
Di sebuah rumah yang kecil, berdebu, penuh dengan sarang laba-laba dan minim cahaya. Terlihat seorang perempuan dengan tubuh terikat dikursi kayu dan wajahnya sedikit lebam. Wanita itu tak sadarkan diri.
Di samping wanita itu juga ada seorang pria yang tak sadarkan diri juga. Akan terapi keadaannya berbeda dengan wanita itu. Pria ini tak sadarkan diri dengan posisi berdiri dan kedua tangan dan kakinya terikat rantai. Keadaannya begitu menyedihkan, ada beberapa luka di sekujur tubuhnya.
Pria dan wanita itu tidak lain adalah Melissa dan sahabatnya, Yuxian. Bagaimana mereka bisa bertemu dan disekap di tempat yang sama? Apakah sebelumnya mereka bertemu sehingga akhirnya mereka ditemukan disekap? Jika itu benar, siapa kira-kira pelakunya?
Beberapa jam yang lalu, pada saat Melissa dan Yuxian hilang ....
Sekitar pukul 23.00, Melissa tampak berlari menaiki tebing keraton dengan ketiga pria bersenjata itu terus mengejarnya. Dia sangat yakin jika sahabatnya berada di tebing karena sebelumnya di melihat mobil Yuxian terparkir tak jauh dari mobilnya. Melissa terus menambah kecepatan larinya.
Setelah berada di tebing, benar saja dugaan Melissa jika Yuxian memang berada di tebing. Dia melihat Yuxian tengah berdiri dengan tangan terlentang seakan ingin melakukan bunuh diri dengan melompat dari tebing. Melissa berlari dan berteriak untuk menghentikan sahabatnya bunuh diri.
"Yuxian Dimas!" teriak Melissa dengan wajahnya yang pucat pasi.
Yuxian berbalik badan melihat Melissa. Bersamaan dengan itu, seorang pria yang berjarak sekitar 2 meter melemparkan sebuah balok ke arah kepala Melissa sehingga pada akhirnya, sahabatnya pun terjatuh dengan posisi telungkup. "Tidak!" teriak Yuxian seraya melompat dari tembol yang dia naiki dan berlari ke arah Melissa.
Dia duduk dan meletakkan kepala Melissa di pangkuanya. "Mel, bangun!" Yuxian menepuk-nepuk pipi Melissa agar sadar.
Namun, Melissa tetap tak sadarkan diri. Yuxian kembali meletakkan kepala Melissa di tanah merah. Dia berdiri dan menatap ke arah ketiga pria bersenjata dengan tatapan yang murka.
"Jangan ikut campur kau, pria sipit!" tegas salah satu pria berkulit hitam.
"Dia sahabatku! Kalian telah melukai sahabatku sampai tak sadarkan diri. Sekarang terima akibatnya!" Yuxian mengepalkan kedua tangannya dan berjalan ke arah ketiga pria itu.
Terlihat pria bertubuh kekar hendak melayangkan pisau ke perut Yuxian, akan terapi Yuxian berhasil menghindar. "Apa masalah kalian? Kenapa kalian mengincar sahabatku? Apa kalian begal? Begini saja, katakan ... Apa mau kalian? Apa kalian mau kendaraanku silahkan ambil. Mobilku ada di bawah dan berwarna merah. Di sana aku menyimpan barang berharga di mobilku. Dan ini kuncinya. Asalkan kalian lepaskan sahabatku." Yuxian mencoba untuk bernegosiasi dengan pada komplotan jahat ini.
"Haha, rupanya dia tidak tahu siapa kami." Ketiga pria itu tertawa.
"Kau tahu? Kami bukan begal! Kami ditugaskan untuk melenyapkan janda meresahkan ini! Karena janda ini, bos kami menderita. Kami tidak tertarik dengan mobilmu! Yang kami mau, kau tidak usah ikut campur dan jangan halangi kami!" jelas pria kekar.
__ADS_1
"Katakan, siapa bos kalian? Sampai mati pun aku tidak akan pernah meninggalkan sahabatku apalagi menyerahkan Mel pada kalian! Tidak akan pernah!" pekik Yuxian dengan wajahnya yang merah padam.
"Rupanya kau menantang kami. Baiklah, sepertinya kita harus sedikit memberinya pelajaran untukmu! Kalian, hajar pria sipit ini!" perintah pria kekar pada kedua anak buahnya.
Yuxian sudah bersiap untuk melawan kedua pria itu. Dia melawan dia pria bersenjata. Setelah beberapa menit kemudian, Yuxian berhasil dilumpuhkan oleh kedua pria bersenjata.
