Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Janda Gatal


__ADS_3

Di Kediaman Danny ....


Nazira tengah duduk bertumpang kaki dengan tangan dilipat di dada. Dia terlihat sangat bete karena kakaknya masih belum juga keluar dari kamar. Tak lama kemudian, Danny keluar dari kamar dan berjalan ke arah adiknya.


Danny duduk di sebelah Nazira. "Kak, buruan jawab pertanyaan aku yang tadi!" ujar Nazira dengan nada yang kesal.


"Okay, tenanglah. Kakak jelasin semuanya. Aku memang dipecat kemarin, Dek. Jadi, untuk sementara waktu aku pengangguran. Aku belum melamar pekerjaan lagi," jawab Danny.


"Apa?" Nazira terkejut dengan matanya yang membola.


"Tapi, bagaimana bisa? Bukankah Kakak itu orang kepercayaannya, Bos? Kesalahan apa yang Kakak perbuat sampai dipecat kek gini?" tanya Nazira.


"Huft!" Danny menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Perselingkuhanku tersebar di kantor, entah bagaimana video itu bisa tersebar. Sepertinya ada yang ingin menggeser posisiku."


"Tunggu! Video apa yang Kakak maksud?" tanya Nazira dengan wajahnya yang kebingungan.


"Video perselingkuhanku dengan Belia. Aku bermesraan pada malam tahun baru, aku tidak tahu jika di ruanganku juga terpasang CCTV."


"Jadi benar, apa yang dikatakan si Melissa kalau Kakak memang berselingkuh?" Nazira menatap tajam kakaknya.


"Ya, aku berselingkuh dengan Belia."


"Kenapa Kakak sembunyiin ini dariku? Justru ini yang aku inginkan sedari dulu. Aku ingin Kakak dan Kak Belia kembali menjalin hubungan dari pada sama Kakak ipar enggak tau diri. Oh iya, Kak, bagaimana jika Kakak menceraikan si Mel saja dan menikah dengan Kak Belia. Kak belia itu wanita karir, ya walaupun dia janda tapi dia tetap cantik lebih cantik dari istrimu itu," celetuk Nazira.


"Aku tidak bisa menceraikannya sekarang."


"Kenapa? Apa yang Kakak pertahanin dari si Mel itu? Lagian istrimu itu tidak bisa hamil. Sudah tiga tahun masa belum punya anak juga sih? Bagaimana jika istrimu itu mandul?" sambar Nazira.


"Jangan sembarangan kamu, Naz."

__ADS_1


****


Di Ruang Produksi ....


Saat ini Melissa sedang mengawasi para karyawan yang sedang menjahit, mengobras, memasang kancing, memasang karet dan lain-lain. Dia berjalan dari meja ke meja memperhatikan cara bekerja karyawan. Sesekali Melissa melihat tatapan sinis dari beberapa karyawan karena staff yang sebelumnya telah resign.


Para karyawan berpikir jika staff yang sering di bilang tampan itu resign karena Melissa. Beberapa karyawan ada yang melihat kedekatan Melissa dan HRD Yuxian. Itulah kenapa mereka berpikiran seperti itu.


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kini sudah waktunya istirahat. Begitu bel berbunyi, para karyawan sudah berlarian keluar ruangan untuk pergi ke kantin. Sementara Melissa, dia tampak santai.


Dia berjalan santai menelusuri setiap ruangan. Tiba-tiba bahunya terasa ada yang menyentuh. Dia menghentikan langkahnya dan melihat ke arah kanan dan kiri. Namun, tidak ada siapapun. Ruangan yang dia berdiri saat ini adalah ruangan cutting, yaitu tempat pemotongan kain sebelum diproduksi oleh team miyo.


Melissa kembali berjalan, namun sekali lagi, ada yang menyentuhnya. Kali ini dia merasa lengannya uang disentuh. Karena kesal, dia pun menoleh ke belakang.


"HUUWAAH" teriak seorang pria dengan wajahnya yang ekspresinya cukup seram.


"Aaarrghhh!" Melissa terlonjak kaget seraya memegangi dadanya.


"Hei, pria sipit! Kenapa kau jahil sekali." Melissa mencubit perut Yuxian.


Melihat sahabatnya meringis seperti itu, dia pun melepaskan cubitannya. Kemudian dia berjalan menuju kantin dan disusul oleh Yuxian. "Mel, kita makan di luar saja yuk!'' ajak Yuxian.


