Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Siapa Wanita Itu


__ADS_3

Happy reading.....


Di tepi pantai, Melissa dan Yuxian sedang duduk di depan api unggun yang menyala. Tubuh mereka cukup hangat karena api itu. Merasa masih ada yang kurang, Yuxian beranjak dari duduknya dan pergi ke sebuah warung yang tidak jauh dari tempatnya.


Dia memesan susu hangat serta kopi hangat. Tidak lupa dia juga memesan satu kantong plastik kacang rebus untuk menjadi cemilannya. Setelah itu, Yuxian kembali menghampiri sahabatnya yang masih asyik menyodorkan kedua tangan di depan api unggun.


Yuxian duduk dan memberikan susu hangat untuk sahabatnya. "Mel, ini susu hangat untukmu." Yuxian menyodorkan susu hangat itu.


Melissa menoleh ke samping. Kemudian dia menerima susu hangat pemberian sahabatnya. "Xie Xie Xian-Ge," Melissa mengucapkan terima kasih menggunakan bahasa china.


Yuxian hanya menggangguk dan tersenyum. Lalu, dia menyimpan kopi hangat beserta kacang rebus di sebelah Melissa. Sebelum dia duduk dan menikmati kopi hangat dan kacang rebus, dia membuka mantel tebal yang dia pakai dan menyelimuti punggung sahabatnya.


"Jaga kesehatanmu, Mel. Di sini sangat dingin," tutur lembut Yuxian dengan menunjukkan perhatiannya.


"Kau tahu di sini dingin, lalu kenapa kau memberikan mantelmu ini padaku? Tubuhmu akan kedinginan, Ge." Melissa menatap ke arah sahabatnya.


"Don't worry, aku sudah terbiasa. Tubuhku kuat, Mel. Aku tahan dingin kok, yang terpenting sahabatku tidak kedinginan," timpal Yuxian seraya duduk di sebelah Melissa.

__ADS_1


"Aigoo, sweet banget sahabatku ini." Melissa mencubit kedua pipi Yuxian dengan gemas.


"Ge, kenapa kau tidak memberi tahuku tentang wanita yang kau sukai itu? Kapan kalian akan menikah? Aku begitu penasaran dengan wanitanya. Seperti apa sih selera sahabatku ini?'' tanya Melissa dengan memasang wajah yang penasaran.


"Aku akan memberi tahumu jika wanita yang aku sukai sudah menerimaku di hatinya. Aku berharap secepatnya akan menikahinya. Aku hanya takut--"


"Apa yang kau takutkan, Xian-Ge?" sela Melissa.


"Aku takut, wanita yang aku sukai tidak memiliki perasaan apapun padaku. Aku takut cintaku hanya bertepuk sebelah tangan." Yuxian menatap sahabatnya dengan tatapan penuh arti.


'Lihat mataku dan katakan jika kau juga mencintaiku, Mel. Lihatlah, betapa besarnya cintaku terhadapmu. Baca arti tatapanku ini.'


Melissa menenangkan Yuxian. "Jangan sedih, Ge. Aku yakin jika wanita itu juga memiliki perasaan yang sama padamu. Aku berdo'a semoga Tuhan mempersatukan wanita itu denganmu. Jangan sampai sahabatku menangis karena seorang wanita, jangan galon Gege." Melissa mengelus lembut punggung sahabatnya.


"Galau Mel galau, kau ini selalu saja membuatku tertawa, haha ...'' Yuxian tertawa mendengar lelucon Melissa.


"Oh sudah diganti ya, Gege. Haha ..." Melissa ikut tertawa.

__ADS_1


"Astaga kau ini." Yuxian tertawa terbahak-bahak.


.


.


Setelah kejadian menjijikan itu tercyduk, Yobelia bukannya berhenti berselingkuh dengan suami orang. Dia justru semakin bersemangat untuk mendapatkan Danny. Dia secara terang-terangan sudah berani menemui Danny ke kediamannya.


Begitupun dengan Danny, dia tidak berubah sama sekali. Dia tidak peduli jika dia harus bercerai dengan istrinya. Awalnya dia takut untuk bercerai karena dia bisa saja kehilangan hartanya. Namun, setelah mendengar ucapan istrinya, dia jadi semakin yakin dan tidak sabar ingin segera bercerai.


Danny berencana akan menggunakan uang pemberian Melissa untuk modal pernikahannya dengan Yobelia, wanita yang selalu memuaskan hasratnya. Kedua manusia ini benar-benar sudah dibutakan oleh cinta. Seharusnya keduanya sudah diusir dari kota karena telah mencemari kota dengan perbuatan mesumnya.


"Sayang, kapan kita akan menikah?" tanya Yobelia sembari menyandarkan kepala di dada bidang Danny.


"Sabarlah, aku sedang menunggu surat perceraianku datang bersama uangnya. Jangan cemas, aku akan tetap menikahimu. Cup!" Danny mengecup kening Yobelia.


Suami seperti Danny benar-benar tidak tahu malu, dia tidak memiliki hari nurani. Seharusnya berubah dari kesalahannya bukan malah menjadi-menjadi. Entah kenapa Tullia dan Nazira begitu mendukung Danny, padahal sudah jelas jika anggota keluarganya itu salah.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2