Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
PERGI


__ADS_3

Memang pada saat ini sudah ada beberapa makanan di meja makan yang sudah Melissa pesan. Melissa langsung pegi meninggalkan Yuxian dengan membawa tasnya. Sementara itu, Yuxian hanya menunggu Melissa di ruangan VVIP.


Namun, setelah tunggu punya tunggu Melissa tak kunjung kembali. Sudah 45 menit Melissa tidak kembali. Yuxian yang saat ini merasa khawatir langsung keluar untuk mencari sahabatnya. Dia khawatir terjadi sesuatu pada Melissa.


Yuxian keluar dari ruang VVIP dan berjalan menuju toilet. Namun, sebelum sampai di toilet, salah seorang pekerja restoran itu menghampiri Yuxian. "Permisi, apa anda yang bernama Yuxian Dimas?" tanya salah seorang wanita yang merupakan pekerja restoran.


"Ya, betul. Saya sendiri. Ada apa ya? Bagaimana kau bisa mengenal saya?" tanya Yuxian dengan mengerutkan dahinya.


"Ini ada titipan dari teman anda yang bernama Melissa. Dia meminta saya untuk memberikan semua ini pada anda." Pekerja restoran itu memberikan satu map berwarna coklat pada Yuxian.


"Lalu di mana temanku? Bukankah dia pergi ke toilet?" Yuxian mengambil map berwarna coklat itu.

__ADS_1


"Setahu saya, teman anda tidak pergi ke toilet. Dia pergi untuk menitipkan ini dan membayar makanan. Setelah itu dia pergi," jawab pekerja restoran.


"Kalau boleh saya tahu, ke arah mana dia pergi?" tanya Yuxian dengan wajah yang panik.


"Ke sana." Wanita itu menunjuk ke arah pintu ke luar.


"Baiklah, terima kasih." Yuxian langsung pergi meninggalkan restoran itu.


Di perjalanan, dia terus menghubungi Melissa. Namun, nomor teleponya tidak aktif. Yuxian tidak menyerah sampai di situ. Dia segera menepikan mobilnya dan membuka isi map berwarna coklat itu.


Begitu di membuatnya, dia dikejutkan dengan sebuah surat dan beberapa barang berharga lainnya. Dia melihat ada kunci mobil dengan surat-suratnya. Melihat semua itu, tentu membuatnya kebingungan.

__ADS_1


"Apa semua ini? Apa maksudnya?"


Yuxian yang sudah semakin penasaran, langsung membaca isi suratnya. Lagi-lagi dia dikejutkan dengan isi surat itu. Dia membaca dengan matanya yang berkaca-kaca.


****


{Xian-Ge, aku minta maaf. Maaf jika aku pergi tanpa pamit. Aku tidak punya keberanian untuk menjawab lamaranmu secara langsung. Aku tidak sanggup melihat kesedihan, kekecewaan dan kemarahan di wajahmu. Aku ingin mengatakan jika aku tidak bisa menerima lamaranmu. Aku tidak bisa menikah dengan sahabatku sendiri yang sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. Selama ini aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu, selain perasaan sayang untuk seorang kakak. Aku kembalikan mobil yang telah kau belikan untukku, aku juga ingin kembalikan apartment yang telah kau beli untukku juga. Maafkan aku jika selama ini aku selalu merepotkanmu. Kau berhak membenciku, aku tidak pantas untukmu, Ge. Aku hanyalah seorang janda. Aku tidak pantas bersanding dengan pria idaman sepertimu. Semoga dengan kepergianku kau bisa melupakan perasaanmu padaku. Carilah wanita yang sempurna dan sepadan denganmu. Aku berharap kau akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku. Selamat tinggal, Sahabatku. Semoga kita tidak pernah dipertemukan lagi. Salam perpisahan. Melissa Jordan, sahabatmu.


Yuxian terus meneteskan air matanya membaca surat yang ditulis oleh sahabatnya sendiri. Dia tidak menyangka jika ajakan Melissa ini adalah ajakan yang terakhir kalinya. Ajakan yang sangat dia tunggu ternyata sebuah perpisahan yang menyakitkan.


"Mel, kenapa? Kenapa kau mencampakkanku lagi? Apakah aku tidak pantas menjadi suamimu?" Yuxian menangis seraya memukul-mukul stir mobilnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2