Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Tak Bisa Menahannya


__ADS_3

Yuxian keluar dari ruangan Dr. Luciano dengan langkah yang berat. Hatinya terasa tercabik-cabik mengetahui kebenaran tentang hubungan sahabatnya. Di satu sisi dia bahagia karena sahabatnya telah membuka hatinya kembali tapi di sisi lain, dia sangat hancur. Hatinya dipatahkan oleh cintanya sendiri.


Meski begitu, Yuxian tidak egois. Dia berusaha untuk melepaskan cintanya untuk pria lain. Dia perlahan berjalan keluar dari rumah sakit dengan mata yang berkaca-kaca.


Begitu sampai di depan mobil, dia langsung masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Air matanya terus menetes, tangannya gemetar merasakan rasa sakit yang teramat sakit. Ini kedua kalinya dia harus melepaskan cintanya.


Untuk pertama kalinya, dia tidak begitu merasakan sakit, dia masih bisa menahan rasa sakitnya. Namun, ketika kedua kalinya, dia merasakan rasa sakit yang teramat. Dadanya terasa sesak. Dia tidak menduga akan mengalami patah hati untuk kedua kalinya.


"Aarrgghh!" Yuxian berteriak frustasi.


Yuxian semakin menambah kecepatan mobilnya. Dia hendak pergi ke sebuah tempat yang cukup sepi untuk menenangkan hati dan pikirannya. Tidak lupa, sebelum dia sampai di tempat itu, Yuxian telah mematikan ponselnya. Dia tidak ingin ada yang menghubunginya untuk saat ini.


Setelah kurang lebih 1,5 jam, Yuxian telah sampai di tempat itu. Saat ini dia berada di sebuah tebing yang bernama Tebing Keraton. Tempat ini medannya cukup mengerikan karena untuk mencapai ke puncaknya, mobil tidak bisa di bawa.


Itu artinya, Yuxian harus berjalan kurang lebih 17 menit untuk sampai di puncak tinggi itu. Dia berjalan di jalanan yang tidak rata, ada baru di mana-mana. Selain itu, jalannya juga sedikit licin. Untuk berjalan menaiki puncak itu, orang diperlukan sebuah tongkat untuk pegangannya agar tidak jatuh.


Setelah 17 menit berlaku, Yuxian telah sampai di puncak. Dia menghela napas panjang seraya menatap pegunungan yang terlihat begitu nyata dan dekat. Dia memejamkan matanya seraya merasakan hembusan angin yang menusuk tubuhnya. Suhu di Tebing itu cukup dingin.


Air mata kembali menetes ketika dia memejamkan matanya, karena pada saat dia memejamkan matanya wajah Melissa selalu muncul. Bukan hanya di mata tertutupnya akan tetapi di benaknya pun nama Melissa selalu terlintas. Yuxian tidak tahan lagi, hingga akhirnya dia pun membuka matanya. Dia menyeka air matanya dengan kasar.

__ADS_1


Yuxian menaiki tembok besar seraya menatap ke arah gunung serta bukit-bukit yang berada di hadapannya. "Haruskah aku tinggalkan dunia fana ini? Haruskah aku mengakhiri hidupku di tempat yang indah ini?" Yuxian menatap ke bawah serta mempertimbangkan ucapannya.


****


Kediaman Wuxing ....


Tidak terasa hari mulai malam, tapi Yuxian belum pulang ke rumahnya. Hal itu membuat semua keluarga Wuxing merasa khawatir. Yuxian tidak biasanya seperti ini, tapi entah apa yang terjadi sampai dia belum pulang di jam seperti ini.


"Bu, bagaimana ini? Putraku belum pulang. Ke mana dia?" Fang Yin bertanya pada ibunya, Qiong Lin.


"Tenanglah dulu, siapa tahu Yuxian sedang pergi ke rumah temannya kalau tidak dia pergi ke rumah sahabatnya," jawab Qiong Lin dengan tenang.


"Kalau begitu, coba hubungi Melissa. Siapa tahu dia mengetahui keberadaan putramu," saran Qiong Lin.


"Ibu benar, aku harus menanyakan hal ini pada Melissa."


****


Kediaman Jordan ....

__ADS_1


Di kamar, Melissa sedang telungkup di kasur empuknya. Dia sedang bermain game cacing di ponselnya. Tiba-tiba sebuah telepon masuk yang tidak lain dan tidak bukan adalah dari mamanya Yuxian.


Melihat hal itu, Melissa langsung terperanjat bangun dan merapikan pakaian serta rambutnya karena kusut. Tanpa membuang waktu lagi, dia langsung mengangkat telepon Fang Yin. Sebelum berbicara, dia memakai earphone terlebih dahulu.


Telepon terhubung!


"Hallo, Tante," sapa Melissa setelah telepon tersambung.


"Hallo, Mel. Apa Tante mengganggumu?" tanya Fang Yin dari seberang telepon.


"Tidak, kok. Ada apa, Tan?"


"Tante mau bertanya, apakah kau tahu keberadaan Yuxian saat ini di mana?"


"Loh, bukannya Yuxian sudah pulang dari tadi ya?'' jawab Melissa dengan heran.


"Apa maksudmu, Mel? Bukannya kau tidak ada di Indo?"


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2