Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Surprise


__ADS_3

"Mas, apa kau yakin ingin membeli kalung semahal ini?" bisik Melissa di telinga Luciano.


Luciano mengangguk disertai senyuman. "Iya, Sayang."


"Sayang banget loh uangnya, uang segitu mending buat beli barang-barang yang lebih berguna gitu," ucap Melissa.


"Sayangnya aku lebih menyayangimu, Mel. Demi membuatmu bahagia aku rela menghabiskan seluruh uangku. Jadi, jangan cemaskan uangku. Uang bisa dicari tapi kebahagiaan itu mahal dan sulit didapatkan." Luciano mengelus lembut wajah calon istrinya.


"Romantis sekali sih, calon suamiku ini." Melissa menatap Luciano dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Pak, ini ATM-nya. Jika kalungnya sudah siap, akan saya hubungi." Pelayan itu memberikan ATM Luciano.


"Baik. Ayo, Sayang." Luciano menggenggam tangan Melissa dan membawanya pergi.


****


Kantor Polisi ....


Saat ini Yobelia tengah berada di ruang besuk untuk bertemu dengan seorang tahanan. Begitu tahanan berjenis kelamin laki-laki masuk ruangan itu, pria bertubuh kekar itu pun duduk berhadapan dengan Yobelia. Tatapan mereka terhalang oleh kaca transparan, cuma agar tahanan tidak berbuat macam-macam terhadap orang yang menjenguknya.


"Saya ingin kau menandatangani ini!" Yobelia memberikan selembar kertas pada tahanan no 397.


"Apa ini, Bos?" tanya tahanan no 397.


"Itu persyaratan yang harus kau lakukan selepas keluar dari penjara," jawab Yobelia.


"Jadi, Bos mau membebaskan kami?" tebak tahanan no 397.


"Yup, pastikan sebelum menandatanganinya, kau telah membacanya dengan seksama!" tegas Yobelia.


Mendengar itu, tahanan no 397 pun langsung membaca persyaratannya. Setelah beberapa menit membacanya, tahanan no 397 pun langsung menandatanganinya tanpa ragu. Dia tersenyum dengan penuh kebahagiaan karena dia akan segera bebas dari penjara.

__ADS_1


"Saya sudah menandatanganinya. Lalu, kapan Bos akan membebaskan kami?" tanya pria kekar  itu.


"Secepatnya! Kalian tunggu saja, saya tidak akan membiarkan kalian berlama-lama membusuk di penjara karena ada hal penting yang harus kalian lakukan. Jadi, persiapkan diri kalian!"


"Jam besuk telah habis. Tahanan no 397, ayo kembali ke selmu!" perintah polisi dengan memborgol kedua tangan tahanan itu.


"Ingat janjimu, Bos!" tegas tahanan no 397 sebelum pergi meninggalkan ruangan besuk.


Sementara itu, Yobelia mengambil kertas yang sudah ditandatangani oleh anak buahnya. Setelah itu, Yobelia pergi meninggalkan kantor polisi. Begitu sampai di luar kantor polisi, dia pun berjalan menuju mobilnya. Kemudian dia masuk mobil  serta melajukan mobilnya menuju rumah.


****


Beijing ....


Setelah tinggal lebih dari satu minggu, Yuxian mulai terbiasa hidup tanpa adanya Melissa di kehidupannya. Bukan karena dia sudah melupakan sahabatnya akan tetapi, dia sengaja menyibukkan diri dengan pekerjaan dan jadwal kencan yang Fang Yin atur, agar putranya bisa melupakan Melissa.


Kali ini karakter Yuxian mulai berubah. Dia yang awalnya romantis, soft, kocak dan ramah sekarang telah berubah menjadi seorang pria yang cuek, tegas, dan dingin bak kulkas 1000 pintu. Walaupun dia sudah mulai terbiasa dengan banyak berkencan dengan para wanita, semua itu justru membuatnya semakin membuat hidupnya bosan.


Meskipun begitu, tak ada satupun wanita yang berhasil meluluhkan apalagi memenangkan hatinya. Sejujurnya, Yuxian juga sangat ingin memulai kehidupannya yang baru akan tetapi dia merasa rasanya sulit untuk memulai hidup yang baru apalagi dengan wanita asing.