Kini tangannya dipegang oleh kedua pria itu. Sedangkan pria kekar mendekati Yuxian. Yuxian terus memberontak, tapi sayangnya dia harus menerima beberapa pukulan di bagian perut dan wajah. Dia merasa sangat kesakitan sehingga darah segar keluar dari hidung dan sudut bibirnya.
Brugh!
Yuxian ambruk di sebelah tubuh Melissa. Pada saat mereka hendak membawa Melissa, tiba-tiba Melissa tersadar dan menendang tongkat golf ketiganya. Sehingga mereka metingis kesakitan. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Melissa menggoyangkan tubuh Yuxian untuk membangunkannya. "Xian-Ge, bangun! Gege bangun!" teriak Melissa.
Bugh!
Melissa kembali ambruk di atas tubuh Yuxian. Pria kekar itu kembali memukul kepala Melissa sampai tidak sadarkan diri. Kemudian ketiga pria itu langsung menyeret tubuh Melissa dan Yuxian dan membawanya ke basecamp.
****
"Baik, Bos."
Kedua anak buah pria kekar itu langsung mengikat Yuxian dalam posisi berdiri. Sedangkan Melissa, mereka mengikatnya dalam posisi duduk yaitu diikat pada sebuah kursi kayu. Selesai itu ketiga pria itu keluar dari ruangan itu dan menghubungi bosnya yang memberikan tugas ini pada ketiga pria itu.
Telepon terhubung!
"Hallo, Bos," ucap Pria kekar setelah telepon tersambung.
"Ada apa? Apa kalian berhasil melenyapkan janda tengil itu?" terdengar suara bosnya dari seberang telepon.
__ADS_1
"Janda itu masih kami sekap, Bos. Kami belum menghabisinya. Kami akan menghabisinya setelah Bos membayar kami sepenuhnya. Setelah itu kami akan menghabisi janda tengil itu dan melenyapkan jejaknya!"
"Dasar parasit! Baiklah, saya akan mengirim uangnya sekarang. Setelah itu saya ingin melihat mayat janda tengil itu. Kirimkan bukti jika kalian telah menghabisi saya. Mengerti!"
"Pasti, Bos. Kami akan mengirimkannya."
"Lakukan pekerjaan ini dengan cepat sebelum semuanya curiga akan menghilangnya janda tengil itu! Tutt!" Bos pria kekar itu menutup teleponnya.
Telepon terputus!
****
"Aawhh!" Melissa meringis seraya mulai membuka matanya.
Yup, Melissa telah sadar. Betapa terkejutnya dia pada saat membuka matanya, dia melihat sahabatnya Yuxian tak sadarkan diri dengan posisi kedua tangan dan kaki terikat. Dia ketakutan melihat itu. "Gege!" Melissa berteriak histeris disertai air mata yang berlinang.
"Aahh, Gege! Apa yang terjadi pada kita! Gege buka matamu, Ge!" Melissa menangis seraya berontak berusaha melepaskan ikatan dari tangan dan kakinya.
Mendengar teriakan Melissa yang cukup keras, perlahan Yuxian mulai sadar. Dia membuka matanya. Dia menyipitkan matanya dan melihat keadaan di sekitarnya. Begitu tatapannya tepat ke arah Melissa, dia membelalakkan matanya.
"Mel, kau tidak apa-apa? Apa mereka menyakitimu?" tanya Yuxian dengan menahan rasa sakit di pergelangan tangan dan kakinya.
"I'm okay, Ge. Tapi, kau terluka parah. Ge, aku berjanji aku akan berusaha melepaskan tali ini dan melepaskanmu. Kita akan bisa keluar dari sini," ucap Melissa.
"Jika kau berhasil melepaskan talinya, kau pergilah dari sini dan lapor polisi," timpal Yuxian dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Enggak! Aku enggak akan meninggalkanmu. Aku sudah berjanji pada Mamamu, jika aku akan membawamu pulang. Aku akan tetap di sini!"
"Jangan bodoh! Aku tidak akan terluka. Mereka tidak akan melukaiku, justru mereka ingin menghabisimu. Aku mendengarnya dengan jelas jika mereka ditugaskan untuk membunuhmu. Maka dari itu, cepat lepaskan talinya. Lihat ini, di sebelah kakiku, ada benda tajam. Mungkin ini bisa memutuskan ikatan talinya. Ayo, cepat!" perintah Yuxian.
__ADS_1
Melissa mengangguk dan berusaha mendekati Yuxian. Sebelum Melissa berhasil meraih benda tajam itu. Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Melissa dan Yuxian saling menatap satu sama lain.
BERSAMBUNG.....