahak begitu mendengar ucapan sahabatnya.


Yuxian memang selalu diledek dengan sebutan anak mami oleh Melissa. Sebab, Yuxian lebih dekat dengan maminya dari pada dengan Papinya. Pernah suatu hari waktu keluarga Yuxian tengah mempersiapkan hari natal, Yuxian pingsan akibat terlalu kecapean.


Maminya yang ternama Fang Yin Wuxing, langsung ketakutan begitu melihat putra kesayangannya jatuh pingsan. Yuxian langsung dilarikan ke rumah sakit saat itu juga. Nah, setelah kejadian itu, Yuxian dilarang melakukan pekerjaan berat lainnya yang akan membuatnya kecapean.


Yuxian lahir di keluarga yang sempurna. Dia hidup dengan penuh kasih sayang dan bergelimbang harta. Bahkan Yuxian tumbuh menjadi pria yang sangat baik. Dia tidak pernah flexing tentang harta kekayaannya. Sebab itu harta orang tuanya bukan hasil kerja kerasnya sendiri.


Setelah beberapa jam kemudian, Melissa dan Yuxian sampai di salah satu pantai tak jauh dari kota yang mereka tinggali. Keduanya keluar dari mobil dan menyewa sebuah villa untuk mereka bermalam. Keduanya memasuki villa tersebut.


Begitu sampai di dalam, mereka beristirahat di salah satu sofa. "Mel, apa kau menyukai villa ini? Atau haruskah kita mencari villa yang lebih bagus dari ini?" tanya Yuxian sembari menatap Melissa.


"Tidak perlu, Xian-Ge sahabatku. Aku menyukai villa-nya kok. Villa ini cukup nyaman," jawab Melissa diakhiri dengan senyumannya.


"Syukurlah kalau kau menyukainya."

__ADS_1


"Gege, boleh aku bertanya sesuatu?" Melissa menatap sahabatnya dengan tatapan yang serius.


"Tanyakan saja."


"Apa kau akan tetap bersamaku jika statusku sudah menjadi janda?"


Melissa menatap sahabatnya dengan mata uang berkaca-kaca. Dia takut jika Yuxian akan menjauhinya karena status barunya sebagai janda. Entah apa jadinya jika dia dan Yuxian berpisah.


"Pertanyaan macam apa itu? Jangan pernah tanyakan itu lagi!"


Yuxian menunjukkan kekesalannya pada Melissa. Dia tidak suka jika sahabatnya bertanya seperti itu. Sebab, mau status seperti apapun Melissa, dia akan tetap bersamanya.


"Aku hanya ingin mengetahui jawabanya. Agar aku siap jika suatu saat kau meninggalkanku. Aku tidak ingin karena status baruku sebagai janda bisa merusak persahabatan kita," timpal Melissa.


Yuxian memegang kedua bahu Melissa, dia menatap sahabatnya dengan lekat. "Boleh aku katakan sesuatu?" Dibalas anggukan oleh Melissa.


"Aku mencintaimu!" ucap Yuxian disertai debaran jantungnya sangat cepat.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2