Menjadi Janda Karena Janda

Menjadi Janda Karena Janda
Rencana Jahat Yobelia


__ADS_3

Setelah mengetahui isi amplop berwarna coklat itu, Yobelia pun meminta keterangan maksud dari bukti dan data-data mengenai Luciano. "Dari mana kalian mendapatkan informasi latar belakang Luciano ini, hah?" tanya Yobelia dengan nada suara yang sedikit ditinggikan.


"Bos tidak perlu tahu mengenai informasi ini. Yang jelas kami sudah melakukan tugas kami dengan benar. Bos jangan lupa, upah untuk kami bertiga," tawa pria kekar.


"Sialan! Setelah kulayani kalian bertiga sampai puas masih berani meminta upah dariku. Jangan mimpi! Karena aku tidak akan memberikan sepeserpun untuk kalian!" Yobelia memekik pada ketiga pria itu.


"Itu saja tidak cukup, Bos. Karena untuk mendapatkan informasi ekslusif seperti ini itu butuh modal yang besar. Bos tahu, dengan mencari tahu mengenai kehidupan Luciano itu sama saja dengan mengantarkan nyawa kita sendiri," jelas pria kekar itu.


"Apa maksudmu?" tanya Yobelia dengan wajah yang kebingungan.


"Luciano adalah keturunan mafia yang paling ditakuti dan disegani di negaranya. Itu artinya, kita telah bermain-main dengan mereka dengan melukai Luciano. Saya sarankan, Bos jangan melukai Luciano sebelum terjadi sesuatu yang berbahaya." pria itu mengingatkan Yobelia agar tidak melanjutkan rencananya.


"Tidak! Aku akan tetap melukai Luciano. Aku ingin dia mati agar Melissa kembali menjadi janda. Akan kulakukan itu sampai Melissa merasakan trauma yang luar biasa akan pernikahan. Dengan begitu statusnya sebagai seorang janda akan terus melekat dengan dirinya. Setelah itu aku akan menghancurkan hidup wanita itu sampai ke akar-akarnya. Setelah itu, barulah aku akan hidup tenang dan bahagia bersama suamiku!" tegas Yobelia dengan penuh keyakinan. Dia bersikukuh ingin melukai Luciano.


"Baiklah, kalau untuk melukai Luciano kami mundur, Bos. Kami tidak ingin mati sia-sia dengan bermain-main dengan para mafia itu."


"Dasar pengecut! Lihatlah, sekarang Luciano bukan mafia lagi! Dia adalah seorang dokter," timpal Yobelia.


"Seyakin itukah jika Luciano bukan mafia? Kami sarankan padamu, Bos. Untuk tetap berhati-hati. Kita tidak pernah tahu kapan para mafia itu datang ke negara ini dan menjadikan Bos sebagai targetnya. Jika Bos yakin akan bisa melakukan itu, maka Bos harus siap menerima konsekuensinya. Sebab, setelah Luciano tewas, para mafia itu akan mencari pelakunya dan menghukumnya dengan hukuman yang paling mengerikan. Bos harus ingat itu!"


"Tidak peduli seberapa mengerikannya mereka, yang jelas aku akan tetap membalaskan dendamku pada Melissa. Aku tidak akan hidup tenang selama Melissa belum menderita!" Yobelia beranjak dari duduknya dan membawa amplop hitam itu.

__ADS_1


Melihat Yobelia yang hendak keluar, dengan cepat Danny keluar lebih dulu. Dia menunggu istrinya di mobil tepat di seberang mobil Yobelia. Setelah melihat istrinya masuk mobil dan melajukan mobilnya, dia pun membeli sebuah racun arsenik dengan nama samarannya agar tidak ada yang mencurigainya.


Setelah membeli racun itu, dia pun memutar otaknya untuk mencari cara agar racun itu bisa diberikan pada Luciano. Karena, setahu dia seorang dokter tidak bisa menerima makanan dari sembarang orang. Sambil memikirkan cara, Yobelia mengemudikan mobilnya ke arah kediamannya. Yup, dia akan pulang kerumahnya.


Sementara itu, Danny sudah stanby di ruang tengah menunggu kedatangan istrinya itu. Rupanya Danny sampai lebih cepat dari Yobelia. Karena tidak ingin istrinya menaruh curiga, dia pun mengganti pakaiannya dengan pakaian santai khas rumahan itu.


