
"JIAN YING!" bentak Yuxian seraya memegang bahu adiknya.
Jian Ying saat ini terlalu takut, dia tidak mengatakan sepatah katapu. Dia benar-benar diam membisu hanya matanya yang berbicara. Namun, Yuxian tidak memahami arti tatapan mata adiknya itu.
"Jangan memuji kesabaranku, Jian Ying! Aku telah sabar selama ini menghadapi sikapmu yang semakin keterlaluan ini! Aku tidak mengerti kenapa kau begitu tidak menyukai Melissa? Kenapa kau tega memisahkanku darinya? Kau tahu? Aku sangat menyayanginya. Aku tidak tahu jika alasan dia menolakku adalah ancaman darimu. Aku kecewa padamu, Jian Ying!" Yuxian pergi meninggalkan adiknya dengan api kemarahan yang memuncak.
"Aku bisa jelasin semuanya, dengarkan aku dulu, Xian-Ge!" teriak Jian Ying dengan lelehan air mata yang mulai menetes.
Brak!
Yuxian membanting pintu kamarnya dengan sangat keras membuat semua orang berdatangan ke kamar Yuxian.
Tok! Tok! Tok!
Fang Yin mengetuk pintu kamar Yuxian. "Nak, ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kau membanting pintu seperti itu?" tanya Fang Yin dari luar kamar anaknya.
"I'm okay, Ma. Maafkan aku, aku tidak sengaja menutup pintunya dengan keras," ucap Yuxian dari dalam.
"Kau yakin, Nak? Jika ada masalah ceritakan pada kami. Kami akan senantiasa membantu dan memberimu saran terbaik. Keluarlah, Nak. Jangan membuat Mamamu ini khawatir."
"Aku tidak apa-apa, tidak ada masalah apapun. Aku hanya lelah saja, Ma. Percaya, aku baik-baik saja."
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, beristirahat lah. Jangan lupa turun untuk makan ya. Jangan biarkan perutmu kosong," ujar Fang Yin.
"Iya, Ma."
Setelah mendengar itu, semua yang berkumpul di depan kamar Yuxian pun langsung pergi meninggalkan kamarnya. Sementara itu, Yuxian yang berada di dalam kamar hanya menangis di sudut ranjang. Yuxian membuka akun media sosialnya dan berniat untuk mengirim pesan pada sahabatnya, Melissa.
{Isi pesan Yuxian ...
Mel, aku mohon pulanglah. Aku akan perbaiki semuanya. Sungguh, aku tidak bisa tahan berada jauh denganmu. Aku sungguh mengkhawatirkanmu, jika kau pergi karena tidak mencintaiku, tidak masalah. Aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku. Aku hanya ingin kau kembali dan berhubungan baik denganku walaupun hanya sebagai sahabat. Aku akan melupakan perasaanku padamu. Aku janji, aku tidak akan memiliki perasaan apapun lagi padamu selain perasaan sayang sebagai sahabat}.
"Aku berharap kau mau membaca dan membalas pesanku," gumam Yuxian dengan suaranya yang berat.
****
Melissa saat ini berada di supermarket. Dia sedang memilih sayuran untuk dia masak hari. Tiba-tiba ponselnya berdering, dia merogoh ponsel di dalam sakunya.
Begitu dia melihat layar ponselnya, alangkah terkejutnya pada saat melihat nama Yuxian. Yup, yang mengiriminya pesan tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatnya. Tanpa berlama-lama, dia langsung membaca pesannya.
"Benarkah jika dia sudah melupakan perasaannya padaku? Sejujurnya aku tidak tahan melihat sahabatku menderita seperti ini. Tapi, aku juga tidak bisa melihatnya membantah keluarganya. Aku hanya ingin berhubungan dengan Yuxian dan keluarganya. Aku tidak mungkin memisahkan dia dari keluarganya. Aku sudah menunggu pesan seperti ini sejak lama, Ge. Aku sangat merindukanmu dan juga negaraku." Melissa menitikkan air matanya.
Melissa hanya membeli beberapa sayuran saja, setelah itu dia langsung pergi. Dia memutuskan untuk untuk terbang ke negaranya besok pagi. Dia sudah tidak sabar ingin sampai di rumahnya dan berkumpul bersama keluarga dan sahabatnya.
__ADS_1
****
Sesampainya di apartemennya, Melissa segera menghubungi sahabatnya, Yuxian. Tak lama kemudian Yuxian mengangkat teleponnya. Melissa duduk bersandar di sofa panjangnya seraya menempelkan ponsel ke telinganya.
Telepon terhubung!
"Hallo, Xian-Ge," sapa Melissa setelah teleponnya tersambung.
"Hallo, Mel. Bagaimana kabarmu?" tanya Yuxian dari seberang telepon.
"Aku baik, Ge. Bagaimana denganmu?" Melissa balik bertanya pada sahabatnya.
"Aku tidak baik-baik aja, Mel. Selama sebulan ini aku terus mencarimu, aku sangat merindukanmu, Mel. Seandainya malam itu aku tahu alasan kau menolakku mungkin aku akan membuang perasaanku ini dan memilih tetap bersahabat denganmu. Aku minta maaf, aku terlambat menyadarinya. Aku juga meminta maaf atas nama Jian Ying karena telah mengirimkan pesan tidak sopan seperti itu padamu," jelas Yuxian.
"Tidak apa-apa, Ge. Aku juga minta karena aku pergi tanpa memberitahukan alasan aku meninggalkanmu. Aku hanya ingin yang terbaik untuk hubungan kita. Kita tidak seharusnya terikat dalam sebuah hubungan yang sakral denganmu. Kita lebih cocoknya menjadi sahabat saja. Aku senang karena hari ini kau telah memahami maksudku meninggalkanmu sebulan yang lalu. Aku hanya ingin kau belajar dan memahami situasi kita berdua."
"Iya, Mel. Aku janji, aku tidak akan memiliki perasaan apapun lagi sekian kasih sayang persahabatan. Aku janji, hubungan kita akan tetap menjadi sahabat. Oh iya, Mel. Jika aku boleh tahu, selama ini kau tinggal di mana?" tanya Yuxian.
"Akan kuberi tahu setelah aku sampai di Indo. Aku sudahi dulu ya teleponnya. Aku akan packing barang-barangku dulu, sampai ketemu besok."
BERSAMBUNG.....
__ADS_1