
Happy reading....
Shaquille Residence ....
Melissa membelalakkan matanya melihat keadaan apartemennya yang super berantakan itu. Bukan hanya itu, yang membuat dia terkejut ketika dia melihat Danny tengah terbaring di lantai rumahnya dengan beberapa botol minuman dengan kondisi tubuhnya tanpa pakaian. Sebelum dia membangunkan Danny, dia pun memotret tubuh Danny yang polos dan mengirimkan foto itu pada istrinya yaitu Yobelia.
{FOTO > Jemputlah suamimu yang tidak tahu diri ini! Berani sekali dia minum-minum di apartemenku! Jika kau tidak menjemputnya, aku akan memanggil polisi untuk menangkap suamimu!}.
Sambil menunggu Yobelia datang, Melissa pun duduk di sofa. Saat ini dia tengah menulis novel on going di ponselnya. Setelah kurang lebih 1,5 jam, Yobelia datang ke apartemen Melissa.
Melissa beranjak dari duduknya untuk membuka pintu apartemennya. Begitu pintu terbuka, Yobelia nyelonong masuk untuk melihat keadaan suaminya. Namun, belum sempat dia ke ruang tengah, Melissa sudah menjambak rambut Yobelia.
"Jangan kau anggap apartemenku sebagai rumahmu dengan masuk sesuka hatimu! Lepaskan heels murahanmu itu!" pekik Melissa.
Yobelia meringis seraya memegangi rambutnya. "Lepaskan rambutku, aku akan membuka heels-ku." Yobelia segera membuka heelsnya.
Melihat itu, Melissa segera melepaskan jambakannya. "Cepat bawa suamimu dari apartemenku!" perintah Melissa pada Yobelia.
Tanpa berlama-lama lagi, Yobelia menghampiri suaminya yang tertidur di lantai apartemen tanpa menggunakan pakaian. Sontak, Yobelia membulatkan matanya pada saat melihat tubuh suaminya yang tidak memakai pakaian. Kemudian dia menyorotkan tatapannya yang tajam pada Melissa.
"Apa yang telah kau lakukan pada suamiku? Apa kalian melakukan itu?" tanya Yobelia dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Aku bukan wanita murahan yang ingin tidur dengan suami orang lain. Aku tidak pernah tertarik untuk melakukan itu dengan pria yang sudah pernah melakukan zina. Pada saat aku pulang, suamimu sudah seperti ini. Berani sekali dia membuat apartemenku berantakan seperti ini."
Melissa berjalan ke wastafel dan mengambil mangkuk berukuran besar. Kemudian dia mengisinya dengan air. Dengan amarahnya yang memuncak, Melissa berjalan kembali ke arah Danny dan Yobelia.
Dalam hitungan detik, Melissa telah menyiram tubuh Danny dengan air mangkuk yang dia bawa itu. Seketika Danny langsung bangun. "Hei, apa kau sudah tidak waras? Kenapa kau menyiram tubuh suamiku?" Yobelia menarik lengan Melissa.
Plak!
Melissa menepis tangan Yobelia serta menamparnya. "Jangan berani menyentuhku! Dia memang pantas diperlakukan seperti ini. Aku hanya memperlakukannya dengan cara yang sama pada saat dia memperlakukanku waktu itu. Sekarang juga, kalian pergi dari sini sebelum aku memanggil security untuk mengusir kalian secara paksa!"Â ancam Melissa.
__ADS_1
Yobelia langsung membangunkan suaminya. "Mas, bangun! Ayo pakai pakaianmu dan kita pergi dari sini."
"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa ada di sini, Sayang?" tanya Danny seraya menatap istrinya.
"Mana aku tahu. Aku datang karena mantan istrimu yang menghubungiku dan menyuruhku untuk membawamu," jawab Yobelia.
"Jangan kebanyakan drama, cepat pergi dari sini!" pekik Melissa yang sudah muak melihat drama mereka.
Danny segera memakai pakaian, Melissa hanya menunggu kepergian mereka dengan berkaca pinggang. Sebelum pergi, Danny mendekati Melissa. Dia menyorotkan tatapannya yang sangat menakutkan.
"Kau telah bermain-main denganku, maka aku akan membalasnya nanti. Tunggulah pembalasan dariku, Melissa Jordan!" ancam Danny.
"Ck. Kau pikir aku takut? Tidak! Aku tidak akan pernah takut padamu. Aku tunggu hari di mana kau akan membalasku, AKU TUNGGU!" bentak Melissa.
