
Happy reading....
"Apa! Haha ... kau ini bicara apa, Xian-Ge?'' Melissa tertawa seraya memegangi perutnya.
Melissa mengira jika ucapan sahabatnya adalah lelucon. Kemudian dia beranjak dari duduknya. "Jangan bercanda seperti itu, Ge! Itu tidak lucu. Hal itu hanya membuatku takut saja," ucap Melissa sebelum pergi ke kamar.
Sementara itu, Yuxian hanya terdiam bagaikan patung. Dia menunduk seraya meremas jemarinya. 'Mel, seandainya kau percaya jika ucapanku ini adalah serius. Aku sudah lama menyimpan perasaan ini tapi, kenapa kau tidak pernah menyadari akan hal itu? Tidakkah ada ruang untukku di dalam hatimu?'
****
Di dalam kamar ....
Melissa terus tertawa geli di atas ranjangnya dengan mengguling-gulingkan tubuhnya. "Gege, candaanmu membuatku takut. Kau bilang, kau mencintaiku? Itu tidak mungkin, kita tidak mungkin menjalin hubungan itu. Sebab tidak akan pernah terjadi, karena aku sudah menganggapmu sebagai kakakku," gumam Melissa.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Dia langsung melihat notifikasi apa itu, begitu dia membuka ponselnya ternyata terlihat jelas nama Dr. Luci meneleponnya. Tanpa membuang waktu lagi, dia mengangkat telepon dari pria tersebut.
Telepon terhubung!
"Hallo, Author MJ Cute," terdengar suara sapaan dari Dr. Luci dari seberang telepon.
"Hallo, Dr. Luci."
__ADS_1
"Apa kabarmu, Mel? Sudah beberapa hari ini kau tidak menghubungiku. Apa semuanya baik-baik saja?"
"Tidak, Dr. Luci. Semuanya kacau bahkan sebelum aku balas dendam semuanya sudah kacau," jawab Melissa.
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah menceraikan suamiku. Jadi, Dr. Luci tidak perlu memata-matai mantan suamiku itu. Tapi, jika boleh aku ingin meminta tolong padamu, apakah boleh?"
"Tentu saja! Apa yang harus aku lakukan?" tanya Dr. Luci.
"Aku ingin, Dr. Luci meminta temanmu yang Detektif itu untuk memata-matai pria yang bernama Alvaro Dzuhari Emran."
"Dia suami adik iparku. Aku ingin tahu apa saja yang dilakukan suami adik iparku. Karena aku sempat mencurigainya selingkuh tapi aku tidak memiliki bukti untuk memberi tahu Nazira. Aku ingin memastikan jika dugaanku selama ini benar," jelas Melissa.
"Baiklah, aku mengerti. Aku akan kabari temanku Alzam. Kau hanya perlu mengirimkan foto dan data pria itu agar mempermudah proses kerjanya."
"Tenanglah, akan kukirim malam ini."
"Okay. Oh iya, Mel ... aku masih punya rencana untukmu agar bisa membalaskan dendammu itu pada mantan suamimu."
"Apa itu?"
__ADS_1
"...."
"Ide bagus. Aku akan segera menemuimu, Dr. Luci. Sampai ketemu nanti, bye." Melissa menutup teleponnya.
Telepon terputus!
Setelah berbicara di telepon dengan Dr. Luci, Melissa pun duduk di tepi ranjang seraya memikirkan ucapan dari pria itu. "Kenapa aku tidak kepikiran hal itu ya? Kenapa malah Dr. Luci yang membuatku kembali membuka mata. Dengan balas dendam seperti itu, mungkin dia akan menderita dan menyesali semua perlakuannya padaku.''
Melissa beranjak dari duduknya dan kembali menemui Yuxian. "Ge, kita jalan-jalan di tepi pantai yuk! Sekalian kita bikin api unggun!" ajak Melissa setelah berada di hadapan sahabatnya.
Saat ini sudah malam hari, ini sangat cocok untuk menyalakan api unggun ditengah gelapnya malam dan dinginnya malam. "Iya, Mel. Ayo!'' jawab Yuxian seraya beranjak dari duduknya.
****
Di ruang kerja Dr. Luci ....
Saat ini Dr. Luci sedang tidak ada pasien. Dia sedikit santai, dan saat ini dia tengah mengetik sebuah pesan untuk dia kirim kepada temannya yang bernama Alzam. Selesai itu, dia mengirimkan pesannya.
{Zam, aku ada pekerjaan untukmu. Aku ingin kau menyelidiki pria yang bernama Alvaro Dzuhari Emran. Dia adalah suami dari adik ipar Melissa. Cari tahu semua info yang berhubungan dengan pria itu}
BERSAMBUNG....
__ADS_1