Hati Danny masih tetap bergejolak, dia tidak menyangka jika istrinya tega melakukan hal hina seperti itu demi mencapai tujuannya. Demi sebuah kertas dia rela bermain dengan tiga pria sekaligus tanpa memikirkan perasaan suaminya. Tanpa dia sadari, kini air mata mulai menetes membasahi pipinga.


Tin! Tin!


Tak lama kemudian, terdengar suara klakson. Suara itu sudah pasti berasal dari mobil istrinya. Mengetahui hal itu, Danny pun menyeka air matanya dan berpura-pura seakan semuanya baik-baik aja.


Perlahan pintu rumah dibuka. Danny yang mengetahui pintu rumah dibuka, dengan cepat mengambil sebuah koran dan berpura-pura membacanya. Padahal di dalam hatinya dia sangat emosi dan ingin memberi istrinya pelajaran. Namun, sekarang bukan waktu yang tepat. Karena jika dia salah langkah saja, bisa saja Yobelia nekat melukai keluarganya.


Melihat wajah istrinya yang bermuka dua itu, membuat Danny semakin emosi dan memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya. "Loh, Mas mau ke mana? Aku baru pulang udah ditinggal aja?" tanya Yobelia dengan memeluk lengan suaminya.


'Menjijikkan! Dasar istri durhaka!' umpat Danny dalam hatinya.


"Aku mau ke rumah orang tuaku sebentar. Kau beristirahatlah, kau pasti cape telah bermain-main," sindir Danny sembari menatap Yobelia dengan tatapan yang sinis.


"Ayolah, Mas. Aku tidak bermain-main, aku hanya berbelanja sebentar. Janganlah marah," ucap Yobelia dengan nada yang dimanja-manjakan.

__ADS_1


"Lalu, di mana belanjaanmu?" skak Danny.


"Belanjaan?" Yobelia melihat ke arah tangannya yang kosong tanpa menenteng belanjaan apapun.


"Katanya belanja, lalu di mana belanjaannya?" desak Danny.


"Anu, Mas ... saat aku belanja, aku tidak menemukan barang yang sesuai dengan seleraku. Maka dari itu aku tidak jadi belanjanya. Mungkin besok aku akan pergi belanja lagi," Yobelia mengelak.


"Oh, begitu ... tunggu, sepertinya aku mencium aroma pandang di sini. Tapi, dari mana asalnya?" ucap Danny dengan sedikit mengendus-endus ke arah Yobelia.


"Pandan apa sih, Mas? Aku tidak mencium apapun di sini?" elak Yobelia lagi.


"Ah, kau tidak menciumnya ya. Baiklah, mungkin hidungku yang bermasalah. Kau pergi bersih-bersih sana, aku mau ke rumah Mamaku." Danny melepaskan tangannya dari genggeman istrinya.


"Ya udah iya, aku mandi dulu ya, Sayang," ujar Yobelia seraya berjalan menuju kamarnya.


Sementara itu, Danny tidak langsung pergi ke rumah orang tuanya melainkan mengikuti istrinya ke kamar, guna mencari tahu, rencana istrinya kali ini. Dengan langkahnya yang sedikit mengendap-endap, kini dia berhasil berada di depan kamarnya. Pria ini pun mengintip serta menguping apa saja yang sedang istrinya lakukan.


Dan benar saja dugaanya, jika saat ini Yobelia sedang bicara di telepon mengenai rencanya itu. Sebenarnya Danny tidak begitu mendengar dengan jelas obrolan istrinya itu akan tetapi dia mendengar Yobelia menyebutkan kata Arsenik dengan sangat jelas. Sudah dapat ditebak jika Yobelia akan merencanakan pembunuhan Luciano dengan mencampur makanannya dengan Arsenik.


Saat itu juga Danny benar-benar terlonjak kaget. Bagaimana tidak, dia mengetahui niat busuk dari istrinya itu. Sehingga tanpa Danny duga, dia pun menjatuhkan vas yang berada di di sebelah kanan kamarnya. Karena mendengar suara vas jatuh, Yobelia pun keluar dari kamar untuk mencari tahu. Namun, untungnya Danny berhasil lari sehingga Yobelia tidak tahu jika suaminya telah mendengar semua pembicaraannya, termasuk rencana pembunuhannya itu.

__ADS_1


****


__ADS_2