Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Perhitungan


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang cukup gelap. Hanya minim pencahayaan dan juga tidak tersorot sinar matahari. Terlihat seorang wanita malang dengan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun tengah diikat dan digantung dengan posisi kaki menjutai.


Tak henti-hentinya wanita itu meringis kesakitan. Matanya terus meneteskan air mata penderitaan. Dia tidak pernah menduga jika kehidupannya akan bernasib buruk seperti ini. Tidak ada harapan untuk dia agar bisa bebas. Sebab tidak ada orang yang berhasil bebas ataupun kabur dari hukuman Alano yaitu sang Bos Mafia itu.


Tak! Tak! Tak!


Suara sepatu pentopel mulai terdengar jelas di telinga wanita yang bernama Yobelia. Mendengar hal itu, Yobelia mencoba untuk kembali berontak, dia benar-benar tidak tahu hukuman apa yang akan dia terima. Sementara itu, Alano hanya menyeringai ke arah Yobelia.


Saat ini Alano sudah mengganti pakaiannya dengan setelan serba pendek. Di belakang Alano terlihat beberapa anak buahnya yang memegang beberapa alat untuk menyiksa khusus target wanita. Entah apa nama alat itu, tidak ada yang tahu selain Alano dan anak buahnya saja.


"Pasangkan alat itu sekarang!" perintah Alano.


"Baik, Tuan." Anak buah Alano pun segera memasangkan alat.


Alat itu seperti sebuah jepitan yang gunanya untuk menjepit kedua boba Yobelia. Alat itu memiliki aliran listrik. Jika tombol yang ada di alat tersebut ditekan maka secara otomasi alat itu akan sedikit menyetrum kedua boba milik Yobelia.


Bukan hanya itu saja, alat kedua adalah sebuah alat yang berbentuk seperti tongkat golf pria yang hampir mirip. Hanya saja alat ini memiliki kabel yang kegunaannya untuk menyetrum serta alat yang menyerupai tongkat golf itu akan masuk ke rumah Yobelia secara otomatis. Bahkan bergerak layaknya tongkat golf sungguhan.


"Apa yang mau kalian lakukan? Jangan sakiti aku, aku mohon!" Yobelia memekik seraya memelas meminta pengampunan dari Alano.


"Berikan minuman ini pada wanita jalaang ini!" Alano memberikan sebuah minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsaang.


"Baik, Tuan."


Anak buah Alano pun menyuruh Yobelia untuk meminum minuman itu sampai habis. Yobelia sempat menolaknya akan tetapi karena tenaga pria itu sangat kuat membuatnya tak berdaya hingga akhirnya dia pun meminum minumannya. Dia tidak tahu jika minuman yang dia minum itu sudah dicampur dengan obat perangsang.

__ADS_1


Sehingga beberapa menit kemudian, Yobelia mulai merasa gerah. Bukan hanya gerah, dia juga merasa tubuhnya tidak nyaman dan merasakan sensasi yang aneh di bawah sana. Saking tidak kuatnya menahan rasa aneh itu, Yobelia menatap sayu ke arah Alano.


"Maafkan saya, Tuan. Tolong saya, saya mohon." Yobelia menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


"Ini saatnya. Kalian semua tunggu di luar!" perintah Alano pada seluruh anak buahnya.


"Baik, Tuan." Seketika anak buah Alano pun langsung keluar dari ruangan.


Sementara itu Alano mulai bermain-main dengan boneka targetnya. Dia mengambil pecut berukuran kecil. Kemudian dia mencambuk perut Yobelia sampai meninggalkan bekas merah.


"Aaargghh! Ampun, Tuan!" teriak Yobelia merasakan rasa panas dan sakit di perutnya.


Melihat rasa sakit di wajah wanita malang ini, membuat Alano semakin senang dan terus mencambuknya sampai dia merasa puas. Setelah beberapa menit dia mencambuk Yobelia, dia melihat tubuhnya mulai lemas. Di sinilah, Alano mulai menekan tombol alat yang sudah terpasang di tubuh Yobelia.


