
Di Restoran ....
Saat ini Melissa dan Yuxian sedang menikmati makanan. Tiba-tiba Melissa iseng membuka ponselnya, dia ingin mengecek CCTV di ponselnya dengan sebuah aplikasi. Yuxian menatap sahabatnya yang sedang asyik bermain ponsel.
"Mel, habisin dulu makannya," ucap Yuxian.
"Iya, Ge. Sebentar," jawab Melissa tanpa menoleh.
"Ada apa? Apa sesuatu terjadi?" Yuxian menaruh garpu dan pisaunya.
Yuxian berpindah posisi, dia yang sedari awal duduk berhadapan dengan Melissa. Kini dia duduk di sebelah sahabatnya. Dia melihat apa yang sedang Melissa lakukan dengan ponselnya.
"Kamu ingin mengecek CCTV? Tapi, kenapa?" tanya Yuxian.
"Entah kenapa aku sangat ingin melihat CCTV di rumahku. Hatiku berkata jika nas Danny akan membuat sesuatu, tapi entahlah. Kita lihat saja rekaman CCTV-nya sama-sama," jawab Melissa tanpa menoleh ke arah Yuxian karena matanya fokus menatap layar ponsel.
"Okay, kita lihat sama-sama. Tapi, kamu sambil makan ya. Aku suapin kamu." Yuxian mengambil makanan Melissa dan memotong steak.
Melissa tidak menjawab, dia hanya fokus pada ponselnya saja. Sementara itu, Yuxian mulai menyuapi sahabatnya. Melissa pun tidak menolaknya, dia mengunyah makanannya yang berasal dari suapan tangan sahabatnya.
"Tidak ada yang terjadi, Mel. Mungkin suamimu tidak akan macam-macam untuk saat ini,"
__ADS_1
"Sstt!" Melissa menempelkan jari telunjuk di bibirnya.
"Lihat ini!" Melissa menunjukkan ponselnya pada Yuxian.
"Mel, suamimu mau ke mana itu? Dia keluar rumah." Yuxian membelalakkan matanya.
"Kita lihat, ke mana dia akan pergi."
Mereka berdua menyaksikan rekaman CCTV itu. Danny tidak menyadari jika kemeja yang dia pakai saat ini camera tersembunyi yang terpasang di kancingnya. Danny terlihat bak maling yang celingukan melihat ke sana ke mari. Entah karena dia bodoh atau terlalu hati-hati sampai dia tidak menyadari jika di rumahnya sudah terpasang CCTV.
Yuxian sangat terkejut saat melihat Danny memasuki rumah selingkuhannya. Berbeda dengan Melissa. Dia sudah menduga akan hal ini. Dia hanya penasaran, apa yang membuat Danny mendatangi rumah Belia dan apa yang akan dia lakukan di rumah wanita janda itu.
"Ge, sepertinya aku harus pulang. Aku harus tahu apa yang dilakukan suamiku." Melihat memasukkan ponsel ke dalam tasnya dan beranjak dari duduknya.
Setelah itu mereka berlarian menuju mobilnya yang terparkir. Begitu sampai di depan mobil, mereka masuk mobilnya masing-masing dan melajukannya. Melissa mengepalkan tangan kanannya, lalu dia memukul-mukul stir.
"Mas, jika sampai kau melakukan itu lagi. Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang! Aku akan membalasnya dengan penderitaan yang lebih menyakitkan!" pekik Melissa dengan amarahnya yang memuncak.
Tak lama kemudian, Melissa dan Yuxian pun sudah sampai di depan rumah Belia. Keduanya turun secara bersamaan. Sebelum masuk, dia menghampiri sahabatnya.
"Xian-Ge, tolong kumpulkan seluruh warga dan suruh pak RT datang ke sini! Aku akan masuk," ucap Melissa.
__ADS_1
"Baiklah, kamu berhati-hatilah. Jangan sampai Danny menyakitimu lagi."
"Don't worry! I will be fine." Melissa tersenyum seraya memasuki rumah Belia. Sementara itu, Yuxian berlari ke rumah Pak RT.
****
Kediaman Yobelia ....
Begitu memasuki rumah Belia, Melissa mendengar suara menjijikan di salah satu kamar. Dia pun berjalan perlahan tanpa mengeluarkan suara, jantungnya bahkan sudah berdebar kencang.
Dia yakin jika suaminya sedang berbuat dosa lagi dengan janda gatal yang merupakan kekasih gelapnya. Setelah sampai di salah satu kamar, Melissa menatap tajam ke arah pintu yang pintunya sedikit terbuka. Dia menghela napas panjang sebelum dia mengintip.
Alangkah terkejutnya dia pada saat mengintip, dia melihat dengan jelas jika suaminya sedang berhubungan badan dengan Belia. Hatinya kembali hancur berkeping-keping. Air matanya pun seketika menetes disertai rasa sakit di hatinya.
Dia melangkah mundur dengan menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara tangisannya. Lututnya terasa lemas, dia pun terjatuh dan menangis. Tiba-tiba Yuxian datang dengan beberapa warga dan juga Pak RT.
Yuxian berlari ke arah Melissa dan memeluk sahabatnya. "Gege, dia melakukannya lagi. Dia melakukannya lagi," ucap Melissa dengan suara yang berat.
Air mata Melissa membasahi jas Yuxian. "Akan kuberi dia pelajaran!" Yuxian melepaskan pelukannya dan handak berjalan menuju kamar.
Namun, Melissa menarik lengan sahabatnya. Dia menggelengkan kepalanya pada Yuxian. "Jangan kotori tanganmu, Ge. Biarkan saja," ucap Melissa dengan matanya yang terus mengeluarkan lelehan berlian.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....