
Happy reading....
"Aku ingin memberikan mobil ini sebagai hadiah dariku karena kau telah menjadi wanita yang tangguh. Aku juga tidak ingin melihatmu rugi. Setelah diselingkuhi dan diceraikan bukannya kau merasa untung, kau malah merugikan dirimu sendiri dengan memberikan uang 100 juta hasil kerja kerasmu pada Danny. Aku tidak rela jika uangmu diberikan kepada pria brengsek seperti Danny. Jadi, aku ingin menggantikan uangmu dengan mobil yang aku beli ini," jelas Yuxian.
Ternyata Yuxian diam-diam sudah berencana ingin mengganti uang Melissa dengan mobil ini. Walaupun saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah sahabatnya memberikan uang itu, tapi bukan berarti dia tidak bisa melakukan apapun.
"Ya ampun, Xian-Ge. Kenapa kau melakukan hal sebaik ini? Kenapa kau selalu memberiku kejutan seperti ini? Lagian uang yang kukeluarkan hanya 100 juta, sedangkan mobil ini ... Ini hampir 600 juta. Kenapa kau membuang-buang uangmu hanya untuk membelikanku mobil? Kenapa tidak kau tabung saja uangnya untuk pernikahanmu nanti? Kenapa kau selalu baik dan melindungiku, Ge. Kenapa?"
"Karena aku mencintaimu, Mel." Yuxian menangkup kedua pipi sahabatnya dan menatapnya dengan lekat.
__ADS_1
"Ge, hentikan! Jangan katakan itu lagi! Aku mohon, jangan membuatku takut dengan mengatakan hal itu. Please, bercanda ada batasannya juga Ge!" timpal Melissa.
"Mel, kali ini saja. Tolong tatap mataku dan katakan, apakah aku sedang bercanda? Aku sudah mengatakan ini berapa kali padamu tapi kau selalu mengalihkan pembicaraan. Apakah aku bukan pria yang baik untukmu? Tidakkah kau memberiku kesempatan sekali saja. Menikahlah denganku, Mel. Aku janji, aku akan membahagiakanmu.'' Yuxian menggenggam erat tangan Melissa serta menyatakan perasaannya.
"Kenapa? Kenapa kau memiliki perasaan padaku? Sadarlah, Ge! Aku ini seorang janda. Kau tidak boleh menikah dengan seorang janda. Menikahlah dengan gadis baik. Gadis yang jauh lebih baik dariku. Aku tidak ingin merusak masa depanmu cuma karena kau menikahi seorang janda sepertiku," tutur Melissa dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Jangan katakan itu, Mel. Aku tidak peduli dengan statusmu, aku juga tidak peduli dengan omongan orang. Yang terpenting aku sangat mencintaimu, aku menyayangimu, Melissa. Percayalah, kita akan hidup bahagia," Yuxian terus meyakinkan Melissa.
"Jangan permasalahkan itu, karena sebelum menikahimu aku akan mualaf. Aku akan masuk agamamu, percayalah jika keluargaku juga tidak akan mencegahku. Semua keluargaku sangat menyayangimu dan kau tau? Mereka sangat menginginkanmu sebagai menantu keluarga Wuxing,"
__ADS_1
"Apa kau yakin? Lalu bagaimana dengan luka ini? Apa kau tidak merasa jijik pada saat kita berhubungan badan setelah menikah nanti? Jujur, aku takut. Aku takut hal buruk kembali terjadi padaku." Melissa menundukkan kepalanya. Dia merasa menjadi wanita yang begitu rendah.
"Lihat mataku, Mel!" Yuxian mengangkat dagu Melissa agar dia menatap matanya.
"Aku akan membawamu ke Dokter spesialis kulit. Aku akan membiayaimu sampai seluruh tubuhmu mulus. Akan kulakukan segalanya agar kau bahagia." Yuxian mengangkat kaki Melissa dan melihat luka di kaki kanannya.
Tanpa Melissa duga, Yuxian justru mencium betis kaki kanan tepat bagian lukanya. "Gege! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah tidak waras?" Melissa terkejut sampai dia menarik kembali kakinya.
"Aku ingin kau percaya jika perasaan ini murni dan tulus. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan agar kau mempercayaiku. Aku mohon, beri aku kesempatan sekali saja. Menikahlah denganku." Yuxian terus melamar Melissa dengan air matanya yang menetes.
__ADS_1
"Beri aku waktu, Ge. Ini keputusan yang sulit, aku tidak ingin mengambil keputusan yang salah." Melissa menyeka air mata Yuxian.
BERSAMBUNG......