Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Tidak Direstui Wuxing Family


__ADS_3

Happy reading....


"Baguslah jika kau sudah melarang sahabatmu untuk datang ke mari. Mama tidak ingin dia melihat kesedihanmu. Biarkan dia tetap di sana, biar kami yang menemuinya dan menjelaskan alasan Mama melarang Mel ke mari. Mel tidak perlu tahu mengenai kematian Papamu. Biarlah ini menjadi rahasia keluarga Wuxing." Fang Yin mengelus lengan putranya.


"Aku masih belum mengerti kenapa mereka begitu jahat pada Papa, hanya karena kalah bersaing dalam bisnis mereka sampai menghilangkan nyawa Papa. Padahal selama ini Papaku baik pada mereka, tapi apa balasan mereka? Aku tidak akan pernah memaafkan mereka walaupun mereka sudah ditangkap dan akan dihukum. Aku tidak akan pernah memaafkannya, tidak akan." Yuxian menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Iya, Sayang. Kami pun sama denganmu, kami tidak akan pernah memaafkan mereka. Biar bagaimana pun juga Papamu adalah orang yang sangat baik, sangat tidak adil jika Papamu meninggal dengan cara seperti ini. Yuxian, kami ingin kau tetap tinggal di Indo bersama sahabatmu. Kami tidak ingin kau meneruskan bisnis Papamu di sini. Biarkan Pamanmu saja yang meneruskannya. Mama tidak ingin kau bernasib yang sama dengan Papamu. Mama berpesan padamu untuk tidak terlalu baik apalagi terlalu percaya pada orang lain. Ingatlah, Nak. Semua yang kau lihat tidak sama dengan isi hati mereka. Tetap bersikap netral jangan mudah terpancing dari luarnya saja. Belajar dari hidupnya Mel, dia terlalu baik pada orang dan apa yang dia dapat? Dia selalu diperlakukan tidak baik, bahkan sama suaminya sendiri. Belajarlah dari sahabatmu," Fang Yin menasehati putranya.


"Iya, Mama. Aku akan selalu mengingat pesan Mama ini. Mel memang wanita yang tangguh, aku sangat kagum padanya. Oh iya, Ma ... ada yang mau aku sampaikan pada Mama dan yang lainnya." Yuxian menatap serius mamanya.


"Katakan, apa yang ingin kau sampaikan pada kami?" Fang Yin memegang tangan putranya.


"Aku mencintai Melissa, Ma. Aku diam-diam mencintainya dan aku ingin menjadikannya istriku," jelas Yuxian.


"Apa kau bilang? Istri?" seketika semuanya terlonjak kaget dengan mata yang membelalak dengan sempurna.


Yuxian mengangguk mantap. "Iya, Ma. Yuxian ingin mempersuntingnya," jawab Yuxian dengan penuh keyakinan.


"Bagaimana mungkin, bukankah Melissa sudah menikah? Ingatlah, dia itu istri orang kau jangan menjadi Pembinor!" tegas Fang Yin dengan kembali mengingatkan putranya.


Fang Yin dan keluarga Wuxing yang lainnya tidak tahu jika Melissa telah bercerai. Yang mereka tahu, Melissa telah menikah dan rumah tangganya sangat miris. Sebenarnya Yuxian memang tidak menceritakan masalah perceraian sahabatnya pada keluarganya.


"Itu tidak benar, Ma. Mel sudah bercerai dengan suaminya. Dan Mama tahu, pada saat aku terbang ke China ... dia hendak menghadiri pesta pernikahan mantan suaminya. Itulah, kenapa aku ingin menjadikan Mel sebagai istriku karena status Mel sudah menjadi janda. Itu artinya aku bisa menikahinya secepat mungkin," jelas Yuxian dengan menceritakan perceraian sahabatnya.


"Apa! Gege ingin menikahi seorang janda?" Adik Yuxian menatapnya dengan tajam. Dia bernama Jian Ying.

__ADS_1


Jian Ying Wuxing merupakan adik dari Yuxian dan kakaknya Yuxian yang bernama Mei Yin Wuxing.


"Apa salahnya? Mel itu sahabatku dan aku sangat mencintainya. Bahkan aku sudah memiliki perasaan padanya sebelum dia menikah dengan Danny," timpal Yuxian.