"Kau akan menyesal, lihat saja nanti!" Danny menunjuk wajah Melissa sebelum dia keluar dari apartemen mantan istrinya.
****
Tidak terasa malam berganti pagi, hari berganti minggu. Setelah kurang lebih 2 minggu lamanya, kini Yuxian sudah kembali ke Indonesia. Sudah lama sekali dia tidak merasakan suasana Indo.
Melissa keluar dari mobil dan berlari ke arah Yuxian. Tanpa Yuxian duga, dia langsung memeluknya dengan erat. Hubungan mereka memang sedekat itu, bahkan banyak yang mengira jika mereka itu bukan sahabatan melainkan pasangan kekasih.
"Xian-Ge, aku sangat merindukanmu. Kenapa kau lama sekali, heum?" keluh Melissa dengan suaranya yang manja.
"Maafkan aku, Sahabatku. Ada hal yang harus aku selesaikan di sana. Aku minta maaf karena telah membuatmu menunggu lama." Yuxian membalas pelukan Melissa.
Pada saat mereka asyik berpelukan, tiba-tiba keluarga Wuxing yang merupakan keluarga Yuxian datang. Sontak Melissa langsung melepaskan pelukannya. Dia menatap ke arah Fang Yin yang merupakan mamanya Yuxian.
"Melissa!" panggil Fang Yin pada Melissa sembari merentangkan tangannya.
"Tante!" Melissa berlari ke arah mamanya Yuxian dan memeluknya.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya lembut Fang Yin.
"Kabarku baik, Tante. Bagaimana dengan Tante dan keluarga?" Melissa balik bertanya.
"Kami, baik." Fang Yin melepaskan pelukannya.
"Aku tidak menyangka jika Tante dan keluarga yang lain akan pulang bersama Yuxian, aku sangat senang bisa melihat kalian lagi di negaraku, Welcome to Indonesia," sambut Melissa dengan antusias.
"Terima kasih, Mel." Qiong Lin mengelus lembut kepala Melissa.
Melissa memang sudah sangat dekat dengan keluarga Yuxian. Bahkan kedekatakannya seolah bukan sebatas sahabat dari anaknya melainkan Melissa sudah seperti bagian dari keluarga Wuxing. Mereka saling berbagi pengalaman, kesedihan dan kebahagiaan. Namun, meski begitu keluarga Wuxing memiliki sebuah rahasia yang tidak Melissa tahu.
Apa itu? Rahasia itu tidak lain adalah, tentang Wuxing Family sebenarnya orang terpandang yang memiliki berbagai macam bisnis. Melissa hanya tahu, jika keluarga sahabatnya ini hanyalah orang biasa sepertinya. Bahkan Melissa tidak tahu jika tempat dia bekerja sekarang adalah milik sahabatnya.
Lantas, bagaimana reaksi Melissa saat mengetahuinya? Kita lihat saja nanti.
Mereka semua pun masuk mobil dan pergi ke kediaman Wuxing, rumah sahabatnya. Mereka menaiki mobil Melissa yang dibelikan oleh Yuxian.
Di dalam mobil ....
Melissa yang tengah asyik menyetir tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh adiknya Yuxian yang bernama Jian Ying Wuxing.
"Apa Kak Mel seorang janda?" celetuk Jian Ying.
Ckiiit!
Seketika Melissa yang mendengar itu langsung menginjak rem secara mendadak sehingga mobil berhenti secara tiba-tiba. Dia terdiam sejenak. 'Apakah aku salah dengar? Mereka sudah tahu jika aku ini seorang janda?' Melissa bertanya-tanya dalam hatinya.
"Jian Ying! Kau ini bicara apa? Jangan mengganggu sahabatku, dia sedang menyetir. Bahaya jika dia gagal fokus!" tegur Yuxian seraya menoleh ke belakang, tempat adiknya duduk.
Saat ini Yuxian duduk di kursi depan sebelah kursi kemudi. Mengetahui Melissa yang tengah terkejut dengan pertanyaan adiknya, dia pun memegang tangan sahabatnya sembari tersenyum. "Jangan pikirkan itu, dia hanya asal bicara saja. Fokuslah menyetir," ucap Yuxian. Dia membuat Melissa untuk kembali fokus.
__ADS_1
Melissa hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Dia kembali melajukan mobilnya. Bohong, jika saat ini dia fokus. Saat ini fokusnya terpecah. Dia terus saja memikirkan ucapan adik dari sahabatnya itu.
BERSAMBUNG....