Seketika tubuh Yobelia langsung berguncang hebat disertai rintihan serta suara sexy, karena alat yang menyerupai tongkat golf itu sudah bermain di sana. Tubuhnya menggeliat merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. "Tuan, jangan siksa saya seperti ini. Saya mohon, bebaskan saya," Yobelia terus meminta ampun pada Alano.


"Ampun, Tuan. Ampun," ucap Yobelia disertai suara sexynya.


"Asal kau tahu saja, ini adalah awal dari hukuman sesungguhnya." Alano menyeringai seraya melucuti pakaiannya.


"Tidak, jangan lakukan itu!" Yobelia terus memberontak, namun tubuhnya sangat sulit untuk digerakkan karena tubuhnya sudah cukup lemas.


Alano mulai mendekatkan tongkat golf ke mulut Yobelia dan menyumpal tubuhnya dengan tongkat golf miliknya. "Heummft!" Yobelia kesulitan bernapas karena mulutnya terasa penuh.


Alano menggerakkan pingganya. Setelah puas dengan itu, dia melepaskan alat setrum yang ada di tubuh Yobelia. Kemudian dia mulai menggerayangi tubuh yang sudah basah dengan keringat itu.

__ADS_1


"Aaargghh! Sakit!" Yobelia meringis kesakitan pada saat Alano menggigit kepala kembar upin ipin milik wanita itu.


Alano tak menghiraukan teriakan Yobelia yang merasakan kesakitan itu. Melihatnya yang kesakitan membuatnya semakin senang. Tangannya yang kekar mulai bermain di alas rimba di bawah sana.


"Aah, Tuan. Hentikan! Aku mohon hentikan!" Yobelia memohon.


Alano terus menggerakkan tangannya dengan kecepatan penuh. Tubuh Yobelia benar-benar terguncang.


Setelah puas bermain dengan jemarinya, dia pun mulai melakukan penyatuan. "Tuan. Ahh, yes! lebih kencang, please!" Yobelia yang sedari awal memohon untuk menghentikan aktifitasnya kini dia mulai menikmati permainan itu sampai dia memohon pada Alano untuk menyemburkan lava di dalam rahimnya.


"Dasar jalaang! Akan kubunuh kau setelah ini!" Alano mengancam pada Yobelia.


Setelah kurang lebih satu jam lamanya di tahap penyatuan, Alano menyemburkan lavanya di rahim Yobelia. Tubuh wanita malang ini sudah sangat lemas. Dia pikir Alano menyudahi aktivitasnya, tapi sayangnya semua itu barulah awal.


Rupanya Alano sudah memberi kode pada anak buahnya untuk ikut menikmati tubuh Yobelia. Melihat seluruh anak buahnya yang berbadan kekar itu hampir mau pingsan. Dia tidak akan sanggup menahan serangan sebanyak itu.


"Tuan, Saya mohon. Jangan lakukan itu lagi, saya mohon." Yobelia kembali menangis lagi.


Alano hanya menanggapinya dengan senyuman menyeringai. "Selamat menikmati hidupmu, wanita jalaang!" Alano tertawa puas seraya memakai kembali pakaiannya.


Setelah itu, Alano keluar. Sementara itu, seluruh anak buahnya sudah melucuti pakaiannya satu persatu. Ingin rasanya Yobelia lari dari tempat mengerikan ini akan tetapi dia tidak bisa karena tangan dan kakinya diikat.


Pada saat dia hendak berteriak tiba-tiba sesuatu yqng berukuran sangat besar menyumpal mulutnya. Tidak hanya itu, dia juga merasakan jika miliknya terasa ada benda lunak sedang menyapu-nyapu di sana. Sehingga tubuhnya kembali menggeliat manja membuat seluruh anak buah Alano bersorak.


Dalam hitungan detik setiap lubang pada tubuh Yobelia sudah di sumpal oleh anak buah Alano. Yobelia hanya bisa merasakan rasa sakit yang bercampur aduk dengan perih dan rasa nikmat. Dia tidak bisa bergerak ataupun berteriak. Hanya air mata yang bisa menetes membasahi pipinya. Lututnya sudah sangat lemas, dia tidak tahu akan sampai berapa lama hukuman ini berlangsung.

__ADS_1


****


__ADS_2