"Aku sedang mengirit, Ge. Kita makan di kantin saja, lebih irit."


"Aku yang traktir, bagaimana?"


"Kita hanya punya waktu istirahat 1 jam, Ge. Itu tidak akan cukup, bagaimana jika di jalannya macet. Ini hari pertamaku bekerja, aku tidak ingin masuk telat. Kita makan sepulang kerja aja, bagaimana?" tawar Melissa.


"Baiklah, kalau begitu sepulang kerja aja."


****

__ADS_1


Drrtt! Drrtt!


Ponsel Danny yang berada di atas meja bergetar. Dia yang saat ini sedang rebahan sambil menonton kartun, langsung bangun dan meraih ponselnya. Terlihat jelas nama Belia mengirimi sebuah pesan. Tanpa mikir panjang, Danny langsung membaca pesan itu.


{ Datanglah ke rumahku! Aku sangat merindukanmu, hari ini aku ingin menghabiskan waktu berduaan saja denganmu diakhiri dengan emot kiss. }


Setelah membaca pesan dari Belia, Danny langsung pergi ke rumah Belia. Entah apa yang membuatnya selalu menuruti permintaan wanita janda itu padahal dia sudah berjanji tidak akan berselingkuh lagi. Mungkin karena istrinya sedang pergi dia jadi bebas bertemu kapanpun dia inginkan.


Danny tidak tahu, walaupun Melissa tidak ada di rumah. Dia akan tetap mengetahui gerak gerik suaminya. Dia ingin tahu apakah suaminya masih bermain api atau tidak.


****


Di kediaman Belia ....


Danny tidak menekan bel rumahnya, dia langsung nyelonong masuk. Begitu sampai di dalam, dia melihat Belia sedang duduk di sofa dengan handuk yang melingkar di tubuhnya. Rambutnya yang basah, kulitnya yang mulus, serta mata nakalnya yang selalu mampu membangkitkan hasraat pada diri Danny.


Danny tertegun melihat wanita janda itu. Mau sekuat apapun dia mencoba untuk menahan hasratnya, tetap saja dia selalu kalah karena dia adalah seorang pria normal. Kini sesuatu yang ada dibalik kain segitiga mulai mengeras.


Danny berusaha menyembunyikan kegelisahannya itu dari Belia. Namun, Belia tahu jika kekasih gelapnya itu mulai terpancing. Tanpa berpikir panjang, Belia merangkak bak bayi. Dia merangkak ke arah Danny, setelah berada di hadapan Danny, tangannya yang nakal mulai memegang sesuatu yang cukup keras dan hidup.


Tanpa aba-aba sekalipun, Belia menarik celana Danny sampai melorot ke bawah. Matanya berbinar ketika melihat sebuah tongkat golf yang begitu menantang. Benar-benar gagah perkasa, Belia terus menelan ludahnya kasar.


Selang beberapa menit, Belia menarik tubuh Danny dan membawanya ke kamar. Sesampainya di kamar, Belia langsung melepas handuknya. Dia pun mulai membuka kancing kemeja Danny satu persatu. Kemudian dia melemparkan kemeja kekasih gelapnya ke sembarang arah.


Belia mendorong tubuh Danny ke ranjang. Dengan agresifnya, dia menaiki tubuh kekasih gelapnya itu. Dia mencumbui tubuh Danny dari atas hingga bagian yang paling berharga milik kekasihnya.


Desahaan demi desahaan keluar dari mulut Belia karena saat ini Danny sedang memainkan dirinya. Karena suhu mereka sudah sangat panas, tanpa membuang waktu lagi, keduanya saling memberikan sensasi dengan versinya masing-masing. Setelah puas melakukan pemanasan seperti itu, mereka pun langsung bermain di tahap akhir, yaitu tahap penyatuan.


Setelah kurang lebih 45 menit, mereka akhirnya telah sampai di puncak kenikmatannya. Namun, kejadian tak terduga terjadi.


Brakk!

__ADS_1


Bersamaan dengan permainan mereka selesai, pintu kamar Belia didobrak dari luar. Keduanya terkejut bukan main. Sorotan mata yang sangat tajam seakan ingin membunuh kedua pasangan haram itu.


BERSAMBUNG......


__ADS_2