Ceklek!


Yuxian membuka pintu kamarnya. Dia keluar dengan pakaian khusus jogging. Yup, saat ini di Beijing telah memasuki pagi hari. Seperti rutinitas biasanya, pria sipit ini selalu jogging di pagi hari untuk mempertahankan bentuk tubuh atletisnya. Tak lupa, sepulang berjogging dia selalu melipir ke tempat gym.


"Yuxian!" panggil Fang Yin yang berada di meja pantry pada saat melihat putranya melewati dapur.


"Iya, Ma." Yuxian menoleh ke arah mamanya.


"Kau mau ke mana sepagi ini?" tanya Fang Yin.


"Ke mana lagi kalau bukan pergi berjogging. Yuxian pergi dulu ya, Ma." Yuxian berpamitan seraya berlari menuju keluar rumah.

__ADS_1


****


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sekarang sudah satu minggu. Hari ini adalah hari ulang tahun Melissa yang ke 26 tahun. Mengingat karena hari ini adalah hari kelahiran calon istrinya, Luciano pun sudah mempersiapkan sebuah kejutan yang akan mengaduk-aduk perasaan Melissa.


Luciano sudah mempersiapkan pesta ulang tahun di sebuah pantai yang cukup terkenal dengan keindahan dan kebersihannya. Meski dia sudah menyiapkan segalanya, dia dan Kakak perempuannya, Emma telah bersepakat untuk tidak memberi tahukan tentang pesta ini pada Melissa. Luciano ingin membuat kejutan yang benar-benar membuat calon istrinya terkejut.


Tidak hanya Emma saja, melainkan keluarga Melissa dan juga keluarganya ikut berpartisipasi dalam pesta ulang tahun calon istrinya ini. Dia ingin membuat hari ulang tahunnya merupakan hari kebahagiaan yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Sebelum pergi ke lokasi pestanya, Luciano menyuruh Melissa untuk membeli sesuatu untuknya.


Setelah kepergian Melissa, di sinilah seluruh keluarganya dan juga keluarga Melissa bersiap-siap untuk berangkat ke lokasi. Lalu, bagaimana dengan Melissa? Tentu Luciano telah membuat strategi bersama temannya yang berprofesi detektif itu.


****


Di perjalanan ....


Melissa yang saat ini sedang berjalan kaki dengan menenteng kantong plastik tiba-tiba dihampiri sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti tepat di hadapannya. Dia menatap heran ke arah mobil itu, tanpa berpikir macam-macam, janda ini langsung berjalan meninggalkan mobil itu. Namun, belum sempat dia pergi, sebuah lengan kekar sudah menyumpal mulut dan hidungnya.


Disaat itulah, Melissa merasa kepalanya terasa berat dan pandangannya pun mulai kabur sehingga akhirnya dia jatuh pingsan gak sadarkan diri. Kantong plastik yang dia bawa terjatuh. Tanpa berlama-lama lagi, pria kekar itu memasukkan tubuh Melissa ke dalam mobil.


****


Sebuah ruangan yang sangat gelap, terlihat samar-samar seorang wanita yang tak sadarkan diri di ranjang king size. Entah tempat apa itu, yang jelas tempat itu sangat gelap dan sepi. Tak lama kemudian, setelah beberapa menit kini akhirnya wanita itu tersadar. Yup, wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Melissa Jordan.


Melissa yang saat ini baru saja sadar, langsung terperanjat dari ranjangnya. Pada saat dia hendak berlari mencari pintu keluar tiba-tiba dia terjatuh. Kepalanya terasa sangat pusing. "Aku ada di mana ini? Tempat macam apa ini? Hallo, apakah ada orang di sini?" teriak Melissa seraya bangun.


Namun, tidak ada suara jawaban apapun. "Tempat macam apa ini? Kenapa gelap sekali?" Melissa merasa keheranan dengan apa yang dia alami saat ini.


Brakk!


Suara pintu didobrak dengan paksa membuat Melissa terlonjak kaget. "Ss-siapa di sana? Dan mau apa kalian? Kenapa kalian membawaku ke mari?" tanya Melissa dengan gelagapan karena takut.


****

__ADS_1


__ADS_2