"Tapi, Nak. Untuk hal itu, kami tidak bisa mengizinkanmu menikah dengan Mel. Untuk bersahabat mungkin kami tidak akan melarangnya tapi, jika untuk menikahinya ... kami minta maaf. Kami tidak akan merestuinya. Pikirkan kembali keputusanmu ini, Yuxian! Di keluarga Wuxing, anggota keluarga kami dilarang untuk menikahi seorang Janda. Ingatlah, jika keluarga kami sangat terpandang. Jangan membuat perhatian publik dengan menikahi seorang janda. Pikirkan nama baik keluarga Wuxing! Apa untungnya dengan menikahi seorang janda?" ujar Fang Yin.


"Apa masalahnya sih, Ma? Aku sangat mencintainya. Seorang janda juga berhak untuk menikah kembali dan memulai hidup yang baru. Mel itu wanita yang baik. Sekali ini aja, Ma. Izinkan aku menikahi Mel, aku janji setelah menikah aku akan tetap tinggal di Indo bersama dan tidak akan membuat geger publik dengan pernikahanku, aku janji. Aku sudah tidak bisa menahan perasaan ini." Yuxian menggenggam tangan mamanya.


"Jangan bodoh! Jangan anggap enteng masalah ini, mau tinggal di manapun kau dan Mel tetap akan menggegerkan publik. Mata-mata jaman sekarang itu cerdas. Kau tidak akan bisa mengelabuinya. Jadi, hormati keputusan keluarga Wuxing. Jangan melanggar peraturan yang telah dibuat sejak awal, kau paham?" Fang Yin beranjak dari duduknya dan meninggalkan putranya.


"Ma, Yuxian belum selesai bicara. Yuxian mohon, Ma. Izinkan aku menikahi Mel!" teriak Yuxian pada mamanya yang sudah pergi.


****


Immanuel Home ....


"Kak, kami berangkat dulu ya," pamit Dr. Luciano pada kakaknya.


"Iya, kalian hati-hati. Oh iya, Mel ... terima kasih untuk sarapannya, sering-sering main ke rumah ini ya," jawab Emma disertai senyumannya yang begitu ramah.


"Sama-sama Kak Emma. Mel pamit ya, Kak." Melissa berpelukan dengan kakaknya Dr. Luciano.


Melihat kedekatan Melissa dan kakaknya tentu membuat hati Dr. Luciano senang. Dia tidak menduga jika keduanya akan secepat ini saling mengenal. Dia berharap semoga kedepannya hubungan Melissa dengannya bisa ke tahap yang lebih serius lagi.


Dr. Luciano dan Melissa pun pergi meninggalkan Emma. Mereka berjalan menuju basement untuk mengambil mobilnya. Begitu sampai di basement, mereka langsung masuk mobil secara bersamaan.

__ADS_1


****


Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di apartement Melissa. Kini mereka pun sampai dalam beberapa menit. Melissa hendak keluar dari mobil, tapi jangan Dr. Luciano memegang tangannya.


Melissa menoleh ke arah Dr. Luciano. "Ada apa?" tanya Melissa.


"Terima kasih." Dr. Luciano tersenyum tulus pada Melissa.


"Hei, kenapa berterima kasih? BTW terima kasih untuk apa?" Melissa mengerutkan kebingnys karena bingung.


"Untuk semuanya yang telah terjadi," jawab Dr. Luciano.


"Aku tidak mengerti apa maksud ucapanmu Dr. Tampan, tapi yang jelas aku juga berterima kasih padamu karena telah membantuku kemarin. Aku tidak tahu, apa yang akan terjadi kemarin padaku. Aku juga tidak akan seberani itu jika tidak ada seseorang yang mendukungku. Thank you so much, Dr. Handsome." Melissa mengedipkan sebelah matanya.


Kemudia Melissa keluar dari mobil. Sementara itu, Dr. Luciano seperti terhipnotis setelah melihat dan mendengar ucapan Melissa. Tak lama kemudian, dia pun tersenyum disertai menggelengkan kepala. Setelah memastikan Melissa memasuki apartemen, dia pun tancap gas menuju rumah sakit yang tidak jauh dari apartemen Melissa.


****


Ting!


Pintu lift terbuka, Melissa keluar dari lift itu dan berjalan menuju apartemennya. Begitu sampai di pintu apartemennya, dia mengusap sensor serta memasukkan pasword untuk membuka pintunya. Setelah pintu terbuka, dia pun masuk.


Seperti biasanya, sebelum dia memasuki ke ruang tengah, dia membuka heels dan menggantinya dengan sandal khusus dipakai di apartemen.


"Aarrgghh!" teriak Melissa pada saat di ruang tengah. Dia menutup matanya karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2